Media Vietnam Nyinyir Cara Indonesia Kalahkan Myanmar
Selasa, 10 Desember 2024 - 11:37 WIB
loading...
Skuad muda Timnas Indonesia masih belum banyak bicara di Piala AFF 2024 / Foto: Soha
A
A
A
Skuad muda Timnas Indonesia masih belum banyak bicara di Piala AFF 2024. Itu bisa dilihat dari kemenangan tipis 1-0 atas Myanmar pada laga pembuka Grup Piala AFF 2024 di Stadion Thuwunna, Senin (9/12/2024) malam WIB.
Penampilan Timnas Indonesia yang mayoritas dihuni pemain muda belum memperlihatkan permainan terbaiknya. Dari penguasaan bola, Skuad Garuda hanya unggul tipis 58 persen berbanding 42 persen.
Begitu pula dari peluang yang diciptakan. Timnas Indonesia mencatat 17 tendangan dan empat mengancam gawang Myanmar.
Baca Juga: Profil Hein Phyo Win, Pemain Myanmar yang Tendang Bola ke Kepala Marselino Ferdinan
Sementara Myanmar mampu melepaskan 12 tendangan dan tiga membuat repot Cahya Supriadi. Gaya bermain keras yang diperagakan pemain tuan rumah menjadi salah satu faktor Timnas Indonesia tak bisa memainkan permainan terbaiknya di babak pertama.
Namun di babak kedua, Myanmar tak mampu menjaga kesucian gawangnya lagi. Berawal dari lemparan ke dalam Pratama Arhan dari sayap kanan, bek Myanmar tak mampu mengantisipasi datangnya bola hingga membiarkan pemain Indonesia mampu mengirimkan umpan ke Ansawi. Kapten Skuad Garuda dengan sudut agak sempit sukses melepaskan tembakan penentu yang menggetarkan jala gawang Myanmar.
Kesulitan menjebol gawang Myanmar inilah yang mendapat sorotan dari media Vietnam. Soha menyebut jika Skuad Garuda kepayahan menghadapi permainan keras Myanmar.
Penampilan Timnas Indonesia yang mayoritas dihuni pemain muda belum memperlihatkan permainan terbaiknya. Dari penguasaan bola, Skuad Garuda hanya unggul tipis 58 persen berbanding 42 persen.
Begitu pula dari peluang yang diciptakan. Timnas Indonesia mencatat 17 tendangan dan empat mengancam gawang Myanmar.
Baca Juga: Profil Hein Phyo Win, Pemain Myanmar yang Tendang Bola ke Kepala Marselino Ferdinan
Sementara Myanmar mampu melepaskan 12 tendangan dan tiga membuat repot Cahya Supriadi. Gaya bermain keras yang diperagakan pemain tuan rumah menjadi salah satu faktor Timnas Indonesia tak bisa memainkan permainan terbaiknya di babak pertama.
Namun di babak kedua, Myanmar tak mampu menjaga kesucian gawangnya lagi. Berawal dari lemparan ke dalam Pratama Arhan dari sayap kanan, bek Myanmar tak mampu mengantisipasi datangnya bola hingga membiarkan pemain Indonesia mampu mengirimkan umpan ke Ansawi. Kapten Skuad Garuda dengan sudut agak sempit sukses melepaskan tembakan penentu yang menggetarkan jala gawang Myanmar.
Kesulitan menjebol gawang Myanmar inilah yang mendapat sorotan dari media Vietnam. Soha menyebut jika Skuad Garuda kepayahan menghadapi permainan keras Myanmar.
Lihat Juga :