5 Pemain Top Dunia yang Gagal saat Melatih di Arab Saudi
Sabtu, 01 Februari 2025 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun pertama menjabat, Gerrard memimpin klub tersebut ke posisi keenam selama satu musim penuhnya sebagai pelatih. Tetapi hasilnya menurun drastis di tahun kedua. Ia meninggalkan jabatannya sebagai pelatih setelah meraih satu kemenangan dan tujuh kekalahan dari 11 pertandingan liga terakhir mereka.
Baca Juga: Perbandingan Statistik Altay Bayindir vs Andre Onana di Manchester United
Slaven Bilic menjabat sebagai pelatih Al-Ittihad tak lama setelah meninggalkan West Ham pada 2018, ketika Liga Pro Saudi kurang mendapat perhatian. Pelatih asal Kroasia itu hanya bertahan beberapa bulan di sana di tengah musim yang buruk di papan tengah.
Kemudian Bilic berpetualang dengan menangani West Brom, Beijing Guoan, dan Watford. Tak lama, Bilic kembali ke Arab Saudi pada musim panas 2023 untuk menangani Al Fateh. Ia membawa mereka ke posisi ketujuh yang terhormat sebelum sepakat untuk meninggalkan jabatannya menjelang musim 2024/2025.
Setelah masa singkat dan tidak menguntungkan di Tottenham, Nuno bangkit kembali dengan memimpin Al-Ittihad meraih gelar Liga Pro Saudi pada 2022-2023.
Kedatangan Nuno sebenarnya mendahului rekan senegaranya Cristiano Ronaldo selama enam bulan dan penambahan bintang lainnya seperti Neymar dan Karim Benzema selama setahun.
Dengan wajah-wajah yang lebih sedikit dikenali, kiprahnya dalam membawa Al-Ittihad meraih gelar juara, unggul lima poin dari tim Al-Nassr yang diperkuat oleh Ronaldo, sedikit luput dari perhatian. Abderrazak Hamdallah menjadi pencetak gol terbanyak tahun itu dengan 21 gol liga.
Meskipun didukung oleh pemain-pemain seperti Benzema, N’Golo Kante, Jota, dan Fabinho untuk musim keduanya, Nuno dipecat beberapa bulan setelah musim 2023-2-24 dimulai menyusul serangkaian hasil yang buruk.
Dulu, Gallardo pernah disebut-sebut sebagai calon pelatih terbaik dari Amerika Selatan. Klub-klub seperti Barcelona dan Manchester City disebut-sebut sebagai destinasi potensial setelah kerja bagusnya membawa River Plate meraih banyak trofi, termasuk dua Copa Libertadores.
Baca Juga: Perbandingan Statistik Altay Bayindir vs Andre Onana di Manchester United
2. Slaven Bilic
Slaven Bilic menjabat sebagai pelatih Al-Ittihad tak lama setelah meninggalkan West Ham pada 2018, ketika Liga Pro Saudi kurang mendapat perhatian. Pelatih asal Kroasia itu hanya bertahan beberapa bulan di sana di tengah musim yang buruk di papan tengah.
Kemudian Bilic berpetualang dengan menangani West Brom, Beijing Guoan, dan Watford. Tak lama, Bilic kembali ke Arab Saudi pada musim panas 2023 untuk menangani Al Fateh. Ia membawa mereka ke posisi ketujuh yang terhormat sebelum sepakat untuk meninggalkan jabatannya menjelang musim 2024/2025.
3. Nuno Espirito Santo
Setelah masa singkat dan tidak menguntungkan di Tottenham, Nuno bangkit kembali dengan memimpin Al-Ittihad meraih gelar Liga Pro Saudi pada 2022-2023.
Kedatangan Nuno sebenarnya mendahului rekan senegaranya Cristiano Ronaldo selama enam bulan dan penambahan bintang lainnya seperti Neymar dan Karim Benzema selama setahun.
Dengan wajah-wajah yang lebih sedikit dikenali, kiprahnya dalam membawa Al-Ittihad meraih gelar juara, unggul lima poin dari tim Al-Nassr yang diperkuat oleh Ronaldo, sedikit luput dari perhatian. Abderrazak Hamdallah menjadi pencetak gol terbanyak tahun itu dengan 21 gol liga.
Meskipun didukung oleh pemain-pemain seperti Benzema, N’Golo Kante, Jota, dan Fabinho untuk musim keduanya, Nuno dipecat beberapa bulan setelah musim 2023-2-24 dimulai menyusul serangkaian hasil yang buruk.
4. Marcelo Gallardo
Dulu, Gallardo pernah disebut-sebut sebagai calon pelatih terbaik dari Amerika Selatan. Klub-klub seperti Barcelona dan Manchester City disebut-sebut sebagai destinasi potensial setelah kerja bagusnya membawa River Plate meraih banyak trofi, termasuk dua Copa Libertadores.
Lihat Juga :