Malaysia Masuk Daftar Turnamen Mini September, Erick Thohir: Kalau Enggak Mau ya Enggak Apa-apa
Rabu, 07 Mei 2025 - 14:04 WIB
loading...
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan rencana Timnas Indonesia untuk menggelar turnamen mini pada agenda FIFA Matchday periode September 2025 / Foto: PSSI
A
A
A
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan rencana Timnas Indonesia untuk menggelar turnamen mini pada agenda FIFA Matchday periode September 2025. Salah satu kandidat lawan yang diincar adalah rival klasik, Malaysia.
Timnas Indonesia saat ini tengah fokus berjuang di Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dua laga krusial melawan China (5 Juni) dan Jepang (10 Juni) akan menentukan nasib Skuad Garuda untuk melaju ke babak keempat. Meski hasil di bulan Juni belum diketahui, PSSI sudah menyiapkan berbagai skenario untuk mematangkan persiapan tim.
Salah satunya adalah dengan menggelar turnamen mini yang melibatkan dua negara. Kuwait dan Lebanon telah memberikan respons positif terhadap undangan tersebut.
Baca Juga: Timnas Indonesia Terima Tawaran Uji Coba Lawan Rusia, Erick Thohir: Tahun Depan Boleh!
"Jadi kita kan memang di bulan September itu ada slot FIFA matchday. Dan saya tidak tahu hasilnya bulan Juni [di kualifikasi piala dunia] seperti apa, kita kan harus optimis. Ya mendapatkan poin sebanyak-banyaknya. Mendapat poin sebanyak-banyaknya juga itu kan bisa ranking 2, 3, 4," kata Erick.
"Artinya jendela di Oktober, November kita harus juga siapkan. Kalau sampai kita masuk kualifikasi round berikutnya. Nah September kosong. Artinya kita harus isi dengan uji coba. Kenapa kita pilih misalnya negara seperti Lebanon, Kuwait atau negara Timur Tengah, siapapun. Yang hari ini respon Lebanon dan Kuwait," sambungnya.
Erick menjelaskan bahwa uji coba melawan negara-negara Timur Tengah sangat penting sebagai persiapan menghadapi potensi lawan di babak keempat kualifikasi. "Kita sedang lihat siapa yang cocok. Nanti pelatih nasional akan lihat. Nah untuk juga persiapan kalau dilihat dari hitung-hitungan kan lebih banyak negara-negara Timur Tengah. Jadi kita harus ada uji coba atau tanding dengan mereka (negara Timur Tengah)," tuturnya.
Timnas Indonesia saat ini tengah fokus berjuang di Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dua laga krusial melawan China (5 Juni) dan Jepang (10 Juni) akan menentukan nasib Skuad Garuda untuk melaju ke babak keempat. Meski hasil di bulan Juni belum diketahui, PSSI sudah menyiapkan berbagai skenario untuk mematangkan persiapan tim.
Salah satunya adalah dengan menggelar turnamen mini yang melibatkan dua negara. Kuwait dan Lebanon telah memberikan respons positif terhadap undangan tersebut.
Baca Juga: Timnas Indonesia Terima Tawaran Uji Coba Lawan Rusia, Erick Thohir: Tahun Depan Boleh!
"Jadi kita kan memang di bulan September itu ada slot FIFA matchday. Dan saya tidak tahu hasilnya bulan Juni [di kualifikasi piala dunia] seperti apa, kita kan harus optimis. Ya mendapatkan poin sebanyak-banyaknya. Mendapat poin sebanyak-banyaknya juga itu kan bisa ranking 2, 3, 4," kata Erick.
"Artinya jendela di Oktober, November kita harus juga siapkan. Kalau sampai kita masuk kualifikasi round berikutnya. Nah September kosong. Artinya kita harus isi dengan uji coba. Kenapa kita pilih misalnya negara seperti Lebanon, Kuwait atau negara Timur Tengah, siapapun. Yang hari ini respon Lebanon dan Kuwait," sambungnya.
Erick menjelaskan bahwa uji coba melawan negara-negara Timur Tengah sangat penting sebagai persiapan menghadapi potensi lawan di babak keempat kualifikasi. "Kita sedang lihat siapa yang cocok. Nanti pelatih nasional akan lihat. Nah untuk juga persiapan kalau dilihat dari hitung-hitungan kan lebih banyak negara-negara Timur Tengah. Jadi kita harus ada uji coba atau tanding dengan mereka (negara Timur Tengah)," tuturnya.
Lihat Juga :