Soccer Challenge Solo 2025: 60 Pemain Berbakat Bakal Ikuti Program Extra Training
Minggu, 18 Mei 2025 - 19:43 WIB
loading...
Momen selebrasi kemenangan dari para penggawa tim KU 12 SD Djama’atul Ichwan Surakatara / Foto: Ist
A
A
A
Sorak-sorai suporter yang menggema dari tribun Stadion Mini Surakarta, Minggu (18/5), menjadi penyemangat tersendiri bagi para finalis Soccer Challenge – Solo 2025. Dalam laga final yang sarat ambisi dan semangat juang, SD Djama'atul Ichwan Surakarta (KU 12) dan SD Al Azhar Syifa Budi Surakarta (KU 10) berhasil keluar sebagai juara.
Pertarungan sengit tersaji di laga final KU 12 antara SD Djama'atul Ichwan dan MIN Surakarta. Baru satu menit laga berjalan, Avara Aulia Zahra dari MIN Surakarta langsung mencetak gol cepat yang membuat tensi pertandingan meninggi.
Tak ingin menyerah, SD Djama'atul Ichwan tampil lebih agresif di babak kedua. Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil melalui gol Maiza Alfareza Totalia di menit ke-22, menyamakan skor menjadi 1-1. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang bertahan dan laga dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam drama adu penalti, keberanian dan ketenangan para algojo SD Djama'atul Ichwan membuahkan hasil manis. Mereka unggul tipis 4-3 dan mengunci gelar juara di turnamen sepak bola putri usia dini ini.
Sementara itu di kategori KU 10, SD Al Azhar Syifa Budi Surakarta menunjukkan mental juara lewat comeback spektakuler saat menghadapi MIN 9 Sragen. Tertinggal 1-2 di babak pertama, mereka bangkit dan melesakkan lima gol tambahan untuk mengakhiri laga dengan skor telak 6-2.
Antusiasme terhadap sepak bola putri di Solo terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang terus meningkat di setiap penyelenggaraan Soccer Challenge. Pada seri pertama tahun 2024 tercatat 389 peserta, kemudian melonjak menjadi 830 peserta di seri kedua.
Tahun ini, partisipasi melonjak drastis menjadi 1.016 siswi dari 58 SD dan MI. Menurut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, lonjakan ini mencerminkan perkembangan ekosistem sepak bola putri yang makin kuat, seiring makin banyaknya wadah dan kompetisi berjenjang mulai dari KU 10 hingga KU 16.
"Dengan kompetisi yang konsisten dan kesempatan meniti karier sejak dini, kami berharap semangat anak-anak ini terus menyala dan membawa mereka ke level nasional hingga internasional," ujar Yoppy dalam keterangan persnya.
Turnamen ini juga menjadi ajang pencarian bakat. Coach Asep Sunarya, asisten pelatih Soccer Challenge, mengungkapkan bahwa kualitas individu dan tim meningkat signifikan tahun ini. Ia mencatat lebih dari 60 nama berbakat yang akan dipanggil mengikuti program extra training.
"Banyak peserta yang kini rutin berlatih di sekolah sepak bola (SSB), dan itu terlihat dari peningkatan kemampuan mereka. Ini membuat turnamen semakin kompetitif," jelas Asep.
"Sepak bola mengajarkan kerjasama tim, kemandirian, dan disiplin. Saya senang melihat banyak talenta luar biasa dari Solo. Turnamen ini jelas menjadi langkah besar dalam mendorong potensi mereka," tuturnya.
Pertarungan sengit tersaji di laga final KU 12 antara SD Djama'atul Ichwan dan MIN Surakarta. Baru satu menit laga berjalan, Avara Aulia Zahra dari MIN Surakarta langsung mencetak gol cepat yang membuat tensi pertandingan meninggi.
Tak ingin menyerah, SD Djama'atul Ichwan tampil lebih agresif di babak kedua. Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil melalui gol Maiza Alfareza Totalia di menit ke-22, menyamakan skor menjadi 1-1. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang bertahan dan laga dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam drama adu penalti, keberanian dan ketenangan para algojo SD Djama'atul Ichwan membuahkan hasil manis. Mereka unggul tipis 4-3 dan mengunci gelar juara di turnamen sepak bola putri usia dini ini.
Sementara itu di kategori KU 10, SD Al Azhar Syifa Budi Surakarta menunjukkan mental juara lewat comeback spektakuler saat menghadapi MIN 9 Sragen. Tertinggal 1-2 di babak pertama, mereka bangkit dan melesakkan lima gol tambahan untuk mengakhiri laga dengan skor telak 6-2.
Antusiasme terhadap sepak bola putri di Solo terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang terus meningkat di setiap penyelenggaraan Soccer Challenge. Pada seri pertama tahun 2024 tercatat 389 peserta, kemudian melonjak menjadi 830 peserta di seri kedua.
Tahun ini, partisipasi melonjak drastis menjadi 1.016 siswi dari 58 SD dan MI. Menurut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, lonjakan ini mencerminkan perkembangan ekosistem sepak bola putri yang makin kuat, seiring makin banyaknya wadah dan kompetisi berjenjang mulai dari KU 10 hingga KU 16.
"Dengan kompetisi yang konsisten dan kesempatan meniti karier sejak dini, kami berharap semangat anak-anak ini terus menyala dan membawa mereka ke level nasional hingga internasional," ujar Yoppy dalam keterangan persnya.
Turnamen ini juga menjadi ajang pencarian bakat. Coach Asep Sunarya, asisten pelatih Soccer Challenge, mengungkapkan bahwa kualitas individu dan tim meningkat signifikan tahun ini. Ia mencatat lebih dari 60 nama berbakat yang akan dipanggil mengikuti program extra training.
"Banyak peserta yang kini rutin berlatih di sekolah sepak bola (SSB), dan itu terlihat dari peningkatan kemampuan mereka. Ini membuat turnamen semakin kompetitif," jelas Asep.
Dukungan Pemerintah untuk Sepak Bola Putri
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan apresiasinya terhadap turnamen ini. Ia menekankan pentingnya olahraga seperti sepak bola dalam pembentukan karakter anak sejak dini."Sepak bola mengajarkan kerjasama tim, kemandirian, dan disiplin. Saya senang melihat banyak talenta luar biasa dari Solo. Turnamen ini jelas menjadi langkah besar dalam mendorong potensi mereka," tuturnya.
(yov)
Lihat Juga :