Saul Canelo Alvarez vs Terence Crawford Mahakarya Seni Tinju
Sabtu, 17 Mei 2025 - 09:49 WIB
loading...
Saul Canelo Alvarez vs Terence Crawford Mahakarya Seni Tinju
A
A
A
Bagaimana Saul Canelo Alvarez vs Terence Crawford melukis Mahakarya seni tinju dalam pertarungan tinju terbesar tahun ini? Pertarungan tinju paling menarik tahun ini tinggal empat bulan lagi, dengan Saul Canelo Alvarez (63-2-2, 39 KO) yang akan menghadapi Terence “Bud” Crawford (41-0-0, 31 KO) dalam sebuah pertandingan di kelas 76,2 kg.
Kedua petarung ini datang dari pertarungan yang memberikan tantangan tak terduga dengan cara yang berbeda. Bagi Canelo, ia menghadapi seorang petarung yang tidak mau terlibat selama pertandingan, sementara Crawford terlihat kesulitan menyesuaikan diri dengan divisi yang lebih berat, di mana pukulannya tidak memiliki kekuatan yang sama seperti saat ia bertarung di kelas 66,6 kilogram.
Baca Juga: Rekor Manny Pacquiao Juara Dunia Tinju 8 Divisi Mustahil Dipecahkan
Oscar De La Hoya membingkai pertandingan ini sebagai pertarungan antara dua petarung yang memiliki kemampuan bertarung, mungkin karena ia tidak memiliki anjing dalam pertarungan ini. Namun, kedua petinju telah dinilai dengan cukup keras untuk penampilan terakhir mereka. Saat Canelo menghadapi Scull, Scull lebih banyak menyerang, mundur, dan melompat ke belakang untuk menghindari kontak dengan lawannya.
Dalam beberapa kesempatan di mana Canelo mampu mengejar Scull, pukulannya terlihat tajam dan kuat seperti yang terlihat pada pertarungan-pertarungan sebelumnya. Satu hal yang menjadi kelemahan dari Canelo Alvarez adalah ia dapat menjadi patah semangat ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.
Walau ia tidak pernah terlihat kehilangan kendali atas laga, ia terlihat kehilangan motivasi untuk mencoba menjatuhkan lawannya dan menjatuhkannya. Hampir sepanjang laga, ia hanya puas menekan Scull sembari tetap berada di zona nyamannya dan mengumpulkan poin.
Satu laga yang dapat menjadi pembanding bagi para penonton adalah laga Naoya Inoue melawan Paul Butler. Daripada mengakui bahwa ia tidak akan dapat menangkap seseorang yang hanya berdedikasi untuk bertahan pada malam pertandingan, Inoue mencoba segala sesuatu yang dapat dipikirkannya untuk meraih kemenangan atas Butler.
Kedua petarung ini datang dari pertarungan yang memberikan tantangan tak terduga dengan cara yang berbeda. Bagi Canelo, ia menghadapi seorang petarung yang tidak mau terlibat selama pertandingan, sementara Crawford terlihat kesulitan menyesuaikan diri dengan divisi yang lebih berat, di mana pukulannya tidak memiliki kekuatan yang sama seperti saat ia bertarung di kelas 66,6 kilogram.
Baca Juga: Rekor Manny Pacquiao Juara Dunia Tinju 8 Divisi Mustahil Dipecahkan
Oscar De La Hoya membingkai pertandingan ini sebagai pertarungan antara dua petarung yang memiliki kemampuan bertarung, mungkin karena ia tidak memiliki anjing dalam pertarungan ini. Namun, kedua petinju telah dinilai dengan cukup keras untuk penampilan terakhir mereka. Saat Canelo menghadapi Scull, Scull lebih banyak menyerang, mundur, dan melompat ke belakang untuk menghindari kontak dengan lawannya.
Dalam beberapa kesempatan di mana Canelo mampu mengejar Scull, pukulannya terlihat tajam dan kuat seperti yang terlihat pada pertarungan-pertarungan sebelumnya. Satu hal yang menjadi kelemahan dari Canelo Alvarez adalah ia dapat menjadi patah semangat ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.
Walau ia tidak pernah terlihat kehilangan kendali atas laga, ia terlihat kehilangan motivasi untuk mencoba menjatuhkan lawannya dan menjatuhkannya. Hampir sepanjang laga, ia hanya puas menekan Scull sembari tetap berada di zona nyamannya dan mengumpulkan poin.
Satu laga yang dapat menjadi pembanding bagi para penonton adalah laga Naoya Inoue melawan Paul Butler. Daripada mengakui bahwa ia tidak akan dapat menangkap seseorang yang hanya berdedikasi untuk bertahan pada malam pertandingan, Inoue mencoba segala sesuatu yang dapat dipikirkannya untuk meraih kemenangan atas Butler.
Lihat Juga :