2 Pelari Indonesia Tatap London Marathon 2025, Galang Dana Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu
Senin, 21 April 2025 - 16:38 WIB
loading...
2 Pelari Indonesia Tatap London Marathon 2025, Galang Dana Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu
A
A
A
LONDON - Sepasang pelari Indonesia, Agung Andrian dan istrinya, Christiana, akan ambil bagian dalam salah satu ajang lari maraton paling bergengsi di dunia, London Marathon 2025 , yang digelar pada Minggu, 27 April. Tak sekadar menantang diri secara fisik, keduanya membawa misi mulia: menggalang dana pendidikan untuk anak-anak kurang mampu di Indonesia.
Ajang ini menempuh rute sejauh 42 kilometer, dimulai dari Greenwich dan berakhir di The Mall, tepat di depan Istana Buckingham, pusat kota London. Bagi Agung, London Marathon menjadi target kelima dalam misinya menyelesaikan seluruh World Marathon Majors. Sebelumnya, ia dan Christiana telah menaklukkan Berlin, Tokyo, Chicago, dan New York.
“Berlari bukan hanya soal kebugaran, tapi juga tentang tumbuh bersama, saling mendukung, dan menciptakan kenangan dalam setiap kilometer,” ujar Agung. “Dari jalanan sepi di masa pandemi, kami melangkah hingga empat World Marathon Major, dan kini bersiap menuntaskan tantangan kelima: London.”
Namun, partisipasi kali ini terasa lebih istimewa. Agung dan Christiana menggandeng organisasi amal Human Aid Initiative yang berbasis di Inggris untuk menggalang donasi yang seluruhnya akan dialokasikan guna mendukung akses pendidikan di wilayah-wilayah rentan di Indonesia.
Direktur Human Aid Initiative, Nurani Susilo, menyambut baik langkah pasangan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Agung dan Christiana. Dana yang terkumpul lewat platform digital akan digunakan untuk program peduli anak dan pembangunan sekolah di daerah yang minim akses pendidikan,” jelasnya.
Nurani menambahkan bahwa partisipasi mereka bukan hanya soal lari, tetapi juga menyuarakan pesan kemanusiaan tentang pentingnya pendidikan yang layak dan masa depan anak-anak di kawasan rentan.
“Kolaborasi ini memperluas jejaring solidaritas global, menunjukkan bahwa setiap langkah kecil di lintasan bisa menjadi harapan besar bagi generasi muda,” tambahnya.
Human Aid Initiative memang kerap menggunakan olahraga sebagai alat perubahan sosial. Pada 2023, mereka bersama lima pesepeda Indonesia sukses menyelesaikan rute London–Amsterdam selama empat hari, melewati Inggris, Prancis, Belgia, dan Belanda untuk tujuan yang sama.
Nilai-nilai ini sejalan dengan keyakinan Agung dan Christiana bahwa ketika dua hati berlari bersama, kebaikan bisa menjangkau lebih jauh.
“Semoga semakin banyak orang terinspirasi untuk menjalani hidup dengan semangat, cinta, kesehatan, dan kepedulian,” kata mereka.
London Marathon tahun ini akan diikuti sekitar 56.000 pelari dari berbagai negara — lebih banyak dibanding New York Marathon 2024 yang mencatat 55.646 peserta. Minat publik terhadap ajang ini sangat tinggi, dengan jumlah pendaftar ballot mencapai 840.318 orang.
Maraton London dikenal bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tapi juga salah satu platform penggalangan dana sosial terbesar di dunia. Pada edisi 2024, tercatat dana sebesar £73,5 juta atau sekitar Rp1,6 triliun berhasil dikumpulkan dari para peserta—rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan.
M. Susilo, Kontributor SINDOnews di London
Ajang ini menempuh rute sejauh 42 kilometer, dimulai dari Greenwich dan berakhir di The Mall, tepat di depan Istana Buckingham, pusat kota London. Bagi Agung, London Marathon menjadi target kelima dalam misinya menyelesaikan seluruh World Marathon Majors. Sebelumnya, ia dan Christiana telah menaklukkan Berlin, Tokyo, Chicago, dan New York.
“Berlari bukan hanya soal kebugaran, tapi juga tentang tumbuh bersama, saling mendukung, dan menciptakan kenangan dalam setiap kilometer,” ujar Agung. “Dari jalanan sepi di masa pandemi, kami melangkah hingga empat World Marathon Major, dan kini bersiap menuntaskan tantangan kelima: London.”
Namun, partisipasi kali ini terasa lebih istimewa. Agung dan Christiana menggandeng organisasi amal Human Aid Initiative yang berbasis di Inggris untuk menggalang donasi yang seluruhnya akan dialokasikan guna mendukung akses pendidikan di wilayah-wilayah rentan di Indonesia.
Direktur Human Aid Initiative, Nurani Susilo, menyambut baik langkah pasangan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Agung dan Christiana. Dana yang terkumpul lewat platform digital akan digunakan untuk program peduli anak dan pembangunan sekolah di daerah yang minim akses pendidikan,” jelasnya.
Nurani menambahkan bahwa partisipasi mereka bukan hanya soal lari, tetapi juga menyuarakan pesan kemanusiaan tentang pentingnya pendidikan yang layak dan masa depan anak-anak di kawasan rentan.
“Kolaborasi ini memperluas jejaring solidaritas global, menunjukkan bahwa setiap langkah kecil di lintasan bisa menjadi harapan besar bagi generasi muda,” tambahnya.
Human Aid Initiative memang kerap menggunakan olahraga sebagai alat perubahan sosial. Pada 2023, mereka bersama lima pesepeda Indonesia sukses menyelesaikan rute London–Amsterdam selama empat hari, melewati Inggris, Prancis, Belgia, dan Belanda untuk tujuan yang sama.
Nilai-nilai ini sejalan dengan keyakinan Agung dan Christiana bahwa ketika dua hati berlari bersama, kebaikan bisa menjangkau lebih jauh.
“Semoga semakin banyak orang terinspirasi untuk menjalani hidup dengan semangat, cinta, kesehatan, dan kepedulian,” kata mereka.
London Marathon tahun ini akan diikuti sekitar 56.000 pelari dari berbagai negara — lebih banyak dibanding New York Marathon 2024 yang mencatat 55.646 peserta. Minat publik terhadap ajang ini sangat tinggi, dengan jumlah pendaftar ballot mencapai 840.318 orang.
Maraton London dikenal bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tapi juga salah satu platform penggalangan dana sosial terbesar di dunia. Pada edisi 2024, tercatat dana sebesar £73,5 juta atau sekitar Rp1,6 triliun berhasil dikumpulkan dari para peserta—rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan.
M. Susilo, Kontributor SINDOnews di London
(sto)
Lihat Juga :