Biodata dan Agama Prince Naseem Hamed: Petinju Flamboyan yang Terkenal dengan Aksi Teatrikal sebelum Naik Ring
Selasa, 20 Mei 2025 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Namun, bukan hanya itu yang membuatnya istimewa. Penampilannya sebelum bertanding selalu menjadi tontonan tersendiri. Ia dikenal dengan celana pendek bermotif macan tutul yang mencolok, tarian enerjik, dan bahkan salto ke dalam ring, menciptakan atmosfer karnaval setiap kali ia bertanding.
Lebih dari sekadar hiburan, Hamed juga menjadi pionir dengan bangga menunjukkan identitas Arab dan keyakinan Muslimnya di panggung olahraga yang mendunia. Hal ini membuatnya dicintai oleh banyak penggemar, terutama dari kalangan pekerja di Inggris.
Baca Juga: Khabib Nurmagomedov Terima Penghargaan Bertanda Tangan Muhammad Ali
Pada 1995, Hamed naik ke kelas bulu dan langsung menggebrak dengan merebut gelar juara dunia WBO dari Steve Robinson di Cardiff. Gelar IBF menyusul pada tahun 1997 setelah mengalahkan Tom "Boom Boom" Johnson. Debutnya di Amerika Serikat pada Desember 1997 di Madison Square Garden melawan mantan juara WBC Kevin Kelley menjadi momen penting yang melambungkan popularitasnya di Negeri Paman Sam.
Pertarungan liar yang berakhir dengan kemenangan KO di ronde keempat itu disiarkan secara luas oleh HBO. Hamed terus mendominasi kelas bulu, mempertahankan gelar WBO-nya melawan petinju-petinju tangguh. Pada 1998, ia secara mengejutkan berpisah dengan pelatih lamanya, Brendan Ingle. Setahun kemudian, pada Oktober 1999, ia menambah koleksi gelarnya dengan merebut sabuk juara WBC.
Dengan rekor tak terkalahkan 35-0, Hamed mencapai puncak kariernya saat menghadapi Marco Antonio Barrera pada April 2001 di Las Vegas. Namun, Barrera memberikan kekalahan pertama dan satu-satunya dalam karier gemilang Hamed melalui keputusan mutlak. Disiplin latihan Hamed dikabarkan menurun seiring popularitasnya yang meroket, dan Barrera mampu mendaratkan pukulan dan kombinasi yang lebih efektif.
Lebih dari sekadar hiburan, Hamed juga menjadi pionir dengan bangga menunjukkan identitas Arab dan keyakinan Muslimnya di panggung olahraga yang mendunia. Hal ini membuatnya dicintai oleh banyak penggemar, terutama dari kalangan pekerja di Inggris.
Baca Juga: Khabib Nurmagomedov Terima Penghargaan Bertanda Tangan Muhammad Ali
Pada 1995, Hamed naik ke kelas bulu dan langsung menggebrak dengan merebut gelar juara dunia WBO dari Steve Robinson di Cardiff. Gelar IBF menyusul pada tahun 1997 setelah mengalahkan Tom "Boom Boom" Johnson. Debutnya di Amerika Serikat pada Desember 1997 di Madison Square Garden melawan mantan juara WBC Kevin Kelley menjadi momen penting yang melambungkan popularitasnya di Negeri Paman Sam.
Pertarungan liar yang berakhir dengan kemenangan KO di ronde keempat itu disiarkan secara luas oleh HBO. Hamed terus mendominasi kelas bulu, mempertahankan gelar WBO-nya melawan petinju-petinju tangguh. Pada 1998, ia secara mengejutkan berpisah dengan pelatih lamanya, Brendan Ingle. Setahun kemudian, pada Oktober 1999, ia menambah koleksi gelarnya dengan merebut sabuk juara WBC.
Kekalahan Pertama dan Akhir Karier yang Kontroversial
Dengan rekor tak terkalahkan 35-0, Hamed mencapai puncak kariernya saat menghadapi Marco Antonio Barrera pada April 2001 di Las Vegas. Namun, Barrera memberikan kekalahan pertama dan satu-satunya dalam karier gemilang Hamed melalui keputusan mutlak. Disiplin latihan Hamed dikabarkan menurun seiring popularitasnya yang meroket, dan Barrera mampu mendaratkan pukulan dan kombinasi yang lebih efektif.
Lihat Juga :