Benarkah Cristiano Ronaldo Terancam Hukuman Cambuk 99 Kali karena Peluk Wanita Disabilitas di Iran?
Rabu, 05 Maret 2025 - 09:48 WIB
loading...
Cristiano Ronaldo akhirnya membeberkan alasannya saat absen membela Al-Nassr di Iran pada laga Liga Champions Asia / Foto: DailyStar
A
A
A
Cristiano Ronaldo akhirnya membeberkan alasannya saat absen membela Al-Nassr di Iran pada laga Liga Champions Asia . Awalnya, muncul laporan yang mengklaim bahwa megabintang sepak bola itu terancam hukuman cambuk 99 kali karena dugaan perzinahan.
Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar. Absennya Ronaldo dari laga melawan Esteghlal di Teheran, Senin (3/3/2025), serta pertandingan sebelumnya melawan Persepolis, bukan disebabkan oleh ancaman hukuman tersebut.
Rumor hukuman cambuk ini muncul setelah Ronaldo berinteraksi dengan seorang penggemar disabilitas, Fatima Hamami, pada 2023. Interaksi tersebut, yang melibatkan pelukan dan ciuman, dianggap melanggar aturan ketat di Iran karena melibatkan kontak dengan wanita yang bukan muhrimnya.
Baca Juga: Hasil Leg 1 Babak 16 Besar Liga Champions: Arsenal Pesta Gol, Real Madrid Gulung Atletico
Tapi Kedutaan Iran melalui juru bicaranya dengan tegas membantah adanya hukuman apa pun terhadap Ronaldo. Mereka juga memuji pertemuan Ronaldo dengan Hamami, menyebutnya sebagai tindakan tulus dan hangat.
"Kami dengan tegas menolak dikeluarkannya putusan pengadilan apa pun terhadap atlet internasional mana pun di Iran. Pertemuan yang tulus dan manusiawi dengan Fatima Hamami juga dipuji dan dikagumi oleh masyarakat dan otoritas olahraga negara tersebut," kata juru bicara tersebut.
Sekadar informasi, Fatima Hamami dikenal sebagai seorang pelukis Paralimpiade, telah membela Ronaldo terkait rumor hukuman tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada keluhan dari dirinya maupun keluarganya terkait interaksi dengan Ronaldo.
Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar. Absennya Ronaldo dari laga melawan Esteghlal di Teheran, Senin (3/3/2025), serta pertandingan sebelumnya melawan Persepolis, bukan disebabkan oleh ancaman hukuman tersebut.
Rumor hukuman cambuk ini muncul setelah Ronaldo berinteraksi dengan seorang penggemar disabilitas, Fatima Hamami, pada 2023. Interaksi tersebut, yang melibatkan pelukan dan ciuman, dianggap melanggar aturan ketat di Iran karena melibatkan kontak dengan wanita yang bukan muhrimnya.
Baca Juga: Hasil Leg 1 Babak 16 Besar Liga Champions: Arsenal Pesta Gol, Real Madrid Gulung Atletico
Tapi Kedutaan Iran melalui juru bicaranya dengan tegas membantah adanya hukuman apa pun terhadap Ronaldo. Mereka juga memuji pertemuan Ronaldo dengan Hamami, menyebutnya sebagai tindakan tulus dan hangat.
"Kami dengan tegas menolak dikeluarkannya putusan pengadilan apa pun terhadap atlet internasional mana pun di Iran. Pertemuan yang tulus dan manusiawi dengan Fatima Hamami juga dipuji dan dikagumi oleh masyarakat dan otoritas olahraga negara tersebut," kata juru bicara tersebut.
Sekadar informasi, Fatima Hamami dikenal sebagai seorang pelukis Paralimpiade, telah membela Ronaldo terkait rumor hukuman tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada keluhan dari dirinya maupun keluarganya terkait interaksi dengan Ronaldo.
Lihat Juga :