Jejak Prestasi Eddie Marzuki Nalapraya: Bapak Pencak Silat yang Meninggal Dunia
Selasa, 13 Mei 2025 - 13:14 WIB
loading...
Jejak Prestasi Eddie Marzuki Nalapraya: Bapak Pencak Silat yang Meninggal Dunia
A
A
A
Dunia pencak silat kehilangan salah satu tokoh terbesarnya. Mayjen TNI (Purn) H. Eddie Marzuki Nalapraya meninggal dunia pada Selasa, 13 Mei 2025 pukul 09.30 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sosok yang dikenal sebagai Bapak Pencak Silat Dunia itu tutup usia pada umur 93 tahun karena sakit.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh mantan anggota DPD RI Sylviana Murni dan Pardi Acil. Jenazah almarhum disemayamkan di Padepokan Pencak Silat TMII, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Namun, lebih dari sekadar tokoh Betawi atau mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta (1984–1987), Eddie Marzuki meninggalkan jejak luar biasa dalam dunia olahraga bela diri Indonesia—khususnya pencak silat.
Visi besarnya mulai tampak nyata ketika pada 1980 ia menggagas pembentukan Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), yang menjadi wadah federasi silat di tingkat internasional. Eddie terpilih sebagai Presiden Persilat pertama, posisi yang mempertegas komitmennya membawa silat ke panggung dunia.
Berkat langkah strategisnya, pencak silat berhasil dipertandingkan pertama kali di ajang SEA Games tahun 1987. Ia juga mendorong agar kejuaraan silat digelar di Eropa, dan pada 2008, Eddie ditetapkan sebagai Bapak Pencak Silat Eropa dalam sebuah acara di Swiss.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh mantan anggota DPD RI Sylviana Murni dan Pardi Acil. Jenazah almarhum disemayamkan di Padepokan Pencak Silat TMII, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Namun, lebih dari sekadar tokoh Betawi atau mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta (1984–1987), Eddie Marzuki meninggalkan jejak luar biasa dalam dunia olahraga bela diri Indonesia—khususnya pencak silat.
Membumikan Silat, Mengangkat Martabat Bangsa
Jejak Eddie dalam dunia silat dimulai ketika ia memimpin Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) selama lebih dari dua dekade, dari tahun 1981 hingga 2003. Selama masa kepemimpinannya, Eddie tak hanya memajukan pencak silat sebagai cabang olahraga nasional, tetapi juga mendorongnya hingga mendapat pengakuan internasional.Visi besarnya mulai tampak nyata ketika pada 1980 ia menggagas pembentukan Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), yang menjadi wadah federasi silat di tingkat internasional. Eddie terpilih sebagai Presiden Persilat pertama, posisi yang mempertegas komitmennya membawa silat ke panggung dunia.
Berkat langkah strategisnya, pencak silat berhasil dipertandingkan pertama kali di ajang SEA Games tahun 1987. Ia juga mendorong agar kejuaraan silat digelar di Eropa, dan pada 2008, Eddie ditetapkan sebagai Bapak Pencak Silat Eropa dalam sebuah acara di Swiss.
Lihat Juga :