UEFA Seperti Minim Empati
Jum'at, 04 September 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, belum berakhirnya pandemi Covid-19 membuat segala sesuatunya berisiko, terutama bagi para pemain. Gelombang kedua Covid-19 bahkan terjadi setelah kompetisi domestik berakhir. Tercatat, banyak pemain yang positif Covid-19 setelah menjalani liburan, termasuk pemain-pemain dari tim-tim yang berada di Liga A, seperti Paul Pogba dan Houssem Aouar (Prancis) serta Mikel Oyarzabal (Spanyol).
Kasus serupa juga ditemukan di tim-tim Liga B. Skotlandia dan Republik Ceko harus melakukan tes ulang Covid-19 untuk seluruh skuad mereka setelah anggota staf terindikasi positif. Seorang staf yang tidak disebutkan namanya itu telah meninggalkan tim untuk mengisolasi diri. Untungnya, tidak ada kasus lain yang ditemukan.
Seperti diketahui, Republik Ceko akan menghadapi Slovakia, dini hari nanti, dan menjamu Skotlandia di Stadion Andruv di Olomouc, Selasa (8/8). “Satu orang yang dites positif segera meninggalkan hotel tim dan masuk karantina. Pada saat yang sama, para pemain dan staf menjalani tes ulang, semua hasil tes negatif," ujar pernyataan resmi asosiasi sepak bola Republik Ceko (FACR). (Baca juga: Pentagon: China Lirik Indonesia untuk Jadi Pangkalan Militernya)
Namun, berbagai kendala tersebut tampaknya tidak mengurangi antusiasme tim-tim kontestan terutama Italia. Ambisi besar bahkan diusung pelatih Gli Azzurri, Roberto Mancini. Dia menegaskan kalau Italia ingin melaju hingga final Nations League 2020-21.
Mancini mengaku memanggil lebih banyak pemain dari biasanya karena tidak mengetahui pasti kondisi mereka. Dia juga dapat mengevaluasi pemain lain menjelang pertandingan pada Oktober dan November.
“Tidak diragukan lagi, kami harus mempertimbangkan tingkat kebugaran fisik saat memilih tim. Saya masih berpikir pemain berkualitas bisa memberikan kontribusinya bahkan tanpa bermain 90 menit,” ungkap Mancini dilansir football-italia.net.
Mantan pelatih Fiorentina, SS Lazio, Inter Milan, Manchester City ( Man City), Galatasaray, dan Zenit St Petersburg tersebut berharap timnya bisa melanjutkan tren bagus seperti saat Kualifikasi Piala Eropa 2020. Tahun lalu di mana Italia memenangkan semua 10 pertandingan di Grup J dan saat ini mencatat rekor 11 kemenangan berturut-turut.
Kasus serupa juga ditemukan di tim-tim Liga B. Skotlandia dan Republik Ceko harus melakukan tes ulang Covid-19 untuk seluruh skuad mereka setelah anggota staf terindikasi positif. Seorang staf yang tidak disebutkan namanya itu telah meninggalkan tim untuk mengisolasi diri. Untungnya, tidak ada kasus lain yang ditemukan.
Seperti diketahui, Republik Ceko akan menghadapi Slovakia, dini hari nanti, dan menjamu Skotlandia di Stadion Andruv di Olomouc, Selasa (8/8). “Satu orang yang dites positif segera meninggalkan hotel tim dan masuk karantina. Pada saat yang sama, para pemain dan staf menjalani tes ulang, semua hasil tes negatif," ujar pernyataan resmi asosiasi sepak bola Republik Ceko (FACR). (Baca juga: Pentagon: China Lirik Indonesia untuk Jadi Pangkalan Militernya)
Namun, berbagai kendala tersebut tampaknya tidak mengurangi antusiasme tim-tim kontestan terutama Italia. Ambisi besar bahkan diusung pelatih Gli Azzurri, Roberto Mancini. Dia menegaskan kalau Italia ingin melaju hingga final Nations League 2020-21.
Mancini mengaku memanggil lebih banyak pemain dari biasanya karena tidak mengetahui pasti kondisi mereka. Dia juga dapat mengevaluasi pemain lain menjelang pertandingan pada Oktober dan November.
“Tidak diragukan lagi, kami harus mempertimbangkan tingkat kebugaran fisik saat memilih tim. Saya masih berpikir pemain berkualitas bisa memberikan kontribusinya bahkan tanpa bermain 90 menit,” ungkap Mancini dilansir football-italia.net.
Mantan pelatih Fiorentina, SS Lazio, Inter Milan, Manchester City ( Man City), Galatasaray, dan Zenit St Petersburg tersebut berharap timnya bisa melanjutkan tren bagus seperti saat Kualifikasi Piala Eropa 2020. Tahun lalu di mana Italia memenangkan semua 10 pertandingan di Grup J dan saat ini mencatat rekor 11 kemenangan berturut-turut.
Lihat Juga :