Dukungan Pemerintah Era Jokowi Lahirkan Prestasi di Olimpiade, Paralimpiade Paris 2024, hingga ASEAN Para Games
Minggu, 13 Oktober 2024 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
Hebatanya, saat di Seoul, pada hari yang sama yaitu 28 April 2023, Veddriq mencetak dua kali rekor dunia.
Pada penampilan pertama di pagi hari, ia mencetak rekor dunia dengan waktu 4,98 detik dan di sore harinya, rekor tersebut kembali dipertajam menjadi 4,90 detik.
Adapun emas kedua diraih oleh atlet angkat besi (lifter) Rizki Juniansyah. Rizki yang bertanding di kelas 73 kg putra menunjukkan performa luar biasa pada 8 Agustus 2024, di South Arena Paris dengan total angkatan 354 kg.
Dia mengalahkan atlet Thailand Weeraphon Wichuma yang mengangkat total 346 kg, dan ketiga ada atlet Bulgaria Bozhidar Andreev dengan total angkatan 344 kg.
Total angkatan tersebut terdiri dari snatch 155 kg dan clean & jerk sebesar 199 kg yang mana memecahkan rekor Olimpiade sebelumnya yang dipegang Shi Zhiyong dari Cina dengan angkatan 198 kg di Olimpiade Tokyo 2020.
Torehan dua emas yang kini digenggam jadi catatan terbaik Indonesia sejak Olimpiade 1992. Pada Olimpiade 1992, Indonesia mengakhiri ajang tersebut dengan dua emas yang disumbangkan Susi Susanti dan Alan Budikusuma dari bulutangkis.
Setelah itu, Indonesia hanya mampu membawa pulang maksimal satu medali emas di Olimpiade pada edisi-edisi berikutnya. Medali emas tersebut juga selalu didapat dari bulutangkis.
Pada Olimpiade 1996, emas Indonesia disumbang oleh ganda putra Rexy Maniaky/Ricky Subadja.
Ganda putra kembali menyumbang emas di Olimpiade 2000 melalui pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya. Taufik Hidayat menyumbang emas di Olimpiade 2004.
Tradisi emas Indonesia dari bulutangkis di Olimpiade berlajut kala Markis Kido/Hendra Setiawan meraihnya pada 2008, lalu Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad di 2016, serta Greysia Polii/Apriyani Rahayu di 2020. Pada Olimpiade 2012, Indonesia tak mendapat emas.
Hal berbeda terjadi di Olimpiade 2024 dengan bulutangkis tak menyumbang emas. Torehan terbaik Indonesia di Olimpiade sejak 1992 disumbang cabang angkat besi dan panjat tebing.
Torehan membanggakan juga diraih atlet Indonesia di Paralimpiade Paris 2024. Kontingen Indonesia membawa satu medali emas, delapan perak, dan lima perunggu.
Satu-satunya medali emas Indonesia disumbangkan dari ganda campuran para badminton Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila.
Pada penampilan pertama di pagi hari, ia mencetak rekor dunia dengan waktu 4,98 detik dan di sore harinya, rekor tersebut kembali dipertajam menjadi 4,90 detik.
Adapun emas kedua diraih oleh atlet angkat besi (lifter) Rizki Juniansyah. Rizki yang bertanding di kelas 73 kg putra menunjukkan performa luar biasa pada 8 Agustus 2024, di South Arena Paris dengan total angkatan 354 kg.
Dia mengalahkan atlet Thailand Weeraphon Wichuma yang mengangkat total 346 kg, dan ketiga ada atlet Bulgaria Bozhidar Andreev dengan total angkatan 344 kg.
Total angkatan tersebut terdiri dari snatch 155 kg dan clean & jerk sebesar 199 kg yang mana memecahkan rekor Olimpiade sebelumnya yang dipegang Shi Zhiyong dari Cina dengan angkatan 198 kg di Olimpiade Tokyo 2020.
Torehan dua emas yang kini digenggam jadi catatan terbaik Indonesia sejak Olimpiade 1992. Pada Olimpiade 1992, Indonesia mengakhiri ajang tersebut dengan dua emas yang disumbangkan Susi Susanti dan Alan Budikusuma dari bulutangkis.
Setelah itu, Indonesia hanya mampu membawa pulang maksimal satu medali emas di Olimpiade pada edisi-edisi berikutnya. Medali emas tersebut juga selalu didapat dari bulutangkis.
Pada Olimpiade 1996, emas Indonesia disumbang oleh ganda putra Rexy Maniaky/Ricky Subadja.
Ganda putra kembali menyumbang emas di Olimpiade 2000 melalui pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya. Taufik Hidayat menyumbang emas di Olimpiade 2004.
Tradisi emas Indonesia dari bulutangkis di Olimpiade berlajut kala Markis Kido/Hendra Setiawan meraihnya pada 2008, lalu Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad di 2016, serta Greysia Polii/Apriyani Rahayu di 2020. Pada Olimpiade 2012, Indonesia tak mendapat emas.
Hal berbeda terjadi di Olimpiade 2024 dengan bulutangkis tak menyumbang emas. Torehan terbaik Indonesia di Olimpiade sejak 1992 disumbang cabang angkat besi dan panjat tebing.
Torehan membanggakan juga diraih atlet Indonesia di Paralimpiade Paris 2024. Kontingen Indonesia membawa satu medali emas, delapan perak, dan lima perunggu.
Satu-satunya medali emas Indonesia disumbangkan dari ganda campuran para badminton Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila.
Lihat Juga :