Bedah Strategi Patrick Kluivert saat Timnas Indonesia vs Bahrain: Tampil Menyerang atau Bertahan Total?
Selasa, 25 Maret 2025 - 08:41 WIB
loading...
Bedah Strategi Patrick Kluivert saat Timnas Indonesia vs Bahrain. Foto: SINDOnews-MPI-Aldhi Chandra
A
A
A
Timnas Indonesia akan menjamu Bahrain dalam laga lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Selasa, 25 Maret 2025, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Pelatih Patrick Kluivert menegaskan bahwa skuad Garuda akan tetap mengusung strategi menyerang, meskipun dalam dua laga sebelumnya mengalami kekalahan telak dari Jepang dan Australia.
Dalam sesi latihan di Stadion Madya, Minggu (23/3/2025), Kluivert menyatakan kemungkinan adanya perubahan formasi. Namun, ia menegaskan bahwa timnya tetap akan tampil agresif. "Tentu saja ada kemungkinan (perubahan formasi). Tapi kami harus fokus pada kesehatan dan keseimbangan tim. Saya sangat yakin bahwa kami berdiri sebagai sebuah kelompok," ujar pelatih asal Belanda tersebut.
![Bedah Strategi Patrick Kluivert saat Timnas Indonesia vs Bahrain: Tampil Menyerang atau Bertahan Total?]()
Dalam debutnya menghadapi Australia, Kluivert menerapkan formasi 3-4-1-2. Skema ini mengandalkan tiga bek tengah yang kemungkinan besar akan diisi oleh Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner. Strategi ini memungkinkan Timnas Indonesia untuk lebih fleksibel dalam menyerang dan bertahan, terutama dengan dukungan gelandang tengah seperti Ivar Jenner dan Thom Haye.
Namun, dengan hasil buruk saat melawan Australia (1-5) dan Jepang (0-4), Kluivert bisa saja mengubah pendekatannya menjadi 4-2-3-1. Formasi ini lebih menyerang dan memungkinkan Garuda memiliki empat pemain belakang untuk memperkuat pertahanan, serta lini depan yang lebih aktif dalam menekan pertahanan Bahrain.
![Bedah Strategi Patrick Kluivert saat Timnas Indonesia vs Bahrain: Tampil Menyerang atau Bertahan Total?]()
Jika menggunakan 4-2-3-1, Kevin Diks, Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Calvin Verdonk akan mengisi lini belakang. Thom Haye dan Ivar Jenner akan bertugas sebagai gelandang bertahan yang mendukung serangan. Sementara itu, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Rafael Struick bisa beroperasi di lini depan untuk menekan pertahanan lawan.
Meskipun Bahrain datang ke Jakarta dengan kekalahan dari Jepang, tim asuhan Dragan Talajic ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka hanya kebobolan dua gol dari Samurai Biru dan memiliki pertahanan yang cukup solid dengan formasi 4-2-3-1.
Bahrain cenderung bermain lebih defensif, namun mereka bisa dengan cepat beralih ke serangan balik. Mereka sering memanfaatkan kesalahan lawan dan bergerak secara kolektif ketika menyerang. Jepang sendiri kesulitan menembus pertahanan Bahrain meskipun mendominasi permainan.
Timnas Indonesia harus mewaspadai pergerakan gelandang Bahrain yang kerap membantu serangan. Mohamed Marhoon, salah satu pemain andalan mereka, bisa menjadi ancaman bagi pertahanan Indonesia jika tidak dikawal dengan baik.
Meskipun Kluivert ingin Timnas Indonesia tampil menyerang, pertahanan tetap menjadi aspek yang harus diperhatikan. Kekalahan dari Australia dan Jepang menunjukkan bahwa Garuda masih memiliki banyak pekerjaan rumah di lini belakang.
Dalam sesi latihan di Stadion Madya, Minggu (23/3/2025), Kluivert menyatakan kemungkinan adanya perubahan formasi. Namun, ia menegaskan bahwa timnya tetap akan tampil agresif. "Tentu saja ada kemungkinan (perubahan formasi). Tapi kami harus fokus pada kesehatan dan keseimbangan tim. Saya sangat yakin bahwa kami berdiri sebagai sebuah kelompok," ujar pelatih asal Belanda tersebut.
Formasi: 3-4-1-2 atau 4-2-3-1?

Dalam debutnya menghadapi Australia, Kluivert menerapkan formasi 3-4-1-2. Skema ini mengandalkan tiga bek tengah yang kemungkinan besar akan diisi oleh Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner. Strategi ini memungkinkan Timnas Indonesia untuk lebih fleksibel dalam menyerang dan bertahan, terutama dengan dukungan gelandang tengah seperti Ivar Jenner dan Thom Haye.
Namun, dengan hasil buruk saat melawan Australia (1-5) dan Jepang (0-4), Kluivert bisa saja mengubah pendekatannya menjadi 4-2-3-1. Formasi ini lebih menyerang dan memungkinkan Garuda memiliki empat pemain belakang untuk memperkuat pertahanan, serta lini depan yang lebih aktif dalam menekan pertahanan Bahrain.

Jika menggunakan 4-2-3-1, Kevin Diks, Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Calvin Verdonk akan mengisi lini belakang. Thom Haye dan Ivar Jenner akan bertugas sebagai gelandang bertahan yang mendukung serangan. Sementara itu, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Rafael Struick bisa beroperasi di lini depan untuk menekan pertahanan lawan.
Meskipun Bahrain datang ke Jakarta dengan kekalahan dari Jepang, tim asuhan Dragan Talajic ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka hanya kebobolan dua gol dari Samurai Biru dan memiliki pertahanan yang cukup solid dengan formasi 4-2-3-1.
Bahrain cenderung bermain lebih defensif, namun mereka bisa dengan cepat beralih ke serangan balik. Mereka sering memanfaatkan kesalahan lawan dan bergerak secara kolektif ketika menyerang. Jepang sendiri kesulitan menembus pertahanan Bahrain meskipun mendominasi permainan.
Timnas Indonesia harus mewaspadai pergerakan gelandang Bahrain yang kerap membantu serangan. Mohamed Marhoon, salah satu pemain andalan mereka, bisa menjadi ancaman bagi pertahanan Indonesia jika tidak dikawal dengan baik.
Meskipun Kluivert ingin Timnas Indonesia tampil menyerang, pertahanan tetap menjadi aspek yang harus diperhatikan. Kekalahan dari Australia dan Jepang menunjukkan bahwa Garuda masih memiliki banyak pekerjaan rumah di lini belakang.
Lihat Juga :