Jejak Amerika Serikat saat Jadi Tuan Rumah Olahraga yang Repotkan Negara Peserta
Sabtu, 29 Maret 2025 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2021, Kuba harus menarik diri dari ajang Copa America, yaitu Piala Emas, karena masalah visa. Setahun kemudian, tim Haiti, Cavaly AS, harus membatalkan pertandingan mereka melawan New England Revolution, karena tidak dapat memperoleh visa untuk bepergian ke AS dan akibatnya mengundurkan diri dari Liga Champions.
Pada 2023, tim Haiti lainnya, Violette AC, hampir kehilangan kesempatan untuk mengalahkan tim MLS Austin FC yang ternyata merupakan kejutan bersejarah. Pada akhirnya, Violette berhasil mendatangkan cukup banyak pemain ke AS untuk bermain, tetapi hanya bisa menunjuk tiga pemain pengganti.
Kondisi ini disadari betul oleh FIFA. Presiden Gianni Infantino dilaporkan menghabiskan lebih banyak waktu untuk berdiskusi dengan Donald Trump dibandingkan dengan para pemimpin Kanada atau Meksiko.
Hal ini mengindikasikan kekhawatiran FIFA bahwa pembatasan perbatasan AS di Bawah Donald Trump dapat mengganggu kelancaran turnamen yang sangat menguntungkan tersebut. Piala Dunia Antarklub FIFA yang akan digelar di AS pada musim panas ini bisa menjadi ujian awal terkait potensi masalah visa menjelang Piala Dunia 2026.
Namun, lolosnya Iran ke Piala Dunia 2026 dengan bayang-bayang larangan perjalanan Donald Trump menjadi sorotan yang lebih tajam. Amerika Serikat kini terlihat sebagai pilihan tuan rumah yang semakin problematik untuk Piala Dunia 2026.
Seperti halnya kontroversi seputar Qatar 2022 dan Arab Saudi 2034, masalah yang dihadapi saat ini sebenarnya sudah dapat diprediksi dan mencerminkan isu-isu yang lebih luas di luar ranah olahraga. Dunia menanti bagaimana solusi atas permasalahan ini akan ditemukan demi kelancaran pesta sepak bola terbesar sejagat.
Pada 2023, tim Haiti lainnya, Violette AC, hampir kehilangan kesempatan untuk mengalahkan tim MLS Austin FC yang ternyata merupakan kejutan bersejarah. Pada akhirnya, Violette berhasil mendatangkan cukup banyak pemain ke AS untuk bermain, tetapi hanya bisa menunjuk tiga pemain pengganti.
FIFA Bergerak Cepat?
Kondisi ini disadari betul oleh FIFA. Presiden Gianni Infantino dilaporkan menghabiskan lebih banyak waktu untuk berdiskusi dengan Donald Trump dibandingkan dengan para pemimpin Kanada atau Meksiko.
Hal ini mengindikasikan kekhawatiran FIFA bahwa pembatasan perbatasan AS di Bawah Donald Trump dapat mengganggu kelancaran turnamen yang sangat menguntungkan tersebut. Piala Dunia Antarklub FIFA yang akan digelar di AS pada musim panas ini bisa menjadi ujian awal terkait potensi masalah visa menjelang Piala Dunia 2026.
Namun, lolosnya Iran ke Piala Dunia 2026 dengan bayang-bayang larangan perjalanan Donald Trump menjadi sorotan yang lebih tajam. Amerika Serikat kini terlihat sebagai pilihan tuan rumah yang semakin problematik untuk Piala Dunia 2026.
Seperti halnya kontroversi seputar Qatar 2022 dan Arab Saudi 2034, masalah yang dihadapi saat ini sebenarnya sudah dapat diprediksi dan mencerminkan isu-isu yang lebih luas di luar ranah olahraga. Dunia menanti bagaimana solusi atas permasalahan ini akan ditemukan demi kelancaran pesta sepak bola terbesar sejagat.
(yov)
Lihat Juga :