Kemenpora dan Komdigi Kolaborasi Lawan Judi Online
Kamis, 19 Desember 2024 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
“Judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengancam masa depan generasi muda. Melalui Jumandi, kami ingin mengedukasi dan memberikan solusi konkret agar anak muda bisa menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kemenpora menjadikan Jumandi tidak hanya wadah edukasi, tetapi juga platform untuk mempertemukan komunitas-komunitas pemuda, kreator digital, dan organisasi wirausaha muda. Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan pengalaman dan solusi menghindari judi online, dan memanfaatkan teknologi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyampaikan pemerintah akan menjalankan kolaborasi untuk memberantas judi online. Baginya, kampanye harus terus dimasifkan untuk membebaskan anak muda dari bahaya judi online.
“Komdigi dan Kemenpora akan memperluas kampanye anti judi online untuk menciptakan generasi muda yang sadar digital, bebas judi online dan berprestasi. Kolaborasi akan dijalankan dengan berbagai pihak, termasuk kementerian atau lembaga lain, komunitas, maupun tokoh inspiratif,” ujar Meutya.
Kemenpora menjadikan Jumandi tidak hanya wadah edukasi, tetapi juga platform untuk mempertemukan komunitas-komunitas pemuda, kreator digital, dan organisasi wirausaha muda. Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan pengalaman dan solusi menghindari judi online, dan memanfaatkan teknologi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyampaikan pemerintah akan menjalankan kolaborasi untuk memberantas judi online. Baginya, kampanye harus terus dimasifkan untuk membebaskan anak muda dari bahaya judi online.
“Komdigi dan Kemenpora akan memperluas kampanye anti judi online untuk menciptakan generasi muda yang sadar digital, bebas judi online dan berprestasi. Kolaborasi akan dijalankan dengan berbagai pihak, termasuk kementerian atau lembaga lain, komunitas, maupun tokoh inspiratif,” ujar Meutya.
(sto)
Lihat Juga :