2 Sindrom yang Diderita Mike Tyson Jelang Duel Lawan Jake Paul
Senin, 21 Oktober 2024 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, tim medis optimis bahwa dengan perawatan yang tepat, Tyson masih bisa tampil prima di atas ring. "Kondisi ini muncul sesekali, namun dengan perawatan rutin, ia akan pulih," ujar seorang dokter yang memantau Tyson.
Selain sciatica, Tyson juga didiagnosis menderita bipolar disorder, sebuah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem. Gangguan ini membuat Tyson berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil, di mana ia bisa merasa sangat marah atau sangat sedih dalam waktu singkat. Dalam beberapa kesempatan, Tyson mengakui bahwa gangguan ini sempat membawanya ke titik terendah dalam hidup, hingga mencoba bunuh diri.
Dalam wawancaranya dengan Express.co.uk, Tyson menceritakan bagaimana ia harus mengunjungi dokter untuk menangani kondisinya. “Dokter mengatakan bahwa otak saya penuh dengan aktivitas yang berkaitan dengan kemarahan dan ketakutan,” ungkapnya. Tyson juga mengakui bahwa ia memiliki trauma mendalam yang berdampak pada mentalnya.
Bipolar disorder ini juga berpengaruh pada perilakunya di luar ring. Tyson beberapa kali terlibat dalam insiden kekerasan di luar arena tinju karena kehilangan kendali emosi. Meski demikian, ia kini dalam pengawasan ketat dari tim medis, yang memastikan bahwa Tyson bisa mengelola emosinya lebih baik.
2. Bipolar Disorder: Perjuangan Tyson Melawan Gangguan Mental
Selain sciatica, Tyson juga didiagnosis menderita bipolar disorder, sebuah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem. Gangguan ini membuat Tyson berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil, di mana ia bisa merasa sangat marah atau sangat sedih dalam waktu singkat. Dalam beberapa kesempatan, Tyson mengakui bahwa gangguan ini sempat membawanya ke titik terendah dalam hidup, hingga mencoba bunuh diri.
Dalam wawancaranya dengan Express.co.uk, Tyson menceritakan bagaimana ia harus mengunjungi dokter untuk menangani kondisinya. “Dokter mengatakan bahwa otak saya penuh dengan aktivitas yang berkaitan dengan kemarahan dan ketakutan,” ungkapnya. Tyson juga mengakui bahwa ia memiliki trauma mendalam yang berdampak pada mentalnya.
Bipolar disorder ini juga berpengaruh pada perilakunya di luar ring. Tyson beberapa kali terlibat dalam insiden kekerasan di luar arena tinju karena kehilangan kendali emosi. Meski demikian, ia kini dalam pengawasan ketat dari tim medis, yang memastikan bahwa Tyson bisa mengelola emosinya lebih baik.
(sto)
Lihat Juga :