Siapa Petinju Terbaik di Tahun 1920-an?
Selasa, 22 April 2025 - 14:04 WIB
loading...
Dekade 1920-an dikenang sebagai era penuh gemerlap dalam sejarah tinju, sebuah zaman keemasan yang melahirkan legenda-legenda ring tak terlupakan / Foto: World Boxing Association
A
A
A
Dekade 1920-an dikenang sebagai era penuh gemerlap dalam sejarah tinju , sebuah zaman keemasan yang melahirkan legenda-legenda ring tak terlupakan. Namun, di antara para gladiator tangguh itu, siapakah yang pantas menyandang predikat petinju terbaik dekade tersebut?
Jawabannya ternyata tak sesederhana pukulan jab lurus. Beberapa nama besar muncul sebagai kandidat kuat, masing-masing dengan keunggulan dan cerita uniknya sendiri.
Jack Dempsey, sang Ikon kelas berat dengan status juara kelas berat dunia yang digenggamnya nyaris sepanjang dekade (1919-1926), popularitas Dempsey meroket, menjadikannya ikon olahraga yang sejajar dengan bintang baseball legendaris, Babe Ruth.
Baca Juga: Keunikan David Benavidez: Juara WBC-WBA Dunia Tapi Statusnya Penantang Wajib
Gaya bertarungnya yang agresif dan haus akan knockout (KO) membius jutaan penggemar. Namun, tak sedikit kritikus yang mempertanyakan kualitas lawan-lawannya kala itu.
Dempsey menjalani 279 ronde sepanjang kariernya dengan tingkat KO 81.13 persen. Tak hanya di kelas berat saja, di kelas menengah juga ada Harry Greb.
Petinju yang dikenal dengan julukan Kincir Angin Pittsburgh itu, mungkin luput dari sorotan awam namun diagungkan para aficionado tinju. Greb, dengan julukan Pittsburgh Windmill, dikenal sebagai petarung tanpa henti yang menghadapi lawan-lawan elite dalam jumlah laga yang mencengangkan.
Jawabannya ternyata tak sesederhana pukulan jab lurus. Beberapa nama besar muncul sebagai kandidat kuat, masing-masing dengan keunggulan dan cerita uniknya sendiri.
Jack Dempsey, sang Ikon kelas berat dengan status juara kelas berat dunia yang digenggamnya nyaris sepanjang dekade (1919-1926), popularitas Dempsey meroket, menjadikannya ikon olahraga yang sejajar dengan bintang baseball legendaris, Babe Ruth.
Baca Juga: Keunikan David Benavidez: Juara WBC-WBA Dunia Tapi Statusnya Penantang Wajib
Gaya bertarungnya yang agresif dan haus akan knockout (KO) membius jutaan penggemar. Namun, tak sedikit kritikus yang mempertanyakan kualitas lawan-lawannya kala itu.
Dempsey menjalani 279 ronde sepanjang kariernya dengan tingkat KO 81.13 persen. Tak hanya di kelas berat saja, di kelas menengah juga ada Harry Greb.
Petinju yang dikenal dengan julukan Kincir Angin Pittsburgh itu, mungkin luput dari sorotan awam namun diagungkan para aficionado tinju. Greb, dengan julukan Pittsburgh Windmill, dikenal sebagai petarung tanpa henti yang menghadapi lawan-lawan elite dalam jumlah laga yang mencengangkan.
Lihat Juga :