alexametrics

MotoGP 2020

Menyoal Teknik Pengereman Dua Jari Rossi, Brembo: Sulit Menyesuaikan

loading...
Menyoal Teknik Pengereman Dua Jari Rossi, Brembo: Sulit Menyesuaikan
Insinyur Brembo Andrea Pellegrini memberikan penjelasan terkait perubahan teknik pengereman yang dilakukan Valentino Rossi pada musim lalu / Foto: GPOne
A+ A-
TAVULLIA - Insinyur Brembo Andrea Pellegrini memberikan penjelasan terkait perubahan teknik pengereman yang dilakukan Valentino Rossi pada musim lalu. Menurutnya, itu semua dilakukan lantaran ia berusaha untuk menyesuaikan gaya balapnya dengan motor tunggangannya.

Tahun lalu, Rossi diketahui mengubah gaya pengereman dengan menggunakan dua jari. Ini bukan hal biasa dilakukan The Doctor selama berkarier di ajang MotoGP.

Sepanjang karier Rossi dikenal selalu melakukan pengereman pada bagian depan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan, yakni telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Tapi di Motegi, dia mengubah kebiasaannya itu menjadi dua jari.



Sontak saja, perubahan itu menimbulkan tanda tanya besar mengapa Rossi memilih perubahan yang terlambat pada tahun 2019?

"Saya pikir itu semua tentang perasaan dengan sepeda motor," kata Andrea Pellegrini dikutip dari Motorsport-Total, Kamis (16/1/2020).

Sejak diperkenalkannya MotoGP pada tahun 2002, pabrikan Italia telah melengkapi kelas utama dengan sistem pengereman dan mengamati berbagai preferensi pembalap. Seiring waktu, semuanya telah berubah dan Rossi sepertinya ingin menirukan kebiasaan baru para pembalap muda yang mulai bermunculan di kelas utama MotoGP.

"Saat ini, semua pembalap yang datang dari Moto2 atau kelas lain hanya menggunakan satu jari. Valentino memiliki banyak pengalaman dan mulai menggunakan teknik tertentu sejak awal. Jadi saya pikir sulit baginya untuk menyesuaikan. Tapi dia seorang pembalap yang bekerja keras dan berusaha keras," ujar Pellegrini.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak