3 Petinju Dunia yang Jatuh Miskin Setelah Terkenal, Salah Satunya Penjual Barang Bekas
Kamis, 31 Oktober 2024 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Namun kini langkahnya perlahan pasti setelah menekuni bisnis ganja di sebagian negara bagian AS. Dari usaha itulah dia kini mampu bertahan menghidupi dirinya sendiri setelah pensiun dari dunia tinju pada 2005.
![3 Petinju Dunia yang Jatuh Miskin Setelah Terkenal, Salah Satunya Penjual Barang Bekas]()
Riddick Lamont Bowe adalah petinju yang sukses menjuarai kelas berat setelah mengalahkan Evander Holyfield di tahun 1992. Sepanjang karier, Bowe memenangi 43 dari 45 pertarungan (33 KO) dan hanya sekali kalah.
Dari situlah dirinya mampu mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dari tinju. Sayangnya hal tersebut tidaklah berlangsung lama setelah ia harus berurusan dengan hukum dan dipenjara selama 17 bulan lantaran menculik Judy, istrinya, dan kelima anak mereka.
Bowe kemudian menyatakan diri bangkrut pada tahun 2005 sebelum kembali ke dunia tinju. Ia dikabarkan pernah menumpuk kekayaan hingga Rp 680 miliar. Namun, kekayaannya disalahgunakan orang kepercayaannya.
Bowe harus bertahan hidup dengan menjual barang bekas di pinggiran kota New York. Dia kemudian mencoba membangun karier di arena gulat bebas untuk menopang hidup. Menjadi sopir bus dan truk juga ia lakoni demi bisa membayar biaya kehidupan sehari-harinya.
3. Riddick Bowe

Riddick Lamont Bowe adalah petinju yang sukses menjuarai kelas berat setelah mengalahkan Evander Holyfield di tahun 1992. Sepanjang karier, Bowe memenangi 43 dari 45 pertarungan (33 KO) dan hanya sekali kalah.
Dari situlah dirinya mampu mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dari tinju. Sayangnya hal tersebut tidaklah berlangsung lama setelah ia harus berurusan dengan hukum dan dipenjara selama 17 bulan lantaran menculik Judy, istrinya, dan kelima anak mereka.
Bowe kemudian menyatakan diri bangkrut pada tahun 2005 sebelum kembali ke dunia tinju. Ia dikabarkan pernah menumpuk kekayaan hingga Rp 680 miliar. Namun, kekayaannya disalahgunakan orang kepercayaannya.
Bowe harus bertahan hidup dengan menjual barang bekas di pinggiran kota New York. Dia kemudian mencoba membangun karier di arena gulat bebas untuk menopang hidup. Menjadi sopir bus dan truk juga ia lakoni demi bisa membayar biaya kehidupan sehari-harinya.
(sto)
Lihat Juga :