Aneh, Kenapa FIFA Tolak Jatuhkan Sanksi kepada Israel?

Sabtu, 22 Maret 2025 - 15:26 WIB
loading...
Aneh, Kenapa FIFA Tolak...
Aneh, Kenapa FIFA Tolak Jatuhkan Sanksi kepada Israel?
A A A
FIFA kembali menuai kritik setelah menolak memberikan sanksi terhadap Israel, meskipun negara tersebut terus melakukan pelanggaran terhadap komunitas sepak bola Palestina. Keengganan badan sepak bola dunia ini semakin memperjelas sejarah panjangnya dalam berpihak kepada penguasa dan mengabaikan keadilan.

Sejarah menyebut, pada tahun 1976, hanya dua hari setelah kudeta militer yang menggulingkan Isabel Peron di Argentina, FIFA menyatakan negara itu siap menjadi tuan rumah Piala Dunia . Keputusan itu tetap berjalan meski junta militer Argentina melakukan kekerasan brutal, menghilangkan lebih dari 30.000 nyawa.

Hal serupa terjadi ketika FIFA tetap menggelar Piala Dunia 1978 di Argentina dan bahkan mengangkat Wakil Laksamana Angkatan Laut Carlos Lacoste, salah satu penyelenggara utama turnamen tersebut, menjadi Wakil Presiden FIFA. Langkah ini menegaskan bagaimana FIFA cenderung mendukung kepentingan kekuasaan ketimbang prinsip kemanusiaan.

Kini, Israel akan memulai kampanye kualifikasi Piala Dunia 2026, sementara FIFA tetap menutup mata terhadap tuntutan untuk menangguhkan keikutsertaan mereka, meskipun ada pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

FIFA dan Standar Ganda

Sejak Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) diterima sebagai anggota FIFA pada 1998, Israel terus melanggar aturan organisasi ini dengan memasukkan klub-klub dari pemukiman ilegal ke dalam kompetisinya. FIFA sendiri memiliki aturan yang jelas bahwa asosiasi anggota dan klub tidak boleh bermain di wilayah asosiasi lain tanpa persetujuan mereka. Namun, aturan ini tampaknya tidak berlaku bagi Israel.

Ironisnya, ketika Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, FIFA dengan cepat mengeluarkan mereka dari Piala Dunia. Keputusan ini memperlihatkan standar ganda yang diterapkan FIFA dalam merespons pelanggaran hukum internasional.

Sejak Oktober 2023, infrastruktur sepak bola di Gaza mengalami kehancuran total akibat serangan Israel. Lebih dari 350 pesepak bola Palestina tewas, termasuk Hani al-Masdar, pelatih tim sepak bola Olimpiade Palestina, yang meninggal akibat serangan udara pada Januari 2024.

Pada Maret 2024, bintang sepak bola Palestina, Mohammed Barakat, tewas saat rumahnya dibom di Khan Younis pada hari pertama Ramadan. Stadion-stadion di Gaza, seperti Stadion Yarmouk, hancur total dan bahkan sempat digunakan oleh pasukan Israel sebagai kamp tahanan sementara. Ribuan warga Palestina dipaksa berlutut dengan tangan terikat di lapangan yang seharusnya menjadi tempat mereka bermain sepak bola.

Pada Mei 2024, satu-satunya stadion yang masih utuh berubah menjadi tempat perlindungan bagi ribuan warga Palestina yang melarikan diri dari serangan Israel. FIFA, sementara itu, hanya berjanji akan mencari masukan hukum terkait permintaan PFA untuk memberikan sanksi kepada Israel. Hingga kini, belum ada tindakan nyata dari organisasi tersebut.

Meski FIFA tetap bungkam, suara solidaritas terus menggema. Pada Januari 2024, meskipun dihantam perang dan kehilangan banyak pemain, tim nasional Palestina berhasil lolos ke babak gugur Piala Asia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Keberhasilan ini menjadi simbol perlawanan terhadap upaya pemusnahan identitas Palestina.

Dukungan untuk Palestina juga datang dari dunia sepak bola. Pendukung klub Glasgow Celtic meluncurkan kampanye mendesak FIFA untuk memberikan Israel "kartu merah". Aksi serupa juga muncul di Spanyol, Maroko, dan Irlandia, menunjukkan bahwa komunitas sepak bola dunia tidak tinggal diam.

Sementara FIFA terus mempertahankan reputasi sebagai alat legitimasi bagi kekuatan imperialisme, tribun-tribun stadion di seluruh dunia terus mengibarkan bendera Palestina sebagai simbol perlawanan dan keadilan.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejutan! Paraguay Singkirkan...
Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
Jerman Ditahan Paraguay...
Jerman Ditahan Paraguay hingga Extra Time, Laga Berlanjut ke Adu Penalti
Jerman Ditahan Imbang...
Jerman Ditahan Imbang Paraguay 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Argentina Bawa 500 Kg...
Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi Premium, Tradisi Barbeku Jadi Senjata Messi Cs di Piala Dunia 2026
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Special Bola
Hasil Timnas Jerman...
Bola Dunia
Hasil Timnas Jerman vs Paraguay di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sama Kuat 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Gabriel Mutombo Layak...
Liga Indonesia
Gabriel Mutombo Layak Gantikan Federico Barba di Persib Bandung?
Setelah Gabriel Mutombo,...
Liga Indonesia
Setelah Gabriel Mutombo, Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Disebut Gabung Persib Bandung!
Rekomendasi
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Berita Terkini
Jerman Ditahan Paraguay...
Jerman Ditahan Paraguay hingga Extra Time, Laga Berlanjut ke Adu Penalti
Jerman Ditahan Imbang...
Jerman Ditahan Imbang Paraguay 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Argentina Bawa 500 Kg...
Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi Premium, Tradisi Barbeku Jadi Senjata Messi Cs di Piala Dunia 2026
Milo dan Kemenpora Perkuat...
Milo dan Kemenpora Perkuat Kolaborasi, Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Kemajuan Olahraga Indonesia
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Infografis
3.000 Warga Israel Desak...
3.000 Warga Israel Desak Dunia Jatuhkan Sanksi pada Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved