Peluang Timnas Indonesia di Piala AFF 2024: Mampukah Juara Tanpa Pemain Keturunan?
Jum'at, 06 Desember 2024 - 14:21 WIB
loading...
Peluang Timnas Indonesia di Piala AFF 2024: Mampukah Juara Tanpa Pemain Keturunan?
A
A
A
Timnas Indonesia bersiap menghadapi Piala AFF 2024 dengan skuad yang didominasi pemain muda, tanpa kehadiran pemain keturunan. Kondisi ini memicu perdebatan: mampukah skuad muda Garuda mengakhiri kutukan runner-up dan merebut gelar juara yang selama ini menjadi impian?
Shin Tae-yong memutuskan untuk menurunkan skuad muda, sebagian besar merupakan pemain Timnas U-22, dengan rata-rata usia 20,5 tahun. Pemain senior seperti Asnawi Mangkualam (25 tahun) menjadi sosok paling berpengalaman dalam tim, sementara Arkhan Kaka (17 tahun) menjadi pemain termuda. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari program regenerasi jangka panjang sepak bola Indonesia.
Namun, absennya pemain naturalisasi karena tidak dilepas klub, serta cedera yang menimpa pemain seperti Made Tito dan Dzaky Asraf, menambah tantangan bagi tim ini. Pengamat sepak bola Akmal Marhali menyebut langkah ini sangat berisiko. “Turnamen ini adalah kompetisi senior. Sebagian besar pemain kita belum punya pengalaman di level ini,” ujarnya.
Sejak Piala AFF pertama kali digelar pada 1996, Timnas Indonesia sudah enam kali mencapai final, yaitu pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Namun, Garuda selalu gagal membawa pulang trofi. Pada edisi 2020, misalnya, Indonesia kalah dengan agregat 6-2 dari Thailand di final. Meski dianggap spesialis runner-up, kali ini Indonesia bertekad mengubah status tersebut.
Timnas Indonesia tergabung di Grup B bersama Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Laos. Laga perdana melawan Myanmar pada 9 Desember 2024 dipandang sebagai peluang untuk meraih poin penuh. Namun, ujian sesungguhnya akan datang saat menghadapi Vietnam, yang dipastikan membawa skuad terbaik mereka.
Shin Tae-yong memutuskan untuk menurunkan skuad muda, sebagian besar merupakan pemain Timnas U-22, dengan rata-rata usia 20,5 tahun. Pemain senior seperti Asnawi Mangkualam (25 tahun) menjadi sosok paling berpengalaman dalam tim, sementara Arkhan Kaka (17 tahun) menjadi pemain termuda. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari program regenerasi jangka panjang sepak bola Indonesia.
Namun, absennya pemain naturalisasi karena tidak dilepas klub, serta cedera yang menimpa pemain seperti Made Tito dan Dzaky Asraf, menambah tantangan bagi tim ini. Pengamat sepak bola Akmal Marhali menyebut langkah ini sangat berisiko. “Turnamen ini adalah kompetisi senior. Sebagian besar pemain kita belum punya pengalaman di level ini,” ujarnya.
Sejak Piala AFF pertama kali digelar pada 1996, Timnas Indonesia sudah enam kali mencapai final, yaitu pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Namun, Garuda selalu gagal membawa pulang trofi. Pada edisi 2020, misalnya, Indonesia kalah dengan agregat 6-2 dari Thailand di final. Meski dianggap spesialis runner-up, kali ini Indonesia bertekad mengubah status tersebut.
Timnas Indonesia tergabung di Grup B bersama Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Laos. Laga perdana melawan Myanmar pada 9 Desember 2024 dipandang sebagai peluang untuk meraih poin penuh. Namun, ujian sesungguhnya akan datang saat menghadapi Vietnam, yang dipastikan membawa skuad terbaik mereka.
Lihat Juga :