alexametrics

SEA Games 2019

Meski Dibekap Cedera, Rifki Mampu Raih Perak dari Karate

loading...
Meski Dibekap Cedera, Rifki Mampu Raih Perak dari Karate
Rifki Arrosyiid (kiri) melawan wakil Vietnam Nguyen Than Duy saat final kumite -60Kg putra SEA Games 2019 di World Trade Center Metro Manila, Filipina, Minggu (8/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.
A+ A-
MANILA - Perjuangan Rifki Ardiansyah Arrosyiid di SEA Games 2019 patut mendapat acungan jempol. Kendati belum pulih benar dari cedera lutut, karateka berusia 21 tahun itu masih mampu meraih perak di nomor kumite individu -60 kg putra.

Rifki harus puas menjadi runner-up lantaran kalah 2-1 dari wakil Vietnam Nguyen Thanh Duy dengan kedudukan 1-2 di World Trade Center, Manila, Minggu (8/12). Meski demikian, semangat juangnya layak dipuji.

Pasalnya, Rifki harus menahan nyeri pada lututnya selama berkompetisi, termasuk saat partai final. Ini adalah efek dari cedera lutut yang dialaminya sejak Januari 2019 dan sampai saat ini belum sepenuhnya pulih 100 persen.



“Tadi menahan nyeri juga, masih mengganggu ketika bergerak dan masih sakit kalau ditekuk,” jelas Rifki selepas pertandingan dikutip Inews.

Meraih perak di Filipina sejatinya dianggap prestasi bagus bagi Rifki. Pasalnya, di SEA Games kali ini merupakan debutnya di nomor kumite individual putra. Terlebih fisiknya tidak dalam kondisi bugar akibat cedera lutut.

Sebelumnya, pada edisi 2017, Rifki pernah ikut di nomor kumite beregu putra dan sukses menyumbang medali emas. Dan, tahun lalu dia mampu menjadi yang terbaik di nomor kumite individual -60 kilogram putra Asian Games 2018.

“Saya hanya mempersiapkan diri selama sekitar empat bulan untuk SEA Games 2019. Itu berbeda dengan Asian Games tahun lalu, di mana persiapan saya delapan bulan,” tandas Rifki

Pernyataan itu dibenarkan pelatih kepala tim karate Indonesia Abdullah Kadir. Dia mengakui kalau persiapan Rifki untuk SEA Games 2019 tidak maksimal karena cedera otot ACL. Menurutnya, bukan cuma fisik, kondisi itu juga membuat mental bertanding Rifki tidak maksimal.

“Soal mental ini sebenarnya tergantung pada sang atlet sendiri. Pelatih cuma bisa berpengaruh 40 persen,” tutur Abdullah.

Selain perak atas nama Rifki, sperunggu juga diraih tim kata beregu putri yang diperkuat Anugerah Lucky, Dian Nababan dan Emilia Hanandyta.
(mir)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak