Profil Simone Inzaghi, Iblis Piacenza Guncang Panggung Liga Champions
Rabu, 07 Mei 2025 - 07:07 WIB
loading...
Simone Inzaghi kini menuliskan babak baru dalam karier kepelatihannya bersama Inter Milan / Foto: Sempreinter
A
A
A
Simone Inzaghi kini menuliskan babak baru dalam karier kepelatihannya bersama Inter Milan . Keberhasilan mengantarkan Nerazzurri melaju ke final Liga Champions 2024/2025, usai menaklukkan Barcelona dengan agregat 7-6 (4-3 di leg kedua), menjadi bukti nyata sentuhan emasnya di Giuseppe Meazza.
Kemenangan dramatis atas Blaugrana semakin memperpanjang rekor tak terkalahkan Inter di kandang menjadi 17 pertandingan. Catatan fenomenal ini adalah buah dari tangan dingin Inzaghi, yang mampu meramu taktik jitu dan membangkitkan mentalitas juara dalam diri para pemain.
Sejak menukangi Inter pada musim 2021/2022, Inzaghi telah membawa Nerazzurri menjadi salah satu kekuatan dominan di Eropa. Statistik mencatat, Inter kini sejajar dengan Real Madrid sebagai dua klub yang paling sering mencapai final Liga Champions dalam empat musim terakhir, yakni dua kali.
Baca Juga: Perjalanan Inter Milan Menuju Final Liga Champions UEFA: Akankah Kisah 15 Tahun Lalu Terulang?
Kini, Inzaghi berada di ambang torehan sejarah lain. Jika ia mampu membawa Lautaro Martinez dan kolega meraih trofi Liga Champions musim ini, ia akan dielu-elukan sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah klub.
"Ini membutuhkan Inter yang super, jadi saya memuji para pemain saya karena menampilkan dua penampilan luar biasa dalam dua leg. Itu adalah satu-satunya cara untuk mencapai Final," ujar Inzaghi kepada Sky Sport Italia dengan nada bangga. "Saya sangat bangga menjadi pelatih mereka, karena mereka memberikan segalanya dan mereka yang turun dari bangku cadangan juga memiliki sikap yang tepat."
Inzaghi juga menyoroti semangat juang timnya. "Mereka harus menikmati setiap momen di depan para penggemar ini, kami benar-benar bahagia. Mereka teladan. Saya memberi tahu para pemain untuk percaya, bahwa kami dapat mencoba membatasi Barcelona, meskipun itu tidak mudah dilakukan. Kami memiliki Lautaro, Dumfries, dan Frattesi yang tidak fit 100 persen, jadi kami harus menggunakan hati kami untuk melewati setiap rintangan."
Kemenangan dramatis atas Blaugrana semakin memperpanjang rekor tak terkalahkan Inter di kandang menjadi 17 pertandingan. Catatan fenomenal ini adalah buah dari tangan dingin Inzaghi, yang mampu meramu taktik jitu dan membangkitkan mentalitas juara dalam diri para pemain.
Sejak menukangi Inter pada musim 2021/2022, Inzaghi telah membawa Nerazzurri menjadi salah satu kekuatan dominan di Eropa. Statistik mencatat, Inter kini sejajar dengan Real Madrid sebagai dua klub yang paling sering mencapai final Liga Champions dalam empat musim terakhir, yakni dua kali.
Baca Juga: Perjalanan Inter Milan Menuju Final Liga Champions UEFA: Akankah Kisah 15 Tahun Lalu Terulang?
Kini, Inzaghi berada di ambang torehan sejarah lain. Jika ia mampu membawa Lautaro Martinez dan kolega meraih trofi Liga Champions musim ini, ia akan dielu-elukan sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah klub.
"Ini membutuhkan Inter yang super, jadi saya memuji para pemain saya karena menampilkan dua penampilan luar biasa dalam dua leg. Itu adalah satu-satunya cara untuk mencapai Final," ujar Inzaghi kepada Sky Sport Italia dengan nada bangga. "Saya sangat bangga menjadi pelatih mereka, karena mereka memberikan segalanya dan mereka yang turun dari bangku cadangan juga memiliki sikap yang tepat."
Inzaghi juga menyoroti semangat juang timnya. "Mereka harus menikmati setiap momen di depan para penggemar ini, kami benar-benar bahagia. Mereka teladan. Saya memberi tahu para pemain untuk percaya, bahwa kami dapat mencoba membatasi Barcelona, meskipun itu tidak mudah dilakukan. Kami memiliki Lautaro, Dumfries, dan Frattesi yang tidak fit 100 persen, jadi kami harus menggunakan hati kami untuk melewati setiap rintangan."
Lihat Juga :