Trial Game Dirt 2025 Siap Digeber di 5 Kota!
Jum'at, 16 Mei 2025 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Keyakinan Agnes bukan tanpa alasan. Sejumlah rider diyakini akan tampil habis-habisan untuk menghentikan dominasi Lantian Juan, sang juara bertahan TGD dua tahun berturut-turut (2023 dan 2024). Meskipun prestasi crosser asal Kediri ini terbilang fenomenal, rider-rider kawakan seperti M. Zidane, Ananda Rigi, hingga M. Excel juga memiliki kualitas yang setara untuk merebut mahkota juara umum musim ini.
Pemilihan Semarang sebagai tuan rumah seri pembuka, lanjut Agnes, didasari oleh animo penggemar dan pegiat balap di Semarang dan sekitarnya yang tak pernah surut. Selain itu, Sirkuit Lapangan Garnisun memiliki lokasi strategis dan karakter lintasan yang mampu memacu adrenalin para crosser terbaik Tanah Air.
Abed Nego Antoro dari Genta Auto & Sport selaku promotor menambahkan bahwa persaingan TGD 2025 akan tersaji di empat kelas yang diperlombakan. Tiga kelas utama yang menjadi incaran para rider elite nasional adalah FFA Open, Campuran Open, dan Campuran Non-Seeded. Sementara satu kelas tambahan yang akan menambah keseruan adalah FFA Master.
"Secara regulasi masih tetap mengadopsi seperti tahun-tahun sebelumnya. Yakni catatan waktu tercepat dari semua rider di tiap kelas, akan dikonversi dan diakumulasi sebagai poin," jelas Abed.
Mengenai putaran perdana di Semarang, Abed menekankan bahwa Sirkuit Lapangan Garnisun tidak akan mudah ditaklukkan. Tahun ini, terdapat sejumlah perubahan teknis pada lintasan, mulai dari layout trek hingga penempatan berbagai rintangan (obstacle) yang disesuaikan dengan luas lapangan dan panjang lintasan yang mencapai lebih dari 800 meter untuk dua lap. Keberagaman obstacle seperti double car jump, jumpingan patah, giant table top, titian kobra, jumpingan kurma royal, jumping tong, hingga bigfoot jump akan menjadi daya tarik utama dan menguji kelihaian para crosser.
Pemilihan Semarang sebagai tuan rumah seri pembuka, lanjut Agnes, didasari oleh animo penggemar dan pegiat balap di Semarang dan sekitarnya yang tak pernah surut. Selain itu, Sirkuit Lapangan Garnisun memiliki lokasi strategis dan karakter lintasan yang mampu memacu adrenalin para crosser terbaik Tanah Air.
Abed Nego Antoro dari Genta Auto & Sport selaku promotor menambahkan bahwa persaingan TGD 2025 akan tersaji di empat kelas yang diperlombakan. Tiga kelas utama yang menjadi incaran para rider elite nasional adalah FFA Open, Campuran Open, dan Campuran Non-Seeded. Sementara satu kelas tambahan yang akan menambah keseruan adalah FFA Master.
"Secara regulasi masih tetap mengadopsi seperti tahun-tahun sebelumnya. Yakni catatan waktu tercepat dari semua rider di tiap kelas, akan dikonversi dan diakumulasi sebagai poin," jelas Abed.
Mengenai putaran perdana di Semarang, Abed menekankan bahwa Sirkuit Lapangan Garnisun tidak akan mudah ditaklukkan. Tahun ini, terdapat sejumlah perubahan teknis pada lintasan, mulai dari layout trek hingga penempatan berbagai rintangan (obstacle) yang disesuaikan dengan luas lapangan dan panjang lintasan yang mencapai lebih dari 800 meter untuk dua lap. Keberagaman obstacle seperti double car jump, jumpingan patah, giant table top, titian kobra, jumpingan kurma royal, jumping tong, hingga bigfoot jump akan menjadi daya tarik utama dan menguji kelihaian para crosser.
Lihat Juga :