Shin Tae-yong dan Buzzer: Apa Kata Analis Medsos?
Jum'at, 31 Januari 2025 - 16:06 WIB
loading...
Analis Medsos Drone Emprit Slovenia Istiani mengatakan hasil riset pihaknya menemukan mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong didukung buzzer / Foto: @shintaeyong7777
A
A
A
Analis Medsos Drone Emprit Slovenia Istiani mengatakan hasil riset pihaknya menemukan mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong didukung buzzer. Hal itu ditandai salah satunya tagar #STYstay imbas pelatih tersebut dipecat dari Timnas Indonesia, pada 6 Januari 2025.
Slovenia Istiani mengatakan pembicaraan media sosial terbagi tiga kategori menanggapi pemecatan Shin Tae-yong, yakni kategori pro, kontra, dan narasi media dan akun info. Isu Shin Tae-yong diberitakan dalam 6.090 artikel dan 18.156 mentions, dan dibicarakan di media sosial sebanyak 14.478 mention.
Sentimen positif terhadap Shin Tae-yong di media sosial dan media online berkat pelatih asal Korea Selatan itu meningkatkan performa Timnas Indonesia dalam beberapa ajang. Namun, dia menyoroti ada tagar #STYstay yang cukup masif di media sosial twitter karena selain dicuitkan akun organik dan publik juga tagar ini dilakukan akun bot.
Baca Juga: Siapa Simon Tahamata, Eks Pemain Belanda Keturunan Maluku yang Bakal Jadi Dirtek Timnas Indonesia
"Ada akun yang kami tangkap polanya sama. Tidak hanya di twitter, tagar terorganisir ini banyak ditemukan di instagram. Akun ini tidak bicara konteks, tapi lebih ke ampifikasi cuitan atau postingan, dia retweet atau komen untuk menaikkan engagement. Mereka tidak menyampaikan informasi yang kontekstual seperti akun-akun besar atau akun-akun influencer,” kata Slovenia.
Dia mengatakan tagar #STYout beberapa waktu lalu karena ketidakpuasan publik atas kegagalan Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2024. Sebab, Skuad Garuda gugur dalam fase grup.
"Untuk tagar #STYout itu, itu ada dari akun publik secara umum yang memang melihat kinerja Shin Tae-yong tidak cukup memuaskan. Jadi, mereka setuju dengan pendapat Erick Thohir, kemudian mereka mengamplifikasi statement Erick Thohir bahwa ada masalah komunikasi antara Shin Tae-yong dengan para pemain, seperti itu," katanya.
Slovenia Istiani mengatakan pembicaraan media sosial terbagi tiga kategori menanggapi pemecatan Shin Tae-yong, yakni kategori pro, kontra, dan narasi media dan akun info. Isu Shin Tae-yong diberitakan dalam 6.090 artikel dan 18.156 mentions, dan dibicarakan di media sosial sebanyak 14.478 mention.
Sentimen positif terhadap Shin Tae-yong di media sosial dan media online berkat pelatih asal Korea Selatan itu meningkatkan performa Timnas Indonesia dalam beberapa ajang. Namun, dia menyoroti ada tagar #STYstay yang cukup masif di media sosial twitter karena selain dicuitkan akun organik dan publik juga tagar ini dilakukan akun bot.
Baca Juga: Siapa Simon Tahamata, Eks Pemain Belanda Keturunan Maluku yang Bakal Jadi Dirtek Timnas Indonesia
"Ada akun yang kami tangkap polanya sama. Tidak hanya di twitter, tagar terorganisir ini banyak ditemukan di instagram. Akun ini tidak bicara konteks, tapi lebih ke ampifikasi cuitan atau postingan, dia retweet atau komen untuk menaikkan engagement. Mereka tidak menyampaikan informasi yang kontekstual seperti akun-akun besar atau akun-akun influencer,” kata Slovenia.
Dia mengatakan tagar #STYout beberapa waktu lalu karena ketidakpuasan publik atas kegagalan Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2024. Sebab, Skuad Garuda gugur dalam fase grup.
"Untuk tagar #STYout itu, itu ada dari akun publik secara umum yang memang melihat kinerja Shin Tae-yong tidak cukup memuaskan. Jadi, mereka setuju dengan pendapat Erick Thohir, kemudian mereka mengamplifikasi statement Erick Thohir bahwa ada masalah komunikasi antara Shin Tae-yong dengan para pemain, seperti itu," katanya.
Lihat Juga :