3 Petinju Terhebat yang Bangkrut Setelah Pensiun dari Bertinju
Minggu, 01 Desember 2024 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan-keputusan keuangan yang buruk, ditambah dengan manajemen yang kurang baik, membuat Tyson bangkrut pada tahun 2003. Dia mengajukan kebangkrutan dengan utang mencapai sekitar USD23 juta.Setelah bangkrut, Tyson mulai merestrukturisasi hidupnya dan menemukan kembali stabilitas finansial melalui pekerjaan di dunia hiburan, termasuk penampilan di film dan menjadi pembicara motivasi.
2. Evander Holyfield
Sosok Evander Holyfield, juara dunia tinju kelas berat empat kali, dikenal dengan julukan "The Real Deal". Pada puncak kariernya, Holyfield menghasilkan lebih dari USD200 juta. Namun, setelah pensiun dari tinju pada awal 2000-an, Holyfield mengalami kesulitan keuangan yang serius.
Holyfield sering kali menghabiskan uang untuk gaya hidup mewah, termasuk membeli rumah besar dan berbagai barang mahal. Ia juga mengeluarkan banyak uang untuk merawat kesehatan dan kebugarannya setelah pensiun.
Keputusan-keputusan finansialnya yang buruk, serta sejumlah permasalahan hukum, berkontribusi pada kebangkrutan yang ia alami pada tahun 2012. Salah satu penyebab utamanya adalah pengelolaan keuangan yang buruk, ditambah dengan biaya pemeliharaan rumah dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan penghasilannya pasca-pensiun.
Pada tahun 2012, Holyfield menjual rumahnya yang megah, yang sebelumnya merupakan tempat tinggal keluarganya selama bertahun-tahun. Meskipun demikian, Holyfield terus mencari cara untuk mendapatkan penghasilan, termasuk menjadi komentator tinju dan berpartisipasi dalam kegiatan amal.
2. Evander Holyfield
Sosok Evander Holyfield, juara dunia tinju kelas berat empat kali, dikenal dengan julukan "The Real Deal". Pada puncak kariernya, Holyfield menghasilkan lebih dari USD200 juta. Namun, setelah pensiun dari tinju pada awal 2000-an, Holyfield mengalami kesulitan keuangan yang serius.
Holyfield sering kali menghabiskan uang untuk gaya hidup mewah, termasuk membeli rumah besar dan berbagai barang mahal. Ia juga mengeluarkan banyak uang untuk merawat kesehatan dan kebugarannya setelah pensiun.
Keputusan-keputusan finansialnya yang buruk, serta sejumlah permasalahan hukum, berkontribusi pada kebangkrutan yang ia alami pada tahun 2012. Salah satu penyebab utamanya adalah pengelolaan keuangan yang buruk, ditambah dengan biaya pemeliharaan rumah dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan penghasilannya pasca-pensiun.
Pada tahun 2012, Holyfield menjual rumahnya yang megah, yang sebelumnya merupakan tempat tinggal keluarganya selama bertahun-tahun. Meskipun demikian, Holyfield terus mencari cara untuk mendapatkan penghasilan, termasuk menjadi komentator tinju dan berpartisipasi dalam kegiatan amal.
Lihat Juga :