Kisah Penobatan Liverpool Juara Liga Inggris di Anfield dan Penantian 35 Tahun Berakhir
Senin, 28 April 2025 - 09:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Liverpool Pecahkan Rekor Gol yang Bertahan Selama 129 Tahun
Saat pesta di lapangan dimulai, para pemain Liverpool berlari liar menuju The Kop. Slot, dengan mengenakan kaus merah kebanggaan, memberikan kepalan tangan ala Klopp yang telah dirindukan para penggemar selama delapan bulan terakhir.
Satu per satu pemain dipanggil ke depan untuk menerima standing ovation. Masa depan Trent Alexander-Arnold mungkin menjadi spekulasi, namun hari itu Anfield adalah pusat dunianya. Masa depan bisa menunggu.
"Jika melihat ke belakang, saya menikmati hari itu. Anda bisa melihat dari mata mereka betapa berartinya hari itu bagi mereka. Mustahil bagi kami untuk tidak meraih poin atau menang hari ini," ujar Slot kepada BBC Radio 5 Live.
"Apa lagi yang bisa dikatakan? Sungguh luar biasa. Mulai saat ini, saya menjadi bagian dari sejarah klub sepak bola hebat ini."
![Kisah Penobatan Liverpool Juara Liga Inggris di Anfield dan Penantian 35 Tahun Berakhir]()
Foto: Sky News
Anfield akhirnya menjadi saksi perayaan gelar di hadapan pendukung setia mereka sendiri, di stadion kebanggaan mereka, di depan The Kop yang legendaris. Terakhir kali sensasi serupa dirasakan adalah pada 28 April 1990, ketika Sir Kenny Dalglish, yang turut menyaksikan dari tribun direktur, memimpin Liverpool meraih kemenangan atas Queens Park Rangers.
Juergen Klopp memang telah mengantarkan gelar Liga Inggris pada 2020, namun perayaannya kala itu terasa hambar di tengah pandemi Covid-19, hanya dihadiri keluarga dan teman-teman di Anfield yang sunyi. Hal inilah yang menjelaskan luapan emosi yang membuncah saat peluit akhir berbunyi, emosi yang telah memuncak sejak beberapa jam sebelum kick-off.
Saat pesta di lapangan dimulai, para pemain Liverpool berlari liar menuju The Kop. Slot, dengan mengenakan kaus merah kebanggaan, memberikan kepalan tangan ala Klopp yang telah dirindukan para penggemar selama delapan bulan terakhir.
Satu per satu pemain dipanggil ke depan untuk menerima standing ovation. Masa depan Trent Alexander-Arnold mungkin menjadi spekulasi, namun hari itu Anfield adalah pusat dunianya. Masa depan bisa menunggu.
"Jika melihat ke belakang, saya menikmati hari itu. Anda bisa melihat dari mata mereka betapa berartinya hari itu bagi mereka. Mustahil bagi kami untuk tidak meraih poin atau menang hari ini," ujar Slot kepada BBC Radio 5 Live.
"Apa lagi yang bisa dikatakan? Sungguh luar biasa. Mulai saat ini, saya menjadi bagian dari sejarah klub sepak bola hebat ini."

Foto: Sky News
Tiga Setengah Abad
Anfield akhirnya menjadi saksi perayaan gelar di hadapan pendukung setia mereka sendiri, di stadion kebanggaan mereka, di depan The Kop yang legendaris. Terakhir kali sensasi serupa dirasakan adalah pada 28 April 1990, ketika Sir Kenny Dalglish, yang turut menyaksikan dari tribun direktur, memimpin Liverpool meraih kemenangan atas Queens Park Rangers.
Juergen Klopp memang telah mengantarkan gelar Liga Inggris pada 2020, namun perayaannya kala itu terasa hambar di tengah pandemi Covid-19, hanya dihadiri keluarga dan teman-teman di Anfield yang sunyi. Hal inilah yang menjelaskan luapan emosi yang membuncah saat peluit akhir berbunyi, emosi yang telah memuncak sejak beberapa jam sebelum kick-off.
Lihat Juga :