alexametrics

Badai Cedera Hantui Sang Serigala Jelang Laga di Kandang Parma

loading...
Badai Cedera Hantui Sang Serigala Jelang Laga di Kandang Parma
Zaniolo digotong keluar lapangan akibat cedera saat AS Roma menjamu Juventus. Foto: media AS Roma
A+ A-
JAKARTA - AS Roma membutuhkan reaksi tepat untuk menjawab rentetan hasil buruk saat bertandang ke Stadio Ennio Tardini, markas AC Parma pada babak 16 besar Coppa Italia, dini hari nanti. Menargetkan kembali ke jalur kemenangan, kekuatan I Lupi sedikit timpang lantaran diterpa badai cedera.

Roma dipastikan tidak diperkuat beberapa pilar utamanya, yakni Nicolo Zaniolo, Justin Kluivert, dan Davide Zappacosta yang cedera. Sedangkan Javier Pastore meragukan. Absennya Zaniolo menjadi pukulan telak Roma. Zaniolo mengalami cedera patah ligamen anterior kaki kanan saat Roma berhadapandengan Juventus di Seri A(13/1/2020).

Akibatnya, gelandangberusia 20 tahun tersebut diperkirakan menepi selama lima hingga enam bulan dan terancam absen membela Italia di Piala Eropa 2020.Namun, menurut kepala departemen medis Roma, dokter Andrea Causarano, cepat atau lambatnya pemulihan cedera sangat tergantung pada pola pikir dan motivasi yang ada dalam diri Zaniolo.



Causarano mengungkapkan operasi Zaniolo berjalan lancar. Dia mengatakan bahwa mantan pemain Inter Milan tersebut sangat tegar dalam menerima kenyataan yang terjadi. “Meskipun usianya masih muda, Zaniolo menghadapi operasi dengan ketenangan. Profesor Mariani memperbaiki kembali ligamenanteriornya. Zaniolo dikelilingi orang-orangter kasih dan dia merasa dilindungi,” kata Cousarano dilansir football-italia.net .

Menanggapi kapan waktu tepat Zaniolo kembali, Cousarano tidak mau berangan-angan. Dia mengindikasikan bahwa tim dokter Roma akan terus memantau dan membantu Zaniolo agar segera pulih seperti sedia kala. “Kami akan mengevaluasi langkah-langkah selama rehabilitasi. Tidak mungkin untuk menempatkan skala waktu pada pemulihan. Kami akan bertindak dengan cara terbaik demi kepentingan kesehatannya,” kata Cousarano.

Absennya Zaniolo dikhawatirkan membuat kekuatan Roma berkurang. Dia merupakan salah satu pemain paling berpengaruh terhadap performa Roma sepanjang musim ini. Gelandang kelahiran Massa, Italia, itu telah mencetak enam goldan tiga assist dari 24 penampilannya bersama I Lupi.

Kendati demikian, pelatih Paulo Fonseca mengatakan, Roma harus siap menerima kenyataan tanpa Zaniolo dan terus menatap ke depan. Dia akan mengoptimalkan skuad yang ada. Edin Dzeko dipasang sebagai ujung tombak dengan dukungan Lorenzo Pellegrini, Diego Perotti, dan Cengiz Under. Sedangkan duet Chris Smalling dan Gianluca Mancini bertugas menjaga sektor pertahanan.

Fonseca juga tidak cemas meski timnya mengalami dua kekalahan beruntun di Seri A, yaitu 0-2 atas Torino (6/1/2020 )dan 1-2 atas Juve (13/1/2020). Situasi yang memunculkan spekulasi jika Serigala Roma sedang sakit. “Kami hanya bermasalah pada hasilnya. Bukan pula masalah organisasi atau taktik, saya tidak ingin berbicara tentang kesalahan individu, karena pelatih bertanggung jawab atas semua itu. Saya memiliki keyakinan pada pemain saya,” kata Fonseca.

Imbasnya, keinginan Roma membawa pulang kemenangan sepertinya tidak akan mudah. Parma selaku tuan rumah sedang bangkit pasca menang 2-0 atas Leccedi Seri A (14/1/2020). Itu menjadi jawaban positif setelah dibantai 0-5 oleh Atalanta (6/1/2020).

Pelatih Roberto DíAversa menuturkan sangat senang dengan respons timnya. Dia menilai komitmen selalu menatap ke depan membuat Parma selalu memiliki semangat baru untuk melangkah. Aversa juga tidak memikirkan mengenai kemungkinan belanja pemain terkait menipisnya stok pemain akibat cederanya Matteo Scozzarella dan Alberto Grassi.

Dia menegaskan fokus utamanya adalah menang atas Roma dan melaju kebabak Perempat Final Coppa Italia. “Direktur olah raga kami tahu apa yang saya inginkan, tetapi dia harus membuat penilaian berdasarkan sumber keuangan yang kita miliki. Saya hanya fokus pada apa yang terjadi di lapangan dan mempersiapkan tim untuk pertandingan Coppa Italia melawan Roma,” kata D’Aversa.

Pada pertandingan 16 besar lainnya, Inter Milan menyegel satu tempat dibabak Perempat Final Coppa Italia seusai mengungguli Cagliari 4-1. Pesta empat gol I Nerazzurri di Giuseppe Meazza masing-masing disumbangkan Romelu Lukaku (1, 49), Borja Valero (22), dan Andrea Ranocchia (80). Sedangkan satu-satunya gol tim tamu dicetakChristian Gabriel Olivia (72).

Pelatih Antonio Conte mengaku puas dengan keberhasilan timnya mengalahkan Cagliari. Maklum, Inter sedikit kecewase telah ditahan 1-1 oleh Atalanta (12/1/2020) dan harus tertinggal dua poin dari Juventus yang memuncaki klasemen sementara Seri A (48 poin).

Tajamnya performa Lukaku paling disorot. Tercatat bomber Belgia tersebut telah mencetak 18 gol di semua kompetisi untuk Inter sepanjang musim ini. “Ada ruang perbaikan disemua aspek termasuk dalam permainan ofensif. Terkadang kami menurunkan kewaspadaan kita dan menjaditerlalu pasif,” kata Conte.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak