Kekayaan Paddy Pimblett Meroket, Siap Jadi Superstar UFC?
Jum'at, 09 Mei 2025 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Awal karier Pimblett di UFC terbilang sangat aktif. Debutnya terjadi pada September 2021 melawan Luigi Vendramini. Kemenangan di panggung Amerika tersebut langsung melambungkan namanya, terutama berkat wawancara pasca-pertarungannya yang penuh daya tarik.
Pimblett kemudian dianggap sebagai bintang yang menjanjikan di Inggris. Dua pertarungan berikutnya menjadi laga utama di UFC London, menarik antusiasme besar penggemar saat ia menghadapi Kazula Vargas (Maret 2022) dan mencekik Jordan Leavitt (Juli 2022). Kesuksesan acara-acara di Inggris yang ia bantu bangun membuat UFC semakin sering menggelar pertarungan di sana.
Namun, kontroversi mewarnai kemenangannya atas veteran Jared Gordon, di mana ia dinyatakan menang angka meskipun statistik pertarungan merugikannya. Setelah absen setahun akibat cedera, Pimblett kembali dan mengalahkan Tony Ferguson (akhir 2023), memperpanjang rekor tak terkalahkannya di UFC menjadi 4-0. Di UFC 304 tahun 2024, ia mengalahkan King Green melalui submission, sebelum mengalahkan bintang berpengalaman Michael Chandler di UFC 314 melalui submission brutal.
Pendapatan Pimblett di UFC menjadi topik perbincangan hangat, mengingat popularitasnya yang meroket setelah tujuh pertarungan. Di dua laga awalnya, ia menerima gaji pokok USD12.000 per pertarungan, standar bagi petarung UFC, bahkan jika kalah. Namun, ia kemudian meraih bonus performa dan kemenangan sebesar USD62.000 untuk dua kemenangan pertamanya atas Vendramini dan Vargas.
Dampak besar Pimblett pada promosi UFC sejak awal kariernya jelas membutuhkan kontrak baru yang lebih menguntungkan. Ia kemudian menandatangani kesepakatan baru dengan gaji pokok USD150.000 per pertarungan. Ini berlaku untuk penampilannya melawan Jordan Leavitt di UFC London, di mana ia membawa pulang USD350.000 termasuk bonus kemenangan.
Penghasilannya sempat sedikit menurun saat menang melawan Ferguson (USD158.500). Namun, sebelum pertarungannya melawan King Green, Pimblett mengumumkan penandatanganan kontrak UFC lainnya dengan angka yang dirahasiakan. Dilaporkan bahwa pertarungannya melawan Green menghasilkan $200.000 di muka, angka yang kemungkinan akan dilampaui oleh penghasilannya saat melawan Chandler.
Menurut berbagai sumber, kekayaan bersih Pimblett diperkirakan mencapai USD5 juta (Rp49 miliar) pada tahun 2025. Ini sebagian besar berkat kariernya yang sukses di UFC, di mana ia telah mengumpulkan lebih dari USD2 juta (Rp33 miliar) dari hadiah uang saja.
Dengan profil dan kariernya yang terus berkembang, ia berpotensi mendapatkan kontrak baru yang lebih besar di masa depan. Penghasilan besar dari sponsor dan sumber pendapatan lainnya juga berkontribusi signifikan terhadap kekayaan bersihnya.
Pimblett kemudian dianggap sebagai bintang yang menjanjikan di Inggris. Dua pertarungan berikutnya menjadi laga utama di UFC London, menarik antusiasme besar penggemar saat ia menghadapi Kazula Vargas (Maret 2022) dan mencekik Jordan Leavitt (Juli 2022). Kesuksesan acara-acara di Inggris yang ia bantu bangun membuat UFC semakin sering menggelar pertarungan di sana.
Namun, kontroversi mewarnai kemenangannya atas veteran Jared Gordon, di mana ia dinyatakan menang angka meskipun statistik pertarungan merugikannya. Setelah absen setahun akibat cedera, Pimblett kembali dan mengalahkan Tony Ferguson (akhir 2023), memperpanjang rekor tak terkalahkannya di UFC menjadi 4-0. Di UFC 304 tahun 2024, ia mengalahkan King Green melalui submission, sebelum mengalahkan bintang berpengalaman Michael Chandler di UFC 314 melalui submission brutal.
Total Pendapatan Pertarungan dan Uang Tunai: Lebih dari Sekadar Kemenangan di Oktagon
Pendapatan Pimblett di UFC menjadi topik perbincangan hangat, mengingat popularitasnya yang meroket setelah tujuh pertarungan. Di dua laga awalnya, ia menerima gaji pokok USD12.000 per pertarungan, standar bagi petarung UFC, bahkan jika kalah. Namun, ia kemudian meraih bonus performa dan kemenangan sebesar USD62.000 untuk dua kemenangan pertamanya atas Vendramini dan Vargas.
Dampak besar Pimblett pada promosi UFC sejak awal kariernya jelas membutuhkan kontrak baru yang lebih menguntungkan. Ia kemudian menandatangani kesepakatan baru dengan gaji pokok USD150.000 per pertarungan. Ini berlaku untuk penampilannya melawan Jordan Leavitt di UFC London, di mana ia membawa pulang USD350.000 termasuk bonus kemenangan.
Penghasilannya sempat sedikit menurun saat menang melawan Ferguson (USD158.500). Namun, sebelum pertarungannya melawan King Green, Pimblett mengumumkan penandatanganan kontrak UFC lainnya dengan angka yang dirahasiakan. Dilaporkan bahwa pertarungannya melawan Green menghasilkan $200.000 di muka, angka yang kemungkinan akan dilampaui oleh penghasilannya saat melawan Chandler.
Menurut berbagai sumber, kekayaan bersih Pimblett diperkirakan mencapai USD5 juta (Rp49 miliar) pada tahun 2025. Ini sebagian besar berkat kariernya yang sukses di UFC, di mana ia telah mengumpulkan lebih dari USD2 juta (Rp33 miliar) dari hadiah uang saja.
Dengan profil dan kariernya yang terus berkembang, ia berpotensi mendapatkan kontrak baru yang lebih besar di masa depan. Penghasilan besar dari sponsor dan sumber pendapatan lainnya juga berkontribusi signifikan terhadap kekayaan bersihnya.
Lihat Juga :