5 Wasit yang Pernah Mengerjai Timnas Indonesia, Ada yang Dapat Ancaman Pembunuhan
Selasa, 22 Oktober 2024 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, cukup banyak keputusan kontroversial yang membuat Bahrain sangat mudah mendapat tendangan bebas. Perilaku wasit ke pemain Bahrain juga terlihat sangat bersahabat.
Hal tersebut membuatnya disorot oleh berbagai media. Bahkan media Arab menyoroti ancaman pembunuhan terhadap wasit kontroversial. Ancaman pembunuhan itu datang dari warganet fanatik Tanah Air yang tidak terima dengan kepemimpinan sang pengadil lapangan.
Timnas Indonesia U-23 sempat memiliki harapan untuk melaju ke Olimpiade Paris 2024. Sayangnya, impian tersebut pupus setelah mereka menelan kekalahan 0-1 dari Guinea di babak play-off.
Wasit Letexier menjadi sorotan utama setelah memberikan dua penalti yang sangat dipertanyakan. Penalti pertama terjadi akibat pelanggaran yang dilakukan Witan Sulaeman, yang dinilai terjadi di luar kotak penalti. Sementara itu, penalti kedua diberikan meskipun tekel Alfeandra Dewangga dianggap bersih.
Pelatih Shin Tae-yong tidak tinggal diam dan melayangkan protes keras terhadap keputusan tersebut. Akibatnya, ia pun harus menerima kartu merah karena ketidakpuasannya.
Hal tersebut membuatnya disorot oleh berbagai media. Bahkan media Arab menyoroti ancaman pembunuhan terhadap wasit kontroversial. Ancaman pembunuhan itu datang dari warganet fanatik Tanah Air yang tidak terima dengan kepemimpinan sang pengadil lapangan.
5. Francois Letexier
Timnas Indonesia U-23 sempat memiliki harapan untuk melaju ke Olimpiade Paris 2024. Sayangnya, impian tersebut pupus setelah mereka menelan kekalahan 0-1 dari Guinea di babak play-off.
Wasit Letexier menjadi sorotan utama setelah memberikan dua penalti yang sangat dipertanyakan. Penalti pertama terjadi akibat pelanggaran yang dilakukan Witan Sulaeman, yang dinilai terjadi di luar kotak penalti. Sementara itu, penalti kedua diberikan meskipun tekel Alfeandra Dewangga dianggap bersih.
Pelatih Shin Tae-yong tidak tinggal diam dan melayangkan protes keras terhadap keputusan tersebut. Akibatnya, ia pun harus menerima kartu merah karena ketidakpuasannya.
(yov)
Lihat Juga :