alexametrics

Chelsea Butuh Keajaiban Setelah Dipermalukan Bayern di Liga Champions

loading...
Chelsea Butuh Keajaiban Setelah Dipermalukan Bayern di Liga Champions
Frank Lampard mengakui Chelsea perlu keajaiban agar bisa terus bertahan di Liga Champions musim ini setelah dihajar Bayern Muenchen tiga gol tanpa balas. Foto: Reuters
A+ A-
LONDON - Frank Lampard mengakui Chelsea perlu keajaiban agar bisa terus bertahan di Liga Champions musim ini setelah dihajar Bayern Muenchen tiga gol tanpa balas. Menurutnya, kini tinggal harga diri saja yang bisa dipertaruhkan saat pertemuan berikutnya.

(Baca Juga: Muenchen Runtuhkan Dominasi Pemain Muda Chelsea)

Chelsea selalu terhenti di babak 16 besar dari tiga partisipasi terbarunya di Liga Champions. Catatan buruk itu kemungkinan besar akan terus berlanjut setelah menelan kekalahan 0-3 di Stamford Bridge, Rabu (26/2).



Sempat menahan imbang 0-0 pada babak pertama, fans The Blues dipaksa melihat Serge Gnabry mencetak dua gol berturut-turut di menit ke-51 dan ke-54. Robert Lewandowski melengkapi penderitaan wakil Liga Primer itu setelah meneruskan umpan Alphonso Davies pada menit ke-76.

(Baca Juga: Lewandowski Samai Rekor Ronaldo hingga Top Skor Sementara Liga Champions)

Ini jelas menjadi kenyataan pahit bagi Chelsea yang notabene jawara Liga Europa musim lalu. Pasalnya, klub London Barat itu dinilai sudah tidak punya peluang untuk menyelamatkan diri. Sebab, agar bisa lolos ke perempat final, mereka harus menang setidaknya 4-0 di Allianz Arena pada 19 Maret nanti.

“Itulah sepak bola. Level yang dimiliki Bayern Muenchen sangat fantastis. Mereka tim yang sangat kuat. Saya menyadari itu. Ini pelajaran yang sangat menyakitkan. Kenyataan pahit yang harus diterima para pemain. Tapi, inilah Liga Champions,” ujar Lampard, dilansir skysport.

Selama beberapa musim belakangan memang sempat terjadi aksi comeback di Liga Champions. Misalnya saja AS Roma saat perempat final musim 2017/2018. Mereka bisa membalas kekalahan 1-4 dari Barcelona di Camp Nou, dengan kemenangan 3-0 di Olimpico.

Atau juga Liverpool waktu semifinal edisi 2018/2019. The Reds sempat takluk 0-3 dari Barcelona di Camp Nou, tapi bisa lolos ke final setelah unggul 4-0 di Anfield. Masalahnya, Chelsea dinilai tidak mungkin melakukan hal serupa lantaran pertemuan berikutnya berstatus tamu.

Bukan rahasia lagi kalau Bayern sangat tangguh ketika menjadi tuan rumah pada musim ini baik dikompetisi domestik maupun Eropa. Terbukti, dari 16 laga kandang disemua ajang, FC Hollywood mencatat 12 menang serta dua imbang dan hanya menelan dua kekalahan.

“Sebagai klub, saya merasa kami tidak punya banyak pengalaman bertanding di babak gugur Liga Champions, atau mengatasi masalah sulit seperti ini. Itu kenyataan yang harus kami terima selama bertahun-tahun,” tutup Lampard.

Itu berarti Chelsea sekarang hanya bisa mengandalkan Piala FA untuk meraih gelar pada musim ini lantaran sudah lolos ke putaran kelima. Meski demikian, kans untuk bertahan juga dianggap tipis karena nantinya harus melawan Liverpool yang sejauh ini begitu perkasa pada pada 4 Maret.
(mir)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak