Sejarah Jersey Hijau Bennett di Ajang Tour de France 2020
Jum'at, 04 September 2020 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
“Ini momen spesial dalam karier saya untuk memegang jersey hijau setidaknya selama sehari. Mengikuti jejak mereka (Sean Kelly dan juara tur 1987 Stephen Roche) adalah sesuatu yang luar biasa. Saya sangat bangga melakukannya dan bangga berada di sini dengan seragam juara nasional serta mewakili Irlandia,” ujar Bennett, kepada flobikes.
Selain itu, prestasi Bennett pada TdF tahun ini mendapat perhatian. Salah satunya dari mantan juara TdF Bradley Wiggins yang sekarang menjadi komentator televisi. Wiggins mengaku sangat terkesan dengan gerakan kuat yang dilakukan Bennett hari itu. Bahkan, dia pun menjagokan sang pembalap berusia 29 tahun ini mampu menyelesaikan balapan sebagai raja sprint di TdF 2020.
“Dia punya peluang realistis untuk memenangkan kompetisi ini sekarang. Dia mungkin yang tercepat dalam balapan bersama Caleb Ewan (Lotto Soudal). Tapi, bagus untuk Bennett. Ada tekanan baru ketika mendapatkan jersey hijau itu. Apa yang menjadi prioritas Anda sekarang? Bagaimana cara mempertahankannya,” paparnya.
Yang pasti, perjuangan Bennett masih sangat panjang jika ingin menjadi raja sprinter di TdF pada tahun ini. Pasalnya, Sagan—penguasa jersey hijau tujuh kali dalam delapan tahun terakhir—masih memiliki kesempatan untuk menggusurnya. (Lihat videonya: Kapal Induk dan Kapal perang Asing Bernama Nuansa Nusantara)
Karena itu, pembalap kelahiran Belgia ini berharap bisa mempertahankan konsistensi balapannya, terutama mencoba meraih kemenangan di setiap etape TdF 2020 yang masih tersisa 16 etape lagi. (Raikhul Amar)
Selain itu, prestasi Bennett pada TdF tahun ini mendapat perhatian. Salah satunya dari mantan juara TdF Bradley Wiggins yang sekarang menjadi komentator televisi. Wiggins mengaku sangat terkesan dengan gerakan kuat yang dilakukan Bennett hari itu. Bahkan, dia pun menjagokan sang pembalap berusia 29 tahun ini mampu menyelesaikan balapan sebagai raja sprint di TdF 2020.
“Dia punya peluang realistis untuk memenangkan kompetisi ini sekarang. Dia mungkin yang tercepat dalam balapan bersama Caleb Ewan (Lotto Soudal). Tapi, bagus untuk Bennett. Ada tekanan baru ketika mendapatkan jersey hijau itu. Apa yang menjadi prioritas Anda sekarang? Bagaimana cara mempertahankannya,” paparnya.
Yang pasti, perjuangan Bennett masih sangat panjang jika ingin menjadi raja sprinter di TdF pada tahun ini. Pasalnya, Sagan—penguasa jersey hijau tujuh kali dalam delapan tahun terakhir—masih memiliki kesempatan untuk menggusurnya. (Lihat videonya: Kapal Induk dan Kapal perang Asing Bernama Nuansa Nusantara)
Karena itu, pembalap kelahiran Belgia ini berharap bisa mempertahankan konsistensi balapannya, terutama mencoba meraih kemenangan di setiap etape TdF 2020 yang masih tersisa 16 etape lagi. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :