Lika-Liku Perjalanan Karier Dejan Ferdinansyah: Nyaris Pensiun Berkali-kali
Sabtu, 08 Maret 2025 - 14:02 WIB
loading...
Lika-Liku Perjalanan Karier Dejan Ferdinansyah: Nyaris Pensiun Berkali-kali
A
A
A
Nama Dejan Ferdinansyah kini dikenal sebagai salah satu andalan Indonesia di sektor ganda campuran . Namun, perjalanan kariernya tak semulus yang dibayangkan.
Berbeda dari kebanyakan atlet bulu tangkis yang mulai serius berlatih sejak usia 7-8 tahun, Dejan baru benar-benar mendalami olahraga ini di usia 11 tahun. Perjalanannya dimulai dari seleksi O2SN tingkat SD, di mana ia kalah di final dan menangis kecewa. Kekalahan itu justru memicu semangatnya untuk berlatih lebih serius.
Meski terlambat memulai, Dejan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Ia sempat gagal masuk klub-klub besar seperti Mutiara Cardinal, Exist Badminton, dan PB Djarum. Namun, ia terus berjuang hingga akhirnya bergabung dengan PB Bintang di Bogor. Sayangnya, klub ini bubar, memaksanya kembali ke Garut dan sempat berhenti bertanding selama setahun.
Kesempatan kembali datang saat Exist Badminton merekrutnya. Dejan meraih beberapa prestasi, namun lagi-lagi harus menghadapi kenyataan pahit ketika klub tersebut tak memiliki program untuk pemain senior. Ia sempat kehilangan arah hingga akhirnya dipanggil oleh PB Djarum.
Di PB Djarum, Dejan menunjukkan potensinya, tetapi pandemi COVID-19 kembali mengguncang kariernya. Tanpa turnamen, ia nyaris pensiun. Namun, Vita Marissa yang bergabung ke PB Djarum memberinya kesempatan untuk bertahan. Setelah sempat mengalami berbagai kegagalan di level senior, titik balik datang pada 2022.
Saat itu, Gloria Emanuelle Widjaja terdegradasi dari pelatnas dan mencari pasangan baru. Vita pun memasangkan Dejan dengan Gloria, yang akhirnya menjadi pasangan solid di level internasional. Berkat kerja kerasnya, Dejan akhirnya dipanggil ke Pelatnas PBSI pada awal 2025.
“Saya percaya kalau memang sudah waktunya, ya sudah. Saya hanya bisa latihan dan berjuang,” ujar Dejan dengan penuh semangat.
Berbeda dari kebanyakan atlet bulu tangkis yang mulai serius berlatih sejak usia 7-8 tahun, Dejan baru benar-benar mendalami olahraga ini di usia 11 tahun. Perjalanannya dimulai dari seleksi O2SN tingkat SD, di mana ia kalah di final dan menangis kecewa. Kekalahan itu justru memicu semangatnya untuk berlatih lebih serius.
Meski terlambat memulai, Dejan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Ia sempat gagal masuk klub-klub besar seperti Mutiara Cardinal, Exist Badminton, dan PB Djarum. Namun, ia terus berjuang hingga akhirnya bergabung dengan PB Bintang di Bogor. Sayangnya, klub ini bubar, memaksanya kembali ke Garut dan sempat berhenti bertanding selama setahun.
Kesempatan kembali datang saat Exist Badminton merekrutnya. Dejan meraih beberapa prestasi, namun lagi-lagi harus menghadapi kenyataan pahit ketika klub tersebut tak memiliki program untuk pemain senior. Ia sempat kehilangan arah hingga akhirnya dipanggil oleh PB Djarum.
Di PB Djarum, Dejan menunjukkan potensinya, tetapi pandemi COVID-19 kembali mengguncang kariernya. Tanpa turnamen, ia nyaris pensiun. Namun, Vita Marissa yang bergabung ke PB Djarum memberinya kesempatan untuk bertahan. Setelah sempat mengalami berbagai kegagalan di level senior, titik balik datang pada 2022.
Saat itu, Gloria Emanuelle Widjaja terdegradasi dari pelatnas dan mencari pasangan baru. Vita pun memasangkan Dejan dengan Gloria, yang akhirnya menjadi pasangan solid di level internasional. Berkat kerja kerasnya, Dejan akhirnya dipanggil ke Pelatnas PBSI pada awal 2025.
“Saya percaya kalau memang sudah waktunya, ya sudah. Saya hanya bisa latihan dan berjuang,” ujar Dejan dengan penuh semangat.
Lihat Juga :