alexametrics

Kubrat Pulev, Si Kobra Ancaman Juara Kelas Berat Anthony Joshua

loading...
Kubrat Pulev, Si Kobra Ancaman Juara Kelas Berat Anthony Joshua
Kubrat Pulev, Si Kobra Ancaman Juara Kelas Berat Anthony Joshua /Sky Sports
A+ A-
LONDON - Kubrat Pulev. Nama petinju Kelas Berat asal Bulgaria ini menyeruak sebagai penantang wajib bagi Anthony Joshua yang baru saja merebut kembali sabuk juara dunia IBF, WBA Super, dan WBO dari Andy Ruiz.

Pulev disebut-sebut sebagai ancaman besar bagi hegemoni Joshua yang berambisi untuk menjadi juara dunia Kelas Berat tak terbantahkan. Tidak heran jika si Kobra berusia 38 tahun ini menjadi musuh berbahaya bagi Joshua.

Dari ring rekornya, Pulev sudah 29 kali naik ring dengan 28 kali menang (14 KO) dan sekali kalah. Dengan rekor tersebut, Joshua tidak boleh menganggap sebelah mata si Kobra.



Pelatih tinju Peter Fury mengirim sinyal kepada Joshua untuk menganggap Pulev sebagai "kekuatan yang harus diperhitungkan". Kans bagi Pulev sangat besar untuk menjadi lawan pertama Joshua seusai merebut kembali sabuk juaranya. "Dia adalah kekuatan yang harus diperhitungkan dan dia tidak akan mudah. Ini pertarungan yang bagus. Apa pun bisa terjadi pada tingkat pertarungan ini,’’kata Peter.

Pulev saat ini tercatat sebagai penantang No.1 IBF. Dia bersaing dengan penantang No. 1 dari WBO, Oleksandr Usyk. Pada 2017, Pulev sebenarnya dijadwalkan melawan Joshua tapi batal karena cedera.

Fury harus mengirim sinyal kewaspadaan kepada Joshua setelah melihat sendiri keperkasaan si Kobra saat mengalahkan Hghie Fury, anak kandungnya. 'The Cobra', mengalahkan Fury dalam duel eliminasi final IBF pada Oktober lalu.

"Kubrat Pulev adalah petinju yang sangat bagus," kata Fury kepada Sky Sports. "Dia belajar banyak dari pertarungan Klitschko [Wladimir] di mana dia kalah. Dia lebih defensif dan dia mendapat pukulan yang sangat, sangat bagus. Dia tangguh, tetapi dia tidak memiliki banyak kekuatan’’jelasnya.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak