Seberapa Kaya Daniel Dubois? Ternyata Segini Angkanya...
Kamis, 01 Mei 2025 - 19:09 WIB
loading...
Dari sasana kumuh di Greenwich, London, Daniel Dubois menjelma menjadi salah satu prospek paling menarik di kancah tinju kelas berat dunia / Foto: Radio Times
A
A
A
Dari sasana kumuh di Greenwich, London, Daniel Dubois menjelma menjadi salah satu prospek paling menarik di kancah tinju kelas berat dunia. Lahir pada 6 September 1997, semangat bertinjunya berkobar sejak belia, dipicu oleh inspirasi dari sang ayah, Martin Dubois.
Didikan keras dalam keluarga kelas pekerja menempa etos kerja dan fondasi kuat bagi kariernya di atas ring. Inilah yang membuat petinju berjuluk Dynamite dengan cepat mencuri perhatian di level amatir, memamerkan kekuatan mentah, dan gaya bertarung agresif yang menjadi ciri khasnya.
Debut profesionalnya pada 2017 menandai awal dari perjalanan yang eksplosif. Di bawah bendera promotor ternama Frank Warren, Dynamite langsung membuktikan kualitasnya dengan serangkaian kemenangan KO yang mencengangkan.
Baca Juga: Saul Canelo Alvarez Balas Kesombongan William Scull
Kecepatan dan kekuatan pukulan Dubois, yang luar biasa untuk ukuran kelas berat, membuatnya dijuluki Dynamite, dan dengan cepat menjadikannya penantang serius di divisinya. Namun, laju mulus Dubois terhenti pada November 2020 dalam pertarungan yang sangat dinanti melawan Joe Joyce.
Kekalahan TKO di ronde ke-10, akibat cedera mata serius, menjadi pil pahit yang harus ditelan. Namun, momen itu justru menguji ketahanan mental Dubois. Alih-alih terpuruk, ia memilih bangkit lebih kuat. Setelah masa pemulihan dan fokus ulang, Dubois kembali ke ring pada 2021, mengalahkan Bogdan Dinu dan perlahan membangun kembali momentumnya, menunjukkan tanda-tanda petarung yang dulu diprediksi akan merajai kelas berat.
Pada Agustus 2023 menjadi babak baru dalam karier Dubois. Ia naik ring menghadapi juara dunia kelas berat saat ini, Oleksandr Usyk. Pertarungan berjalan sengit dan diwarnai kontroversi di ronde kelima. Pukulan Dubois ke arah tubuh Usyk dianggap low blow oleh wasit, memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan analis yang banyak berpendapat pukulan itu sah.
Didikan keras dalam keluarga kelas pekerja menempa etos kerja dan fondasi kuat bagi kariernya di atas ring. Inilah yang membuat petinju berjuluk Dynamite dengan cepat mencuri perhatian di level amatir, memamerkan kekuatan mentah, dan gaya bertarung agresif yang menjadi ciri khasnya.
Debut profesionalnya pada 2017 menandai awal dari perjalanan yang eksplosif. Di bawah bendera promotor ternama Frank Warren, Dynamite langsung membuktikan kualitasnya dengan serangkaian kemenangan KO yang mencengangkan.
Baca Juga: Saul Canelo Alvarez Balas Kesombongan William Scull
Kecepatan dan kekuatan pukulan Dubois, yang luar biasa untuk ukuran kelas berat, membuatnya dijuluki Dynamite, dan dengan cepat menjadikannya penantang serius di divisinya. Namun, laju mulus Dubois terhenti pada November 2020 dalam pertarungan yang sangat dinanti melawan Joe Joyce.
Kekalahan TKO di ronde ke-10, akibat cedera mata serius, menjadi pil pahit yang harus ditelan. Namun, momen itu justru menguji ketahanan mental Dubois. Alih-alih terpuruk, ia memilih bangkit lebih kuat. Setelah masa pemulihan dan fokus ulang, Dubois kembali ke ring pada 2021, mengalahkan Bogdan Dinu dan perlahan membangun kembali momentumnya, menunjukkan tanda-tanda petarung yang dulu diprediksi akan merajai kelas berat.
Pada Agustus 2023 menjadi babak baru dalam karier Dubois. Ia naik ring menghadapi juara dunia kelas berat saat ini, Oleksandr Usyk. Pertarungan berjalan sengit dan diwarnai kontroversi di ronde kelima. Pukulan Dubois ke arah tubuh Usyk dianggap low blow oleh wasit, memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan analis yang banyak berpendapat pukulan itu sah.
Lihat Juga :