alexametrics

Cara Fans Liverpool Indonesia Dukung Tenaga Medis Melawan Corona

loading...
Cara Fans Liverpool Indonesia Dukung Tenaga Medis Melawan Corona
Seorang fans Liverpool asal Asia mengenakan masker di Stadion Anfield. Foto: TalkSports
A+ A-
JAKARTA - Pendukung Liverpool di Indonesia terlibat dalam pembuatan video klip sebagai bentuk dukungan kepada para petugas medis, korban, serta semua pihak yang saat ini tengah bersama bergiat melawan persebaran virus corona atau COVID-19 di seluruh dunia.

“Awalnya ada ide dari kawan kami di Rusia, lalu kami ajak rekan-rekan dalam grup WhatsApp untuk menyumbangkan video sederhananya bernyanyi You’ll Never Walk Alone. Tak disangka, dalam waktu tiga hari bisa masuk 96 video,” kata Ignatius Indro, salah seorang ‘pendukung garis keras’ Liverpool.

Indro yang juga Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) menjelaskan, ajakan menyanyikan You’ll Never Walk Alone (YNWA) karena lagu tersebut merupakan ‘anthem’ atau nyanyian kebesaran para pendukung Liverpool, yang selalu disuarakan serentak di stadion sebelum dan setelah pasukan ‘The Reds’ berjuang di lapangan hijau.



“Selain itu, lirik YNWA sangat pas. Mengajarkan optimisme bahwa kita harus tegar menghadapi badai ujian ini. Bahwa di akhir semua ini akan ada pelangi dan tawa kemenangan,” katanya mengenai karya grup musik asal Liverpool ‘Gerry and The Pacemakers’ yang awalnya diputar di Inggris dan merajai tangga lagu radio pada 1963.

Untuk itu, kata pria yang juga menjabat Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI), kita harus bersama bergandeng tangan bersama menghadapi masalah besar dihadapi umat manusia saat ini.

Walk on, walk on, with hope in your heart, and you'll never walk alone. Tetap berjalan dengan harapan di hati. Kita semua tak berjalan sendiri,” tegasnya.

Para pengisi suara dan tampilan di klip berdurasi sekitar 6 menit ini berasal dari beragam lokasi dan profesi. Di Indonesia mereka mengambil gambar dari Banda Aceh, Kendari, Kupang, hingga Intan Jaya di Papua. Ada juga kontributor dari Sheffield di Inggris, Moskow di Rusia dan Seattle di Amerika Serikat.
Adapun profesi yang terlibat juga bermacam-macam. Dari pejabat negara, pemadam kebakaran, jurnalis, seksolog, penyiar radio, presenter televisi, aktivis LSM, pekerja kreatif, sutradara film, juga dosen dan pengacara.

Beberapa nama yang menjadi kontributor gerakan ini antara lain anggota BPK RI Achsanul Qosasi, anggota Ombudsman RI Alvin Lie, anggota DPR RI Rahmad Handoyo, komisioner KPU RI Ilham Saputra, komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, komentator M. Kusnaeni dan Hardimen Koto, seksolog Zoya Amirin, praktisi legal Yeni Fatmawati, penyanyi Ari Lasso, sutradara film Andibachtiar Yusuf dan analis politik Hendri Satrio.

“Kami berharap, sumbangsih kecil ini dapat memberi semangat kepada dunia bahwa kita akan mampu mengatasi masalah besar ini secara bersama-sama. Dengan optimistis dan bergandengtangan saling menguatkan, kita percaya akan melihat cahaya di ujung kegelapan,” kata Achsanul Qosasi, salah seorang kontributor gerakan ini.

Dengan gerakan ini, Achsanul juga meminta masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah.

“Bekerja, belajar dan beribadah di rumah hingga status tanggap darurat dinyatakan selesai. Tetap jaga kebersihan, lakukan physical distancing dan berdoa agar kita bersama bisa melewati ujian ini,” kata Presiden Madura United FC itu.

Hingga Kamis (26/3/2020) di tanah air, COVID-19 mengakibatkan 790 kasus positif, dengan 31 orang sudah dinyatakan sembuh dan 58 orang meninggal dunia.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak