76 Indonesian Downhill 2025: Ternadi Bike Park Jadi Arena Pertempuran Para Downhiller Elite Indonesia
Kamis, 24 April 2025 - 17:24 WIB
loading...
Ajang downhill paling bergengsi di Tanah Air, 76 Indonesian Downhill (IDH), siap mengarungi musim 2025 dengan tantangan yang lebih ekstrem dan format yang lebih seru / Foto: Ist
A
A
A
Ajang downhill paling bergengsi di Tanah Air, 76 Indonesian Downhill (IDH), siap mengarungi musim 2025 dengan tantangan yang lebih ekstrem dan format yang lebih seru. Seri perdana dipastikan akan menguji nyali para downhiller elite Indonesia di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, pada 2-4 Mei 2025 mendatang.
Agnes Wuisan dari 76 Rider selaku penyelenggara mengungkapkan bahwa 76 IDH 2025 akan menyajikan banyak peningkatan dan kejutan yang berbeda dari musim sebelumnya. Salah satu yang paling dinanti adalah kembalinya cabang Urban Downhill setelah terakhir kali digelar pada tahun 2019.
Tak hanya itu, disiplin Cross Country (IXC) juga akan turut meramaikan agenda 76 IDH tahun ini. "Ada banyak improvement yang kami lakukan di 76 Indonesian Downhill Season 2025 ini, baik dari sisi agenda ataupun hal-hal yang sifatnya lebih teknikal," tutur Agnes dalam keterangan persnya, Kamis (24/4/2025).
"Tujuannya kita ingin memberikan tantangan dan level kompetisi yang paling maksimal buat para downhiller yang berlaga. Maka kami optimis tahun ini persaingannya bakal beda, makin seru dan makin menarik buat disaksikan," sambung Agnes.
Rencananya, 76 Indonesian Downhill 2025 akan menggelar tiga seri downhill yang menantang. Berikut Jadwalnya:
Seri 1: Ternadi Bike Park, Kudus (2-4 Mei 2025)
Seri 2: Klangon Bike Park, Sleman (8-10 Agustus 2025)
Seri 3: Klemuk Bike Park, Batu (24-26 Oktober 2025)
Sementara itu, 76 IDH Urban 2025 sebagai kompetisi non-seri yang unik akan diadakan dua kali di lokasi yang berbeda yakni di Desa New Selo, Boyolali (20-22 Juni 2025) dan Desa Ngadiwono, Pasuruan (12-14 September 2025). Khusus untuk disiplin Cross Country (XC), perlombaan akan diselenggarakan bersamaan dengan seri kedua IDH di Klangon Bike Park (8-10 Agustus 2025).
Wadah Prestasi Urban DH dan XC, Dorong Sport Tourism!
Agnes Wuisan menyayangkan minimnya kompetisi profesional untuk Urban Downhill dan Cross Country di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, padahal potensi dan prestasi atletnya cukup membanggakan. Ia yakin kembalinya kedua disiplin ini di 76 IDH akan mendapat respons positif dan diikuti banyak atlet, termasuk dari mancanegara.
"Kita ingin menghadirkan kompetisi yang profesional untuk para pebalap sepeda gunung di Indonesia. Sebagai wadah prestasi bagi atlet-atlet urban downhill dan XC yang antusiasme dan peminatnya sangat tinggi. Semuanya juga dikemas dengan unsur sportainment yang kuat, sebagai tontonan yang seru dan menarik, sekaligus mendorong sports tourism," imbuhnya.
Ternadi Bike Park: Lintasan Ekstrem Berstandar UCI Siap Menguji Nyali
Event Director 76 Indonesian Downhill, Aditya Nugraha, menjelaskan bahwa Ternadi Bike Park di Kudus adalah pilihan venue yang tepat untuk membuka musim 2025. Dengan kualifikasi Union Cycliste Internationale (UCI) level C1, lintasan di lereng Gunung Muria ini diakui secara global memiliki karakteristik ekstrem yang dibutuhkan untuk kompetisi downhill tingkat tinggi.
Dengan panjang sekitar 2,3 kilometer dan lebar 1,5 meter, lintasan Ternadi menyajikan beragam rintangan menantang dari sisi elevasi maupun karakter lintasan. Status C1 juga berarti para juara di Ternadi akan mengamankan 40 poin ranking UCI, diikuti 30 poin untuk posisi kedua dan 20 poin untuk posisi ketiga.
"Ternadi selalu menyajikan tantangan dan kesulitan yang berbeda. Meskipun secara teknis tidak ada perubahan yang kami lakukan di lintasan dan obstacle, tapi alam dan cuaca kerap jadi faktor penentu. Di alam terbuka selalu ada perubahan-perubahan alami di lintasan seperti bebatuan, akar pohon, atau lubang. Ini yang menjadi tantangan buat para downhiller melakukan antisipasi dan strategi yang lebih baik," ungkap Aditya.
Berada di ketinggian 1.100 mdpl di titik start dan 600 mdpl di garis finish, Ternadi Bike Park memiliki berbagai obstacle section yang menguras stamina dan memacu adrenalin, mulai dari drop, double jump, table top, hingga rock garden yang ganas, serta drop off to wall ride yang cepat dan mengalir. Tahun ini, 76 Indonesian Downhill akan mempertandingkan total 10 kelas, termasuk kelas utama Men Elite dan Women Elite, serta kelas lainnya seperti Men Junior, Master, Sport, dan Youth.
Jelang seri perdana di Ternadi Bike Park, sejumlah downhiller elite Indonesia telah mengonfirmasi partisipasinya. Tensi tinggi dan persaingan sengit sudah terasa, terutama di kelas utama Men Elite. Kemenangan di Ternadi akan menjadi modal awal yang krusial untuk meraih gelar juara umum 76 Indonesian Downhill 2025.
M. Abdul Hakim, downhiller andalan Team 76 Rider DH Squad yang berasal dari Kudus, memiliki misi khusus untuk meraih kemenangan di kandang sendiri. Ia bertekad untuk menebus kesalahannya di final run tahun lalu. Dengan persiapan yang lebih matang, pria yang akrab disapa Jambol ini optimis bisa meraih gelar juara seri perdana.
"Saya akui hasil tahun lalu di Ternadi memang kurang bagus. Karena hujan saya beberapa kali tergelincir. Tapi menghadapi seri pertama di Ternadi, persiapan saya sudah sangat matang. Mulai dari upgrade fisik, antisipasi cuaca dengan sparepart yang mendukung, sampai berulang kali latihan di trek Ternadi," ungkapnya penuh tekad.
Meski begitu, Jambol juga mewaspadai rival-rivalnya di kelas Men Elite seperti juara bertahan Rendy Varera Sanjaya, Andy Prayoga, Agung Prio Apriliano, hingga Salman Alparishi yang dinilainya semakin berkembang pesat. Ia bahkan memiliki strategi khusus untuk memantau setiap sudut lintasan Ternadi, terutama obstacle kayu drop off to wall ride.
Siap menyaksikan aksi para downhiller terbaik Indonesia menaklukkan keganasan Ternadi Bike Park? Jangan lewatkan seri pembuka 76 Indonesian Downhill 2025 pada 2-4 Mei 2025! Bersiaplah untuk menyaksikan pertarungan sengit, aksi-aksi mendebarkan, dan lahirnya juara baru di lintasan paling ekstrem Tanah Air!
Agnes Wuisan dari 76 Rider selaku penyelenggara mengungkapkan bahwa 76 IDH 2025 akan menyajikan banyak peningkatan dan kejutan yang berbeda dari musim sebelumnya. Salah satu yang paling dinanti adalah kembalinya cabang Urban Downhill setelah terakhir kali digelar pada tahun 2019.
Tak hanya itu, disiplin Cross Country (IXC) juga akan turut meramaikan agenda 76 IDH tahun ini. "Ada banyak improvement yang kami lakukan di 76 Indonesian Downhill Season 2025 ini, baik dari sisi agenda ataupun hal-hal yang sifatnya lebih teknikal," tutur Agnes dalam keterangan persnya, Kamis (24/4/2025).
"Tujuannya kita ingin memberikan tantangan dan level kompetisi yang paling maksimal buat para downhiller yang berlaga. Maka kami optimis tahun ini persaingannya bakal beda, makin seru dan makin menarik buat disaksikan," sambung Agnes.
Rencananya, 76 Indonesian Downhill 2025 akan menggelar tiga seri downhill yang menantang. Berikut Jadwalnya:
Seri 1: Ternadi Bike Park, Kudus (2-4 Mei 2025)
Seri 2: Klangon Bike Park, Sleman (8-10 Agustus 2025)
Seri 3: Klemuk Bike Park, Batu (24-26 Oktober 2025)
Sementara itu, 76 IDH Urban 2025 sebagai kompetisi non-seri yang unik akan diadakan dua kali di lokasi yang berbeda yakni di Desa New Selo, Boyolali (20-22 Juni 2025) dan Desa Ngadiwono, Pasuruan (12-14 September 2025). Khusus untuk disiplin Cross Country (XC), perlombaan akan diselenggarakan bersamaan dengan seri kedua IDH di Klangon Bike Park (8-10 Agustus 2025).
Wadah Prestasi Urban DH dan XC, Dorong Sport Tourism!
