alexametrics

Guardiola Tegaskan Rekor Zidane di Liga Champions Bersama Madrid Tidak Mungkin Ditandingi

loading...
Guardiola Tegaskan Rekor Zidane di Liga Champions Bersama Madrid Tidak Mungkin Ditandingi
Pep Guardiola memuji balik Zinedine Zidane jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Manchester City (Man City) kontra Real Madrid.Foto: Reuters
A+ A-
MADRID - Pep Guardiola memuji balik Zinedine Zidane jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Manchester City (Man City) kontra Real Madrid. Pelatih asal Spanyol itu menyebut rekor Zizou di Eropa tidak akan bisa dikalahkan.(Baca Juga: Preview Real Madrid vs Manchester City: Mencium Aroma Dendam)
Madrid akan menyambut Man City di Santiago Bernabeu, dini hari nanti. Sebelum laga itu dimulai, Zidane sempat memberi pujian kepada Guardiola. Dia menilai kalau koleganya itu sebagai pelatih terbaik di dunia yang disertai dengan fakta.

(Baca Juga: Zidane Ungkap Fakta Guardiola Pelatih Terbaik di Dunia)

Tidak berselang lama, Guardiola membalas pujian Zidane. Dia kagum atas pencapaian pelatih asal Prancis itu di Liga Champions lantaran mampu membantu Madrid menjadi juara tiga kali beruntun (2015/2016, 2016/2017, 2017/2018).



“Apa yang dilakukannya di kompetisi Eropa tidak bisa diulangi oleh siapapun. Bisa memenangi tiga gelar Liga Champions secara beruntun membuktikan betapa hebatnya klub ini. Kisah ini akan terus dikenang dari generasi ke generasi,” ujar Guardiola, dilansir skysport.

Zidane mencatat sejumlah rekor di Liga Champions. Ketika meraih gelar perdananya, dia menjadi orang ketujuh yang menjuarai turnamen ini baik sebagai pemain maupun pelatih. Dan, menjadi pelatih asli Prancis pertama yang memenangi trofi tersebut.

Lalu, dimusim berikutnya, Zidane menjadi pelatih kedua sepanjang sejarah yang bisa menjuarai Liga Champions seara back-to-back. Dia menyamai torehan pelatih Madrid Jose Villalonga yang menguasai edisi 1955/1956, 1956/1957.

Kemudian, dengan memenangi musim 2017/2018, Zidane mengikuti jejak Bob Paisley dan Carlo Ancelotti yang tiga kali merajai Liga Champions. Tapi, dia menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang merebutnya hingga tiga kali berturut-turut.

Guardiola juga pernah dua kali memenangi Liga Champions bersama Barcelona. Tapi, itu tidak secara berturut-turut, yakni pada edisi 2008/2009 dan 2020/2011. Artinya, setelah itu dia tidak pernah lagi meraih gelar.

“Suatu kerhormatan bisa bertemu dengannya. Kami dulu pernah saling berdiskusi. Dia mulai belajar banyak. Dan, dia juga dulu menjadi salah satu pemain terhebat di dunia. Jadi, ini benar-benar suatu kerhormatan,” tandas Guardiola.

Meski menaruh hormat tinggi kepada Zidane, Guardiola menegaskan kalau Man City tidak akan memberi kemudahan bagi Madrid. Pasalnya, The Citizens sedang berusaha melaju ke perempat final Liga Champions untuk ketiga kalinya berturut.
(mir)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak