Malam Perpisahan Kevin de Bruyne, Patung di Etihad, dan Air Mata Pep Guardiola
Rabu, 21 Mei 2025 - 09:44 WIB
loading...
Stadion Etihad, yang selama ini menjadi saksi keajaiban dan kecemerlangan Kevin De Bruyne, berubah menjadi lautan emosi, Selasa (20/5/2025) malam waktu setempat atau Rabu (21/5/2025) dini hari WIB / Foto: The Sun
A
A
A
Stadion Etihad, yang selama ini menjadi saksi keajaiban dan kecemerlangan Kevin De Bruyne, berubah menjadi lautan emosi, Selasa (20/5/2025) malam waktu setempat atau Rabu (21/5/2025) dini hari WIB. Usai laga terakhir Manchester City di kandang musim ini, gelandang maestro asal Belgia itu mengambil mikrofon, bukan untuk merayakan kemenangan 3-1 atas AFC Bournemouth, melainkan untuk menyampaikan salam perpisahan yang menyayat hati kepada para suporter setia.
Suasana haru sudah terasa sejak peluit akhir berbunyi. Para pemain Man City, yang baru saja mengamankan kemenangan ke-20 di Liga Inggris musim ini tampak berkumpul di tengah lapangan. Namun, sorotan utama tertuju pada De Bruyne.
Isyarat-isyarat perpisahan memang sudah beredar beberapa waktu terakhir, namun konfirmasi langsung dari sang pemain tetaplah momen yang sulit diterima. Dengan langkah berat namun tegar, De Bruyne maju ke tengah lingkaran pemain. Tepuk tangan meriah bercampur isak tangis langsung menyambutnya dari segenap penjuru stadion.
Baca Juga: Prediksi Tottenham Hotspur vs Manchester United di Final Liga Europa
Layar-layar besar menampilkan cuplikan-cuplikan magis yang telah ia torehkan selama berseragam The Citizens. Umpan-umpan terukur, gol-gol spektakuler, dan dedikasi tanpa henti, semuanya terangkum dalam kilasan-kilasan yang semakin menguatkan rasa kehilangan.
Ketika De Bruyne mulai berbicara, keheningan seketika menyelimuti Etihad. Suaranya terdengar bergetar menahan haru. Ia mengucapkan terima kasih yang mendalam atas dukungan yang tak pernah pudar dari para suporter sejak kedatangannya.
Ia mengenang momen-momen indah yang telah dilalui bersama, trofi-trofi yang diraih, dan ikatan emosional yang telah terjalin begitu kuat. "Saya ingin bermain dengan kreativitas, saya ingin bermain dengan penuh semangat. Saya ingin menikmati sepak bola dan saya harap semua orang menikmatinya," kata pembuka dari De Bruyne.
Baca Juga: Final Liga Europa: Ketegangan Kota Bilbao Menyambut Invasi Suporter Inggris
"Semua orang telah mendorong saya begitu keras di dalam dan luar klub untuk menjadi versi terbaik dari diri saya dan orang-orang di depan saya ini telah membuat saya lebih baik dari sebelumnya. Merupakan suatu kehormatan untuk bermain dengan orang-orang ini. Saya telah mendapatkan begitu banyak teman seumur hidup."
Kerja sama selama satu dekade ini telah menghasilkan kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Man City. Sementara pemain tersebut telah mengukir namanya dalam buku sejarah klub dengan membawa pulang 16 medali pemenang yang luar biasa selama periode tersebut.
![Malam Perpisahan Kevin de Bruyne, Patung di Etihad, dan Air Mata Pep Guardiola]()
Foto: @espnfc
Air mata mulai terlihat mengalir di wajah beberapa rekan setimnya, termasuk Pep Guardiola. Di tribun penonton, ribuan pasang mata juga berkaca-kaca. Jersey biru langit yang mereka kenakan terasa semakin bermakna, menyimpan kenangan akan magis yang telah dipersembahkan De Bruyne.
"Semua orang melihat betapa orang-orang dari Manchester City terhubung dengannya dan keluarganya dan betapa besar cinta yang mereka miliki. Gelar-gelar itu bagus dan semua yang telah ia capai, tetapi ketika Anda pergi setelah 10 tahun dengan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar ini, tidak ada yang lebih baik dari itu," tegas Guardiola.
![Malam Perpisahan Kevin de Bruyne, Patung di Etihad, dan Air Mata Pep Guardiola]()
"Saya adalah bagian dari itu, klub akan mengambil keputusan, tetapi ini adalah hari yang menyedihkan dan ia akan dirindukan, tidak ada keraguan tentang itu. Ketika Kevin tiba di sini, saya cukup yakin ia bukan penggemar Man City, saya tidak tahu siapa yang ia dukung, tetapi saya cukup yakin ia adalah penggemar sekarang dan akan selamanya. Itu karena hubungan antara semua orang dan dirinya."
Usai menyampaikan pidato yang menyentuh, De Bruyne sambil berjalan ia memberikan lambaian terakhir kepada para suporter yang terus meneriakkan namanya. Pelukan hangat dari Pep Guardiola dan staf pelatih semakin menambah dramatis momen perpisahan ini. Menurut laporan terbaru, Man City telah mengonfirmasi bakal membuatkan patung untuk Kevin De Bruyne di luar stadion Etihad.
Suasana haru sudah terasa sejak peluit akhir berbunyi. Para pemain Man City, yang baru saja mengamankan kemenangan ke-20 di Liga Inggris musim ini tampak berkumpul di tengah lapangan. Namun, sorotan utama tertuju pada De Bruyne.
Isyarat-isyarat perpisahan memang sudah beredar beberapa waktu terakhir, namun konfirmasi langsung dari sang pemain tetaplah momen yang sulit diterima. Dengan langkah berat namun tegar, De Bruyne maju ke tengah lingkaran pemain. Tepuk tangan meriah bercampur isak tangis langsung menyambutnya dari segenap penjuru stadion.
Baca Juga: Prediksi Tottenham Hotspur vs Manchester United di Final Liga Europa
Layar-layar besar menampilkan cuplikan-cuplikan magis yang telah ia torehkan selama berseragam The Citizens. Umpan-umpan terukur, gol-gol spektakuler, dan dedikasi tanpa henti, semuanya terangkum dalam kilasan-kilasan yang semakin menguatkan rasa kehilangan.
Ketika De Bruyne mulai berbicara, keheningan seketika menyelimuti Etihad. Suaranya terdengar bergetar menahan haru. Ia mengucapkan terima kasih yang mendalam atas dukungan yang tak pernah pudar dari para suporter sejak kedatangannya.
Ia mengenang momen-momen indah yang telah dilalui bersama, trofi-trofi yang diraih, dan ikatan emosional yang telah terjalin begitu kuat. "Saya ingin bermain dengan kreativitas, saya ingin bermain dengan penuh semangat. Saya ingin menikmati sepak bola dan saya harap semua orang menikmatinya," kata pembuka dari De Bruyne.
Baca Juga: Final Liga Europa: Ketegangan Kota Bilbao Menyambut Invasi Suporter Inggris
"Semua orang telah mendorong saya begitu keras di dalam dan luar klub untuk menjadi versi terbaik dari diri saya dan orang-orang di depan saya ini telah membuat saya lebih baik dari sebelumnya. Merupakan suatu kehormatan untuk bermain dengan orang-orang ini. Saya telah mendapatkan begitu banyak teman seumur hidup."
Kerja sama selama satu dekade ini telah menghasilkan kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Man City. Sementara pemain tersebut telah mengukir namanya dalam buku sejarah klub dengan membawa pulang 16 medali pemenang yang luar biasa selama periode tersebut.

Foto: @espnfc
Air mata mulai terlihat mengalir di wajah beberapa rekan setimnya, termasuk Pep Guardiola. Di tribun penonton, ribuan pasang mata juga berkaca-kaca. Jersey biru langit yang mereka kenakan terasa semakin bermakna, menyimpan kenangan akan magis yang telah dipersembahkan De Bruyne.
"Semua orang melihat betapa orang-orang dari Manchester City terhubung dengannya dan keluarganya dan betapa besar cinta yang mereka miliki. Gelar-gelar itu bagus dan semua yang telah ia capai, tetapi ketika Anda pergi setelah 10 tahun dengan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar ini, tidak ada yang lebih baik dari itu," tegas Guardiola.

"Saya adalah bagian dari itu, klub akan mengambil keputusan, tetapi ini adalah hari yang menyedihkan dan ia akan dirindukan, tidak ada keraguan tentang itu. Ketika Kevin tiba di sini, saya cukup yakin ia bukan penggemar Man City, saya tidak tahu siapa yang ia dukung, tetapi saya cukup yakin ia adalah penggemar sekarang dan akan selamanya. Itu karena hubungan antara semua orang dan dirinya."
Usai menyampaikan pidato yang menyentuh, De Bruyne sambil berjalan ia memberikan lambaian terakhir kepada para suporter yang terus meneriakkan namanya. Pelukan hangat dari Pep Guardiola dan staf pelatih semakin menambah dramatis momen perpisahan ini. Menurut laporan terbaru, Man City telah mengonfirmasi bakal membuatkan patung untuk Kevin De Bruyne di luar stadion Etihad.
(yov)
Lihat Juga :