Hadiri Pertemuan AEF di Kuwait, PP Pordasi Tatap Persiapan Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028
Senin, 13 Januari 2025 - 21:46 WIB
loading...
A
A
A
Kompetisi remote ini merupakan turnamen jarak jauh anggota AEF dengan empat tahap bagi cabang olahraga equestrian. Acara tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan perusahaan Prancis, Equi-rider, yang merupakan penyelenggara kompetisi berkuda jarak jauh yang mengadopsi teknologi informasi.
Sebelumnya, Aryo sempat mengahadiri Asian Racing Conference (ARC) ke-40 di Sapporo, Jepang pada 27 Agustus – 1 September 2024. Sebagai Kepala Delegasi dari Indonesia, dia menyampaikan pandangan tentang kondisi olahraga berkuda di Indonesia kepada lebih dari 800 delegasi negara yang hadir di Sapporo Convention Center, Jepang.
Konferensi tersebut menyoroti perkembangan pesat dan tantangan industri pacuan kuda global. Aryo menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar karena pacuan kuda di Indonesia merupakan olahraga dan budaya yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Lebih lanjut, Aryo melihat olahraga berkuda telah mulai melakukan transformasi digital di dalamnya. Baik AEF dan ARC membahas keterlibatan berkuda di era digital, baik dalam keterhubungan dengan para penggemar dan kompetisi yang diselenggarakan.
"Industri pacuan kuda di Indonesia harus kolaboratif dan inovatif menghadapi perkembangan industri olahraga di kancah global," tuntas Aryo.
Sebelumnya, Aryo sempat mengahadiri Asian Racing Conference (ARC) ke-40 di Sapporo, Jepang pada 27 Agustus – 1 September 2024. Sebagai Kepala Delegasi dari Indonesia, dia menyampaikan pandangan tentang kondisi olahraga berkuda di Indonesia kepada lebih dari 800 delegasi negara yang hadir di Sapporo Convention Center, Jepang.
Konferensi tersebut menyoroti perkembangan pesat dan tantangan industri pacuan kuda global. Aryo menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar karena pacuan kuda di Indonesia merupakan olahraga dan budaya yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Lebih lanjut, Aryo melihat olahraga berkuda telah mulai melakukan transformasi digital di dalamnya. Baik AEF dan ARC membahas keterlibatan berkuda di era digital, baik dalam keterhubungan dengan para penggemar dan kompetisi yang diselenggarakan.
"Industri pacuan kuda di Indonesia harus kolaboratif dan inovatif menghadapi perkembangan industri olahraga di kancah global," tuntas Aryo.
(sto)
Lihat Juga :