3 Kehebatan George Foreman, Sang Juara Dunia Tinju Kelas Berat Tertua

Sabtu, 22 Maret 2025 - 21:35 WIB
loading...
3 Kehebatan George Foreman,...
3 Kehebatan George Foreman, Sang Juara Dunia Tinju Kelas Berat Tertua. Foto: IST
A A A
Dunia tinju berduka atas kepergian George Foreman , salah satu petinju legendaris yang namanya abadi dalam sejarah olahraga. Foreman tidak hanya dikenal sebagai petinju tangguh dengan pukulan dahsyat, tetapi juga sebagai juara dunia kelas berat tertua yang pernah ada. Pada usia 45 tahun, ia mencetak sejarah dengan mengalahkan Michael Moorer pada 1994 dan merebut kembali gelar juara dunia, membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang bagi seorang juara sejati.

George Foreman pertama kali menjadi juara dunia pada 1973 setelah mengalahkan Joe Frazier dengan cara yang luar biasa. Namun, setelah mengalami kekalahan mengejutkan dari Muhammad Ali dalam pertarungan legendaris "The Rumble in the Jungle" tahun 1974, Foreman sempat pensiun pada 1977.

Namun, semangat bertarungnya tak pernah padam. Pada 1987, Foreman kembali ke ring dengan misi besar: merebut kembali kejayaan. Meski banyak pihak meragukan kemampuannya karena faktor usia, Foreman membuktikan bahwa ia masih memiliki kekuatan, strategi, dan mentalitas seorang juara.

Puncak comeback luar biasanya terjadi pada 5 November 1994, ketika ia menghadapi juara bertahan Michael Moorer. Foreman tertinggal di poin selama sembilan ronde, tetapi ia tetap tenang dan menunggu momen yang tepat. Di ronde ke-10, pukulan straight kanan kerasnya menghantam Moorer dan membuatnya terkapar di atas kanvas. Moorer tak mampu bangkit, dan Foreman pun kembali menjadi juara dunia kelas berat di usia 45 tahun, rekor yang hingga kini masih bertahan.

Tiga Kehebatan George Foreman yang Mewarnai Kariernya

1. Pukulan Mematikan


Foreman dikenal memiliki kekuatan pukulan luar biasa. Bahkan di usia 40-an, kekuatan pukulannya masih menjadi ancaman bagi lawan-lawannya. Kemenangan atas Moorer adalah bukti nyata bahwa pukulannya tetap efektif dan mematikan.

2. Mental Juara dan Pantang Menyerah


Setelah kekalahannya dari Muhammad Ali, Foreman tidak menyerah. Ia justru kembali ke dunia tinju dengan tekad baja dan membuktikan bahwa dirinya masih layak berada di puncak. Mentalitas ini menjadi inspirasi bagi banyak petinju muda.

3. Karier Panjang dan Konsisten


Dengan dua periode kejayaan di era 1970-an dan 1990-an, Foreman menjadi contoh bahwa dedikasi dan kerja keras dapat memperpanjang umur karier seorang atlet. Ia mengakhiri kariernya pada 1997 dengan rekor mengesankan: 76 kemenangan (68 KO) dan hanya lima kekalahan.

Kepergian George Foreman meninggalkan duka mendalam bagi dunia tinju. Namun, warisannya akan terus hidup sebagai inspirasi bagi generasi mendatang. Rekornya sebagai juara dunia kelas berat tertua masih belum terpecahkan hingga kini.

Big George bukan sekadar petinju, ia adalah simbol ketahanan, semangat, dan kejayaan yang tak mengenal batas usia. Dunia mungkin kehilangan sosoknya, tetapi namanya akan selalu dikenang dalam sejarah olahraga.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jack Catterall Rebut...
Jack Catterall Rebut Sabuk WBA usai Kalahkan Shakhram Giyasov
Mantan Juara Dunia Tinju...
Mantan Juara Dunia Tinju Paulie Malignaggi Tumbang KO di Duel Bare-Knuckle
Byson Fight 2026 Resmi...
Byson Fight 2026 Resmi Digelar, Hadirkan Pertarungan Berkualitas
Cucu Muhammad Ali Turun...
Cucu Muhammad Ali Turun Gunung, Nico Ali Walsh Perjuangkan Hak Petinju Profesional
Resmi, Naoya Inoue Jadi...
Resmi, Naoya Inoue Jadi Petinju Terbaik Dunia Geser Oleksandr Usyk
Jadwal Tinju Dunia Pekan...
Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Duel Panas Fabio Wardley vs Daniel Dubois Jadi Sorotan
Hunter Biden Tantang...
Hunter Biden Tantang Putra-putra Trump untuk Pertandingan Tinju
Syifa Hadju Bangga El...
Syifa Hadju Bangga El Rumi Kalahkan Jefri Nichol: Sayangku Berhasil Lagi
Jefri Nichol Minta Maaf...
Jefri Nichol Minta Maaf Kalah TKO dari El Rumi, Ungkap Alasan Duel Tinju hanya 38 Detik
Special Bola
Gagal Jadi Wasit Piala...
Bola Dunia
Gagal Jadi Wasit Piala Dunia, Omar Artan Bakal Pimpin Piala Super Eropa 2026
Eks Arsenal Thomas Partey...
Bola Dunia
Eks Arsenal Thomas Partey Ditolak Masuk Kanada, Gagal Perkuat Timnas Ghana di Piala Dunia 2026?
Dukungan Total Suporter...
Bola Dunia
Dukungan Total Suporter Panaskan Atmosfer Okezone National Championship 2026
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Berita Terkini
Visa Ditolak, Thomas...
Visa Ditolak, Thomas Partey Absen Bela Ghana Lawan Panama di Piala Dunia 2026
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Kursi Suporter Kosong...
Kursi Suporter Kosong Melompong di Piala Dunia 2026, FIFA Ngeles Manipulasi Jumlah Penonton
Amerika Serikat Permak...
Amerika Serikat Permak Paraguay 4-1: Folarin Balogun Cetak Brace
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved