alexametrics

Liga Inggris 2019/2020

Wabah Corona Membuat Inggris Kesulitan Menatap Musim Kompetisi 2020

loading...
Wabah Corona Membuat Inggris Kesulitan Menatap Musim Kompetisi 2020
Kekacauan jadwal pertandingan musim ini yang disebabkan pandemi Covid-19 rupanya membuat EFL maupun FA benar-benar kelimpungan. Foto/BBC Sports
A+ A-
LONDON - Kekacauan jadwal pertandingan musim ini yang disebabkan pandemi Covid-19 rupanya membuat EFL maupun FA benar-benar kelimpungan. Hal itu pun berimbas pada keberlangsungan musim depan. Mereka dihadapkan pada pilihan sulit untuk musim depan.

Sekarang, mereka berhitung mengurangi risiko dan langkah antisipasi jika liga musim ini benar-benar tidak selesai periode Juni atau Juli. Salah satunya meniadakan Piala FA dan Piala Liga di musim depan. Seperti diketahui, Liga Primer rencananya akan kembali digulirkan 3 April mendatang.

Tapi, mengingat krisis semakin serius dan berkelanjutan, Inggris pun memberlakukan lockdown untuk mencegah persebaran infeksi Covid-19 lebih luas. Media-media setempat memprediksi penumpukan jadwal pertandingan yang mungkin terjadi dapat menyebabkan Piala FA dan Piala Liga terpaksa dikorbankan pada musim 2020/2021. Fokus EFL adalah menyelesaikan kompetisi musim ini.



Ada kemungkinan sisa pertandingan dimainkan secara tertutup. Opsi lain mungkin mengemas sisa pertandingan kompetisi musim ini ke dalam jendela pendek selama sebulan. Karena itu, jika kompetisi domestik dihentikan, FA dan EFL terpaksa mengeluarkan jumlah kompensasi yang cukup besar.

Berbagai rencana itu tentu harus diperhitungkan secara cermat, meski hingga saat ini belum ada keputusan resmi untuk meniadakan Piala FA dan Piala Liga musim depan. Bukan hanya mengurusi padatnya jadwal pertandingan, sepak bola Inggris pun sedang mengeksplorasi proposal radikal untuk memperpanjang jendela transfer musim panas hingga Januari mendatang.

Kompetisi sedang dihentikan akibat pandemi Covid-19 sehingga belum ada kepastian mengenai bagaimana jendela transfer musim panas, yang biasanya dibuka pada 1 Juli dan ditutup pada 31 Agustus.

Itu artinya, tidak ada jaminan bahwa musim ini akan selesai pada akhir Juni. Skenario kekacauan di jendela musim panas sangat mungkin terjadi. Menurut Sportsmail, otoritas sepak bola Inggris sedang mempertimbangkan rencana radikal untuk memiliki satu jendela transfer yang akan berjalan dari akhir musim ini hingga akhir Januari 2021.

Langkah tersebut akan mewakili kemunduran aturan jendela pratransfer di mana klub diizinkan melakukan operasi sepanjang tahun ini. Namun, otoritas sepak bola Inggris juga terikat peraturan FIFA mengenai transfer. Pada 18 Maret lalu, FIFA telah membuka satuan tugas untuk menangani masalah-masalah yang ditimbulkan oleh tertundanya kompetisi ke sistem transfer.

Pekerjaan ini telah dimulai dan FIFA berkonsultasi dengan semua pemangku kepentingan utama, termasuk konfederasi, asosiasi anggota, klub, liga, dan pemain. Satuan tugas tersebut juga akan melihat implikasi penundaan yang akan terjadi pada kontrak pemain, terutama yang berakhir pada 30 Juni. Sementara para agen pun melobi agar terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan jendela transfer musim panas.

“Pada 18 Maret 2020, Dewan FIFA memutuskan membentuk Kelompok Kerja Konfederasi FIFA sebagai tanggapan terhadap pandemi Covid-19. Satuan kerja ini akan menilai perlunya amandemen atau dispensasi sementara terhadap Peraturan FIFA tentang Status dan Transfer Pemain untuk melindungi kontrak buat pemain dan klub serta menyesuaikan periode registrasi pemain,” ungkap pernyataan FIFA, dilansir Daily Mail. (Alimansyah)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak