Liga Basket Antar Akademi Indonesia Berlanjut Tahun Depan, Siap Bentuk Generasi Emas Basket Tanah Air
Senin, 09 Desember 2024 - 11:42 WIB
loading...
Kompetisi Liga basket antar akademi Indonesia sukses digelar di tahun ini / Foto: Ist
A
A
A
Kompetisi Liga basket antar akademi Indonesia sukses digelar di tahun ini. Kesuksesan ini membuat founder yang tergabung di dalamnya yakni Kelly Basketball Academy (KBA)Tangerang Selatan, Asaba Basketball Academy (ABA) Jakarta, Tamtelahitu Basketball Academy (TBA) Jakarta dan Thunderstorm Basketball Academy (TBAB) Bogor, sepakat memutuskan melanjutkan kompetisi ini pada tahun depan.
Erza Antu Bomantara salah satu founder sekaligus perwakilan Kelly Basketball Academy mengatakan, kompetisi liga basket antar akademi di gelar sebagai salah satu tanggung jawab moral bersama para pendiri akademi basket dan juga upaya untuk membantu kemajuan bola basket di Tanah Air. "Adanya liga basket antar akademi ini memang sudah menjadi komitmen dan tanggung jawab dan kecintaan kami para praktisi basket yang kebetulan membuka akademi bola basket di Tanah Air untuk memikirkan wadah buat para member di akademi kami masing- masing," bebernya dalam keterangan persnya, Senin (9/12/2024).
Erza menambahkan konsep komperisi Liga basket antar akademi Indonesia di tahun depan masih sama. Mereka yang berkompetisi murni anak-anak binaan akademi dan bukan pemain cabutan.
Tujuannya adalah pihaknya ingin mengajarkan hidup sehat dan mengenalkan sejak dini sportivitas dan yang terpenting ada wadah kompetisi bagi pebasket di level awal yang baru belajar bola basket. Menurutnya, menang dan juara bukan di atas segalanya, walau tentu dalam kompetisi pastilah ada pemenangnya, tapi lepas dari itu semua di kompetisi yang rumuskan bersama konsepnya ini juga ada banyak nilai-nilai yang ingin ditularkan.
"Seperti respek terhadap diri sendiri, sesama team, pelatih, wasit dan orang tua. Benang merahnya, liga basket akademi bukan selalu berbicara mencari juara, tapi dari level bawah ini kami juga ingin membantu menyebarkan virus cinta basket di Indonesia dari usia dini maupun sampai jenjang remaja, " Ujar Erza di temui baru-baru ini," ujar Erza.
Hadirnya kompetisi liga basket akademi Indonesia muncul berkat keresahan dan kepedulian keempat para founder akademi bola basket di Tanah Air yang kebetulan juga memiliki nafas yang sama untuk memikirkan para anak didiknya tumbuh berkembang. Para founder yang terlibat merupakan para legenda yang pernah menghiasi kancah perbasketan di Indonesia seperti Hengardy Tan (Asaba), Ocky Tamtelahitu (TBA), Romy Tanaka (Thunderstorm) dan Kelly Purwanto (KBA).
"Kami juga ingin memberikan semangat kepada anak-anak didik kita yang baru belajar basket, serta memberikan mereka mimpi tentang basket di indonesia dengan kompetisi ini. Kita tidak tahu, mungkin dalam 10 atau 15 tahun kedepan beberapa di antaranya akan ada yang menjadi pemain pro atau bisa saja ada yang membela timnas. Secara komitmen bersama kita bertanggung jawab kepada anak-anak didik kami untuk memikirkan bagaimana kelanjutan progres mereka di akademi yang kami dirikan, " Sambung Erza.
Erza Antu Bomantara salah satu founder sekaligus perwakilan Kelly Basketball Academy mengatakan, kompetisi liga basket antar akademi di gelar sebagai salah satu tanggung jawab moral bersama para pendiri akademi basket dan juga upaya untuk membantu kemajuan bola basket di Tanah Air. "Adanya liga basket antar akademi ini memang sudah menjadi komitmen dan tanggung jawab dan kecintaan kami para praktisi basket yang kebetulan membuka akademi bola basket di Tanah Air untuk memikirkan wadah buat para member di akademi kami masing- masing," bebernya dalam keterangan persnya, Senin (9/12/2024).
Erza menambahkan konsep komperisi Liga basket antar akademi Indonesia di tahun depan masih sama. Mereka yang berkompetisi murni anak-anak binaan akademi dan bukan pemain cabutan.
Tujuannya adalah pihaknya ingin mengajarkan hidup sehat dan mengenalkan sejak dini sportivitas dan yang terpenting ada wadah kompetisi bagi pebasket di level awal yang baru belajar bola basket. Menurutnya, menang dan juara bukan di atas segalanya, walau tentu dalam kompetisi pastilah ada pemenangnya, tapi lepas dari itu semua di kompetisi yang rumuskan bersama konsepnya ini juga ada banyak nilai-nilai yang ingin ditularkan.
"Seperti respek terhadap diri sendiri, sesama team, pelatih, wasit dan orang tua. Benang merahnya, liga basket akademi bukan selalu berbicara mencari juara, tapi dari level bawah ini kami juga ingin membantu menyebarkan virus cinta basket di Indonesia dari usia dini maupun sampai jenjang remaja, " Ujar Erza di temui baru-baru ini," ujar Erza.
Hadirnya kompetisi liga basket akademi Indonesia muncul berkat keresahan dan kepedulian keempat para founder akademi bola basket di Tanah Air yang kebetulan juga memiliki nafas yang sama untuk memikirkan para anak didiknya tumbuh berkembang. Para founder yang terlibat merupakan para legenda yang pernah menghiasi kancah perbasketan di Indonesia seperti Hengardy Tan (Asaba), Ocky Tamtelahitu (TBA), Romy Tanaka (Thunderstorm) dan Kelly Purwanto (KBA).
"Kami juga ingin memberikan semangat kepada anak-anak didik kita yang baru belajar basket, serta memberikan mereka mimpi tentang basket di indonesia dengan kompetisi ini. Kita tidak tahu, mungkin dalam 10 atau 15 tahun kedepan beberapa di antaranya akan ada yang menjadi pemain pro atau bisa saja ada yang membela timnas. Secara komitmen bersama kita bertanggung jawab kepada anak-anak didik kami untuk memikirkan bagaimana kelanjutan progres mereka di akademi yang kami dirikan, " Sambung Erza.
Lihat Juga :