Osaka Berjuang Melalui Masker, Dulu Muhammad Ali Rela Sampai Gelar Juara Dunianya Dicopot

Selasa, 01 September 2020 - 22:16 WIB
loading...
Osaka Berjuang Melalui...
Naomi Osaka
A A A
JAKARTA -

Meski masih belia, petenis Jepang Naomi Osaka memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sikap itu diperlihatkannya saat wawancara selepas memenangkan babak pertama US Open 2020 atas Misaki Doi, Senin (31/8/2020) waktu lokal atau Selasa (1/8/2020) WIB. Pada kesempatan itu ia mengenakan masker hitam bertuliskan Breonna Taylor.

Breonna adalah seorang tenaga medis perempuan kulit hitam yang ditembak hingga delapan kali oleh personel polisi yang menerobos ke apartemennya di Louisville, Kentucky pada 13 Maret lalu. Peristiwa pembunuhan Taylor masih menjadi perdebatan hingga kini.

"Bagi saya, saya hanya ingin menebarkan kesadaran," kata unggulan keempat kepada wartawan dalam konferensi video. “Saya sadar bahwa tenis ditonton di seluruh dunia, dan mungkin ada seseorang yang tidak mengetahui cerita Breonna Taylor."

Petenis berusia 22 tahun itu berharap orang yang belum mengenal Breonna akan mencarinya via Google atau semacamnya. “Saya merasa semakin banyak orang tahu ceritanya, maka mereka akan semakin menarik mereka atau bahkan tertarik," kata juara AS Terbuka 2019 dan Australia Terbuka 2019.

Sebelumnya, pada 27 Agustus silam, gegara penembakan berlatar belakang rasialis terhadap pria Afro-Amerika Jacob Blake, ia sempat mogok bermain di semifinal Western & Southern Open, New York. Namun setelah penyelenggara turnamen memutuskan untuk menunda semua pertandingan babak empat besar satu hari untuk berkonsultasi dengan WTA dan USTA, ia akhirnya setuju untuk melanjutkan partisipasinya. “Menurut saya hal itu membuat protes lebih diperhatikan. Saya ingin berterima kasih kepada WTA dan turnamen atas dukungan mereka," kata Osaka seperti dilaporkan Reuters, Jumat, 28 Agustus 2020.

Dalam tempo berdekatan sudah empat warga keturunan Afrika yang tewas di tangan polisi AS. Selain Breonna dan Blake, ada Eljah McClain dan George Floyd.

Muhammad Ali memelopori

Begitulah, Amerika Serikat memang sudah 244 tahun merdeka. Nyatanya, sikap rasialisme masih subur terjadi hingga kini.

Sikap penolakan seorang olahragawan terhadap rasialisme di Negeri Paman Sam dipelopori oleh petinju legendaris Muhammad Ali 53 tahun lampau. Bahkan demi mempertahankan sikapnya ia rela gelar juara dunia kelas beratnya oleh otoritas tinju AS.

Petinju kelahiran 17 Januari 1942 ini juga gigih memperjuangkan hak-hak sipil dan aktif berkampanye anti-perang.

Sebagai pejuang antirasialisme mula-mula ia mengubah nama pemberian orang tuanya. Nama Cassius Clay menurutnya serupa dengan nama budak. Perubahan nama menjadi Muhammad Ali dilakukan setelah mendeklarasikan diri sebagai pemeluk muslim pada 25 Februari 1964.

Bagaimana ia tidak kesal. Sebagai peraih medali emas tinju kelas berat Olimpiade Roma
ia ditolak untuk masuk ke restoran lantaran berkulit hitam. “Saya bertinju untuk AS, saya mengibarkan bendera untuk AS, saya membuat lagu kebangsaan AS dikumandangkan di olimpiade, tapi saya diperlakukan buruk seperti ini. Sial,” ujarnya suatu ketika.

