Jon Jones Berpotensi Kantongi Rp827 Miliar Jika Hadapi Francis Ngannou
Sabtu, 29 Maret 2025 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Hardy memuji keunggulan fisik Ngannou. "Apa yang akan saya katakan tentang Francis Ngannou mirip dengan Yoel Romero, dia benar-benar atlet yang luar biasa. Dia memiliki otot yang kuat. Persentase lemak tubuhnya sangat rendah. Dia sangat seimbang secara fisik."
Hardy bahkan berpendapat bahwa Jones saat ini kalah dalam hal ukuran dan kepercayaan diri dibandingkan Aspinall, dan kemungkinan besar juga akan merasakan hal yang sama saat menghadapi kekuatan pukulan Ngannou.
"Jon Jones naik ke kelas berat pada titik ini dalam kariernya, ia masih kalah 30 pon dari Tom Aspinall. Saya pikir Tom mengalahkan Jon Jones pada tahap ini. Hal yang paling melemahkan Jon menurut saya adalah kurangnya rasa percaya dirinya untuk melawan orang-orang ini. Sejujurnya, itu adalah hal terbesar. Jika saya gali lebih dalam, itu adalah kurangnya rasa percaya dirinya untuk melawan Tom Aspinall. Saya rasa Anda pasti akan merasakan hal yang sama tentang Francis Ngannou. Pria itu benar-benar dapat meninju orang. Saya merasa Jon adalah salah satu yang terhebat sepanjang masa. Dalam gambaran kelas berat saat ini, Ngannou vs Aspinall. Mereka adalah dua orang teratas sekarang."
Ngannou sendiri terakhir kali bertarung di PFL pada Oktober 2024, mengalahkan Renan Ferreira di ronde pertama. Hardy mengungkapkan bahwa Ngannou sangat ingin kembali aktif bertarung, baik di MMA maupun tinju.
"Sejauh yang saya pahami, Francis menginginkan beberapa aktivitas, baik itu tinju atau MMA. Saya rasa ia ingin segera bertanding lagi," pungkas Hardy. Ia juga menilai bahwa Ngannou memiliki opsi pertarungan tinju yang menarik dan menguntungkan.
Dengan tawaran USD50 juta dari PFL yang mungkin menggiurkan, serta keinginan Ngannou untuk kembali bertarung, potensi duel akbar antara Jon Jones dan Francis Ngannou kembali menjadi perbincangan hangat. Namun, apakah Jones berani menerima tantangan ini?
Hardy bahkan berpendapat bahwa Jones saat ini kalah dalam hal ukuran dan kepercayaan diri dibandingkan Aspinall, dan kemungkinan besar juga akan merasakan hal yang sama saat menghadapi kekuatan pukulan Ngannou.
"Jon Jones naik ke kelas berat pada titik ini dalam kariernya, ia masih kalah 30 pon dari Tom Aspinall. Saya pikir Tom mengalahkan Jon Jones pada tahap ini. Hal yang paling melemahkan Jon menurut saya adalah kurangnya rasa percaya dirinya untuk melawan orang-orang ini. Sejujurnya, itu adalah hal terbesar. Jika saya gali lebih dalam, itu adalah kurangnya rasa percaya dirinya untuk melawan Tom Aspinall. Saya rasa Anda pasti akan merasakan hal yang sama tentang Francis Ngannou. Pria itu benar-benar dapat meninju orang. Saya merasa Jon adalah salah satu yang terhebat sepanjang masa. Dalam gambaran kelas berat saat ini, Ngannou vs Aspinall. Mereka adalah dua orang teratas sekarang."
Ngannou Siap Kembali Bertarung
Ngannou sendiri terakhir kali bertarung di PFL pada Oktober 2024, mengalahkan Renan Ferreira di ronde pertama. Hardy mengungkapkan bahwa Ngannou sangat ingin kembali aktif bertarung, baik di MMA maupun tinju.
"Sejauh yang saya pahami, Francis menginginkan beberapa aktivitas, baik itu tinju atau MMA. Saya rasa ia ingin segera bertanding lagi," pungkas Hardy. Ia juga menilai bahwa Ngannou memiliki opsi pertarungan tinju yang menarik dan menguntungkan.
Dengan tawaran USD50 juta dari PFL yang mungkin menggiurkan, serta keinginan Ngannou untuk kembali bertarung, potensi duel akbar antara Jon Jones dan Francis Ngannou kembali menjadi perbincangan hangat. Namun, apakah Jones berani menerima tantangan ini?
(yov)
Lihat Juga :