Agnes Wuisan menyayangkan minimnya kompetisi profesional untuk Urban Downhill dan Cross Country di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, padahal potensi dan prestasi atletnya cukup membanggakan. Ia yakin kembalinya kedua disiplin ini di 76 IDH akan mendapat respons positif dan diikuti banyak atlet, termasuk dari mancanegara.
"Kita ingin menghadirkan kompetisi yang profesional untuk para pebalap sepeda gunung di Indonesia. Sebagai wadah prestasi bagi atlet-atlet urban downhill dan XC yang antusiasme dan peminatnya sangat tinggi. Semuanya juga dikemas dengan unsur sportainment yang kuat, sebagai tontonan yang seru dan menarik, sekaligus mendorong sports tourism," imbuhnya.
Ternadi Bike Park: Lintasan Ekstrem Berstandar UCI Siap Menguji Nyali
Event Director 76 Indonesian Downhill, Aditya Nugraha, menjelaskan bahwa Ternadi Bike Park di Kudus adalah pilihan venue yang tepat untuk membuka musim 2025. Dengan kualifikasi Union Cycliste Internationale (UCI) level C1, lintasan di lereng Gunung Muria ini diakui secara global memiliki karakteristik ekstrem yang dibutuhkan untuk kompetisi downhill tingkat tinggi.
Dengan panjang sekitar 2,3 kilometer dan lebar 1,5 meter, lintasan Ternadi menyajikan beragam rintangan menantang dari sisi elevasi maupun karakter lintasan. Status C1 juga berarti para juara di Ternadi akan mengamankan 40 poin ranking UCI, diikuti 30 poin untuk posisi kedua dan 20 poin untuk posisi ketiga.
"Ternadi selalu menyajikan tantangan dan kesulitan yang berbeda. Meskipun secara teknis tidak ada perubahan yang kami lakukan di lintasan dan obstacle, tapi alam dan cuaca kerap jadi faktor penentu. Di alam terbuka selalu ada perubahan-perubahan alami di lintasan seperti bebatuan, akar pohon, atau lubang. Ini yang menjadi tantangan buat para downhiller melakukan antisipasi dan strategi yang lebih baik," ungkap Aditya.
Berada di ketinggian 1.100 mdpl di titik start dan 600 mdpl di garis finish, Ternadi Bike Park memiliki berbagai obstacle section yang menguras stamina dan memacu adrenalin, mulai dari drop, double jump, table top, hingga rock garden yang ganas, serta drop off to wall ride yang cepat dan mengalir. Tahun ini, 76 Indonesian Downhill akan mempertandingkan total 10 kelas, termasuk kelas utama Men Elite dan Women Elite, serta kelas lainnya seperti Men Junior, Master, Sport, dan Youth.
Jelang seri perdana di Ternadi Bike Park, sejumlah downhiller elite Indonesia telah mengonfirmasi partisipasinya. Tensi tinggi dan persaingan sengit sudah terasa, terutama di kelas utama Men Elite. Kemenangan di Ternadi akan menjadi modal awal yang krusial untuk meraih gelar juara umum 76 Indonesian Downhill 2025.
M. Abdul Hakim, downhiller andalan Team 76 Rider DH Squad yang berasal dari Kudus, memiliki misi khusus untuk meraih kemenangan di kandang sendiri. Ia bertekad untuk menebus kesalahannya di final run tahun lalu. Dengan persiapan yang lebih matang, pria yang akrab disapa Jambol ini optimis bisa meraih gelar juara seri perdana.
"Saya akui hasil tahun lalu di Ternadi memang kurang bagus. Karena hujan saya beberapa kali tergelincir. Tapi menghadapi seri pertama di Ternadi, persiapan saya sudah sangat matang. Mulai dari upgrade fisik, antisipasi cuaca dengan sparepart yang mendukung, sampai berulang kali latihan di trek Ternadi," ungkapnya penuh tekad.
Meski begitu, Jambol juga mewaspadai rival-rivalnya di kelas Men Elite seperti juara bertahan Rendy Varera Sanjaya, Andy Prayoga, Agung Prio Apriliano, hingga Salman Alparishi yang dinilainya semakin berkembang pesat. Ia bahkan memiliki strategi khusus untuk memantau setiap sudut lintasan Ternadi, terutama obstacle kayu drop off to wall ride.
Siap menyaksikan aksi para downhiller terbaik Indonesia menaklukkan keganasan Ternadi Bike Park? Jangan lewatkan seri pembuka 76 Indonesian Downhill 2025 pada 2-4 Mei 2025! Bersiaplah untuk menyaksikan pertarungan sengit, aksi-aksi mendebarkan, dan lahirnya juara baru di lintasan paling ekstrem Tanah Air!
(yov)
Lihat Juga :