Timo Scheunemann Gembleng Talenta Muda Indonesia Jelang JSSL Singapura 7's
Jum'at, 11 April 2025 - 16:37 WIB
loading...
Sebanyak 24 pemain terbaik yang terjaring dari ajang Soccer Challenge 2024, kelompok usia (U12) dan (U-14) dari delapan kota ini menjalani pemusatan latihan di Supersoccer Arena / Foto: Istimewa
A
A
A
Sebanyak 24 pemain terbaik yang terjaring dari ajang Soccer Challenge 2024, kelompok usia (U12) dan (U-14) dari delapan kota ini menjalani pemusatan latihan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, mulai 6-14 April 2025. Mereka diasah kemampuannya di bawah arahan pelatih berpengalaman, Timo Scheunemann.
Berbagai program latihan komprehensif digeber mulai dari peningkatan fisik seperti lari dan stretching, penguatan teknik dasar seperti bola pantul, passing, overlapping, one-two, hingga pemahaman taktik melalui latihan sistem pertandingan dan free kick. Tak hanya itu, untuk menguji mental dan meningkatkan akselerasi, kedua tim bahkan ditantang berduel dengan tim putra.
"Latihan ini penting agar pemain memahami perannya di lapangan. Sebelum latihan terakhir pada Sabtu (12/4/2025), kami juga akan menggelar latihan segitiga atau trofeo dengan tim putra U-11. Waktu persiapan memang singkat, menjadi tantangan tersendiri untuk melatih dua tim sekaligus sebelum bertolak ke Singapura. Latihan terakhir akan dilaksanakan pada Senin (14/4), dan keesokan harinya kami akan berangkat ke Singapura," ungkap Timo dalam keterangan persnya, Jumat (11/4/2025).
Sebagai Head Coach untuk kedua tim, Timo dibantu oleh jajaran pelatih profesional, termasuk Asep Sunarya (Asisten Pelatih Kepala), Maya Susmita (Asisten Pelatih U-12), Yayat Hidayat (Asisten Pelatih U-14), dan Edi Supriyanto (Manajer Tim). Timo menekankan pentingnya meracik komposisi terbaik di masing-masing tim dengan memaksimalkan potensi setiap pemain di posisi idealnya. Meskipun ini menjadi debut mereka di kancah internasional, Timo memastikan timnya akan bermain dengan formasi menyerang yang tetap solid dalam bertahan.
"Kami mempersiapkan pola menyerang, namun pertahanan yang solid dan sistematis juga menjadi prioritas. Selain itu, teknik individu pemain terus kami benahi. Percuma melatih pola jika umpan dan kontrol bola masih kurang baik," jelas pelatih berlisensi UEFA A ini.
Menatap JSSL Singapore 7’s 2025, turnamen sepak bola remaja terbesar di Asia, Timo menegaskan bahwa tidak ada target juara yang dibebankan kepada para pemain. Baginya, yang terpenting adalah para atlet dapat bermain dengan maksimal dan menikmati setiap pertandingan.
Turnamen ini menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana kemampuan tim asuhannya dibandingkan dengan klub-klub dari negara lain. "Kami ingin melihat potensi talenta muda Indonesia ini, seberapa bagus mereka untuk proyeksi masa depan. Kami ingin mengidentifikasi kelebihan mereka dan melihat apakah kualitas mereka dapat diandalkan sebagai bibit-bibit pemain bintang di masa mendatang. Jadi, fokus kami bukan semata-mata menang, tetapi bagaimana kita bisa mengembangkan mereka menjadi pemain hebat," tegas Timo.
Berbagai program latihan komprehensif digeber mulai dari peningkatan fisik seperti lari dan stretching, penguatan teknik dasar seperti bola pantul, passing, overlapping, one-two, hingga pemahaman taktik melalui latihan sistem pertandingan dan free kick. Tak hanya itu, untuk menguji mental dan meningkatkan akselerasi, kedua tim bahkan ditantang berduel dengan tim putra.
"Latihan ini penting agar pemain memahami perannya di lapangan. Sebelum latihan terakhir pada Sabtu (12/4/2025), kami juga akan menggelar latihan segitiga atau trofeo dengan tim putra U-11. Waktu persiapan memang singkat, menjadi tantangan tersendiri untuk melatih dua tim sekaligus sebelum bertolak ke Singapura. Latihan terakhir akan dilaksanakan pada Senin (14/4), dan keesokan harinya kami akan berangkat ke Singapura," ungkap Timo dalam keterangan persnya, Jumat (11/4/2025).
Sebagai Head Coach untuk kedua tim, Timo dibantu oleh jajaran pelatih profesional, termasuk Asep Sunarya (Asisten Pelatih Kepala), Maya Susmita (Asisten Pelatih U-12), Yayat Hidayat (Asisten Pelatih U-14), dan Edi Supriyanto (Manajer Tim). Timo menekankan pentingnya meracik komposisi terbaik di masing-masing tim dengan memaksimalkan potensi setiap pemain di posisi idealnya. Meskipun ini menjadi debut mereka di kancah internasional, Timo memastikan timnya akan bermain dengan formasi menyerang yang tetap solid dalam bertahan.
"Kami mempersiapkan pola menyerang, namun pertahanan yang solid dan sistematis juga menjadi prioritas. Selain itu, teknik individu pemain terus kami benahi. Percuma melatih pola jika umpan dan kontrol bola masih kurang baik," jelas pelatih berlisensi UEFA A ini.
Menatap JSSL Singapore 7’s 2025, turnamen sepak bola remaja terbesar di Asia, Timo menegaskan bahwa tidak ada target juara yang dibebankan kepada para pemain. Baginya, yang terpenting adalah para atlet dapat bermain dengan maksimal dan menikmati setiap pertandingan.
Turnamen ini menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana kemampuan tim asuhannya dibandingkan dengan klub-klub dari negara lain. "Kami ingin melihat potensi talenta muda Indonesia ini, seberapa bagus mereka untuk proyeksi masa depan. Kami ingin mengidentifikasi kelebihan mereka dan melihat apakah kualitas mereka dapat diandalkan sebagai bibit-bibit pemain bintang di masa mendatang. Jadi, fokus kami bukan semata-mata menang, tetapi bagaimana kita bisa mengembangkan mereka menjadi pemain hebat," tegas Timo.
Lihat Juga :