Selanjutnya Ali menolak wajib militer ketika Amerika Serikat melakukan invasi ke Vietnam. Ali rela gelarnya dicopot, dilarang bertarung sepanjang 1967 hingga 1970, didenda US$10 ribu, hingga divonis lima tahun penjara karena menolak ikut perang di Vietnam.

Kata-kata paling legendaris yang dikeluarkan Ali ketika itu adalah, "Saya tidak punya masalah dengan Vietcong. Tak ada Vietcong yang pernah memanggil saya negro. Mengapa mereka harus meminta saya untuk mengenakan seragam dan pergi 10.000 mil dari rumah untuk menjatuhkan bom dan menembakkan peluru ke orang-orang di Vietnam, sementara orang-orang yang disebut negro di Louisville diperlakukan seperti binatang?"

Pada 12 Agustus 1970 ketika kasus penolakan wajib militer masih dalam banding, Ali memperoleh izin bertarung dari Komisi Atletik Kota Atlanta atas bantuan Senator Leroy R. Johnson.

Menjelang pensiun Ali menjadi anggota Komite Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk masalah Apartheid. Ia menghimpun orang-orang dari segala bangsa untuk bersatu melawan diskriminasi ras.

Setelah pensiun pada 1979, Ali mendedikasikan diri untuk membantu mempromosikan perdamaian dunia, kemanusiaan, dan hubungan antar-umat beragama. Pada 1990 Ali bahkan mempertaruhkan nyawa dengan terbang ke Irak guna menegosiasikan pembebasan 15 warga AS yang menjadi sandera pasukan Irak di bawah pimpinan Saddam Hussein.
(rza)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cucu Muhammad Ali Turun...
Cucu Muhammad Ali Turun Gunung, Nico Ali Walsh Perjuangkan Hak Petinju Profesional
Siapa Calon Lawan Moses...
Siapa Calon Lawan Moses Itauma sebelum Perebutan Gelar Dunia Tinju Kelas Berat?
Ditolak Duel Lawan Oleksandr...
Ditolak Duel Lawan Oleksandr Usyk, Moses Itauma: Saya Tak Akan Hancur
3 Calon Lawan Pilihan...
3 Calon Lawan Pilihan Oleksandr Usyk: Tyson Fury Termasuk!
WBC Restui Perebutan...
WBC Restui Perebutan Gelar Kelas Berat Oleksandr Usyk vs Rico Verhoeven Digelar di Mesir
Jadwal Comeback Anthony...
Jadwal Comeback Anthony Joshua, Tahun Ini Lawan Tyson Fury?
Prabowo Kumpulkan Panglima...
Prabowo Kumpulkan Panglima hingga Kepala Staf TNI Bahas Situasi Pertahanan Terkini
Kabakamla dan Wakasal...
Kabakamla dan Wakasal Calon Kuat KSAL
TNI AL Gelar Latihan...
TNI AL Gelar Latihan MNEK 2025 di Bali, Diikuti 38 Negara
Special Bola
Bracket Mudah, Timnas...
Bola Dunia
Bracket Mudah, Timnas Argentina Dibantu FIFA agar Juara Piala Dunia 2026?
Hong Myung-bo Mundur...
Bola Dunia
Hong Myung-bo Mundur dari Jabatan Pelatih Timnas Korea Selatan Usai Gagal Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Langsung Dikritik Presiden!
Baru 21 Tahun, Victor...
Liga Indonesia
Baru 21 Tahun, Victor Dethan Dijadikan Andalan Shin Tae-yong di Persija Jakarta?
Rekomendasi
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Berita Terkini
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
5 Fakta Kanada Lolos...
5 Fakta Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Afrika Selatan
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Pelatih Portugal Kesal...
Pelatih Portugal Kesal Ronaldo Diminta Diistirahatkan: Itu Kekanak-kanakan!
Infografis
3 Gelar Juara Indra...
3 Gelar Juara Indra Sjafri Bersama Skuad Garuda Muda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved