Perjalanan Karier Shin Tae-yong Melatih Timnas Indonesia hingga Mendunia
Senin, 06 Januari 2025 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu pencapaian yang paling diingat adalah pertandingan melawan Vietnam pada Maret 2021, di mana Indonesia berhasil tampil lebih kompetitif meski akhirnya kalah tipis. Kendati Indonesia tidak berhasil lolos ke Piala Dunia 2022, Shin Tae-yong memberikan dampak positif dengan memperkenalkan sistem permainan yang lebih modern, berbasis penguasaan bola dan transisi cepat, yang mulai terlihat dalam pertandingan-pertandingan timnas Indonesia setelahnya.
Piala AFF 2020 yang digelar pada akhir 2021 hingga awal 2022 menjadi ujian besar bagi Shin Tae-yong. Dalam turnamen ini, Timnas Indonesia berhasil mencapai final setelah 6 tahun absen dari partai puncak, sebuah pencapaian yang sangat berarti. Meski Indonesia akhirnya kalah dari Thailand dengan agregat 2-6, perjalanan ke final ini menunjukkan kemajuan pesat dari tim yang sebelumnya sempat dipandang sebelah mata.
Di bawah asuhan Shin, Indonesia memperlihatkan permainan yang lebih ofensif dan solid di lini belakang. Pemain-pemain muda seperti Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Asnawi Mangkualam tampil impresif di turnamen ini, dan mereka menjadi kunci kesuksesan Indonesia mencapai final.
Meskipun Indonesia gagal meraih gelar, banyak yang mengakui bahwa Timnas Indonesia kini memiliki pondasi yang lebih kuat di bawah tangan dingin Shin Tae-yong.Perbaikan dalam Pengembangan Pemain MudaSalah satu terobosan terbesar Shin Tae-yong adalah penekanannya pada pengembangan pemain muda.
Ia tidak hanya mengandalkan pemain senior, tetapi juga memberi kesempatan kepada generasi muda untuk tampil di tim utama. Shin juga memperkenalkan sistem pemantauan pemain di liga-liga domestik untuk menemukan talenta-talenta baru yang dapat memperkuat Timnas Indonesia di masa depan. Selain itu, Shin Tae-yong juga mendekatkan timnas dengan pemain-pemain yang berkarier di luar negeri, seperti Elkan Baggott yang bermain di Inggris, serta pemain-pemain Indonesia keturunan yang memiliki potensi besar.
Baca Juga: Shin Tae-yong Dipecat? Belajarlah Kesalahan dari Pemecatan Luis Milla
Piala AFF 2020 yang digelar pada akhir 2021 hingga awal 2022 menjadi ujian besar bagi Shin Tae-yong. Dalam turnamen ini, Timnas Indonesia berhasil mencapai final setelah 6 tahun absen dari partai puncak, sebuah pencapaian yang sangat berarti. Meski Indonesia akhirnya kalah dari Thailand dengan agregat 2-6, perjalanan ke final ini menunjukkan kemajuan pesat dari tim yang sebelumnya sempat dipandang sebelah mata.
Di bawah asuhan Shin, Indonesia memperlihatkan permainan yang lebih ofensif dan solid di lini belakang. Pemain-pemain muda seperti Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Asnawi Mangkualam tampil impresif di turnamen ini, dan mereka menjadi kunci kesuksesan Indonesia mencapai final.
Meskipun Indonesia gagal meraih gelar, banyak yang mengakui bahwa Timnas Indonesia kini memiliki pondasi yang lebih kuat di bawah tangan dingin Shin Tae-yong.Perbaikan dalam Pengembangan Pemain MudaSalah satu terobosan terbesar Shin Tae-yong adalah penekanannya pada pengembangan pemain muda.
Ia tidak hanya mengandalkan pemain senior, tetapi juga memberi kesempatan kepada generasi muda untuk tampil di tim utama. Shin juga memperkenalkan sistem pemantauan pemain di liga-liga domestik untuk menemukan talenta-talenta baru yang dapat memperkuat Timnas Indonesia di masa depan. Selain itu, Shin Tae-yong juga mendekatkan timnas dengan pemain-pemain yang berkarier di luar negeri, seperti Elkan Baggott yang bermain di Inggris, serta pemain-pemain Indonesia keturunan yang memiliki potensi besar.
Baca Juga: Shin Tae-yong Dipecat? Belajarlah Kesalahan dari Pemecatan Luis Milla
Lihat Juga :