alexametrics

Wilder Murka: Lebih Baik Mati di Ring daripada Kalah Lempar Handuk

loading...
Wilder Murka: Lebih Baik Mati di Ring daripada Kalah Lempar Handuk
Wilder Murka: Lebih Baik Mati di Ring daripada Kalah Lempar Handuk/Boxing Scene/Sky Sports
A+ A-
LAS VEGAS - Deontay Wilder kecewa berat dengan keputusan asisten pelatih Mark Breland yang melempar handuk ke dalam ring yang membuatnya kalah TKO dari Tyson Fury. Bagi sang mantan juara dunia Kelas Berat WBC itu, lempar handuk merupakan aib dalam karirnya yang dikenal sebagai Raja KO.

Wilder memilih mati dalam pertarungan daripada mengalami kekalahan memalukan melalui lemparan handuk sebagai tanda menyerah. ’’Jangan pernah melempar handuk itu,’’kata Wilder kepada timnya.

’’Ketika kamu memiliki seorang petarung dan pola pikirnya begitu kuat, kematian lebih baik daripada kekalahan karena jika kamu akan dikalahkan di atas ring kamu lebih baik mati di atas ring, melakukan sesuatu yang Anda sukai. Dan saya setiap bagian dari itu,"tuturnya.



Wilder masih terbayang ketika wasit Kenny Bayless tiba-tiba menghentikan pertarungan di ronde ketujuh ketika dirinya dipojokkan Fury di sudut ring. Bayless mengangkat kedua tangannya sebagai tanda dirinya tidak bisa melanjutkan pertarungan setelah melihat handuk dilempar ke dalam ring.

Pelatih Jay Deas juga mengatakan kepada Breland untuk tidak menyerah ketika Breland pertama kali menyebutkannya di babak ketujuh. "Orang-orangku, semua orangku tahu bahwa aku seorang petarung," kata Wilder pada BoxingScene.com. "Dengar, jika aku berkata aku akan membunuh seorang pria di atas ring, aku akan mematuhi prinsip yang sama sejauh menerima hukuman yang sama. Saya selalu mengatakan harga diri saya akan membuat saya terbunuh dalam hidup. Saya berbicara tentang membicarakan sesuatu menjadi ada, percaya itu akan terjadi seperti itu. Jadi, saya harus mematuhi prinsip reaksi yang sama dengan apa yang saya patuhi,’’paparnya.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak