Kutukan Juara Pelatih Manchester United Hantui Ruben Amorim Jelang Final Liga Europa

Rabu, 21 Mei 2025 - 21:39 WIB
loading...
Kutukan Juara Pelatih...
Manchester United memiliki sejarah buruk dalam memperlakukan para pelatih, bahkan setelah mereka berhasil mempersembahkan gelar juara. Kondisi ini yang menghantui Ruben Amorim / Foto: Sky Sports
A A A
Manchester United dikenal sebagai salah satu klub tersukses di Inggris dan Eropa, dengan lemari trofi yang nyaris tak muat. Namun, di balik gemerlap kejayaan itu, tersimpan sebuah ironi yang cukup mencolok, yakni sejarah buruk dalam memperlakukan para pelatih, bahkan setelah mereka berhasil mempersembahkan gelar juara.

Kisah Louis van Gaal menjadi salah satu contoh paling mencolok. Pelatih asal Belanda itu berhasil mempersembahkan trofi Piala FA pada 2016, mengakhiri dahaga gelar klub setelah era sulit pasca pensiunnya Sir Alex Ferguson.

Namun, hanya berselang dua hari setelah mengangkat trofi di Wembley, Van Gaal justru menerima surat pemecatan dari manajemen klub. Alasan yang diberikan adalah kurangnya kemajuan di liga domestik dan gaya bermain yang dianggap tidak sesuai dengan DNA Man United.

Baca Juga: Superkomputer Opta Bocorkan Juara Liga Europa 2024/2025

Sebuah ironi yang pahit, seorang pelatih dipecat justru setelah memberikan trofi mayor pertama bagi klub dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum Van Gaal, nasib serupa juga dialami oleh David Moyes.

Ditunjuk sebagai suksesor langsung Sir Alex Ferguson dengan kontrak jangka panjang, Moyes berhasil meraih trofi Community Shield di awal musim 2013/2014. Namun, performa buruk di Liga Inggris, membuat Man United terancam gagal lolos ke Liga Champions, membuat manajemen klub tak sabar. Moyes dipecat sebelum musim pertamanya berakhir, meninggalkan pertanyaan besar tentang ekspektasi instan di Old Trafford.

Teranyar, Erik ten Hag juga merasakan getirnya tradisi ini. Setelah berhasil mengakhiri puasa gelar dengan menjuarai Piala Carabao dan kemudian secara heroik menaklukkan rival sekota Manchester City di final Piala FA 2024, banyak yang berharap posisinya aman.

Baca Juga: Takdir Eropa Berulang? Final Liga Europa di Tanggal Keramat Man United

Namun, awal musim 2024/2025 yang kurang memuaskan di Liga Inggris, dengan hanya meraih tiga kemenangan dari sembilan pertandingan awal, membuat manajemen klub kembali mengambil keputusan drastis. Ten Hag dipecat pada Oktober 2024, hanya beberapa bulan setelah perpanjangan kontraknya.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar tentang filosofi dan kesabaran manajemen Man United pasca era Sir Alex Ferguson. Tekanan untuk meraih kesuksesan instan dan tuntutan performa liga yang tinggi seringkali mengalahkan apresiasi terhadap raihan trofi. Para pelatih yang berhasil memberikan gelar juara pun tak luput dari ancaman pemecatan jika performa tim di kompetisi lain dianggap tidak memuaskan.

Kini, menjelang final Liga Europa 2024/2025, bayang-bayang sejarah kelam ini tentu menghantui Ruben Amorim. Tekanan ganda tentunya memberatkan pundaknya jelang menghadapi Tottenham Hotspur di Stadion San Mames, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB.

Baca Juga: Prediksi Tottenham Hotspur vs Manchester United di Final Liga Europa

Andai Amorim berhasil membawa Man United meraih trofi Liga Europa, ia harus menyadari bahwa performa di Liga Inggris juga akan menjadi tolok ukur utama bagi kelangsungan kariernya di Old Trafford. Kemenangan di Bilbao mungkin akan memberikan kelegaan sesaat, namun sejarah telah membuktikan bahwa bagi seorang pelatih Manchester United, meraih juara bukanlah jaminan keamanan mutlak.

Kutukan juara, ironisnya, seolah menjadi bagian dari narasi klub raksasa ini di era pasca-Ferguson. Di tengah latar belakang yang penuh tekanan ini, mantan gelandang Tottenham, Steffen Freund, justru melontarkan prediksi mengejutkan.

Menurutnya, hasil pada laga final Liga Europa mungkin tidak akan terlalu berpengaruh pada keputusan akhir para petinggi klub terkait masa depan kedua pelatih. "Saya harus menjawab dengan cara bagaimana bisnis ini berjalan. Menurut saya, pada akhirnya mungkin tidak masalah bagaimana mereka bermain hari ini – Liga Primer adalah yang terpenting bagi para pendukung, dan kedua tim berada di posisi ke-16 dan ke-17, yang merupakan musim terburuk bagi keduanya," ujar Freund kepada Sky Sports News

"Jadi saya pikir mungkin kedua pelatih akan pergi setelah pertandingan. Saya tidak suka itu, tetapi lihatlah Man United: sebagian besar pelatih telah dipecat Louis van Gaal setelah kemenangan Piala FA, Erik ten Hag setelah kemenangan Piala FA, jadi begitulah keadaannya dalam bisnis sepak bola. Dan sebagai pelatih, saya ingin melihat kedua pelatih terus maju."
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Jersey Sepak Bola...
10 Jersey Sepak Bola Terbaik Musim Depan: Nostalgia Liverpool hingga MU Menyala!
Hasil Liga Inggris:...
Hasil Liga Inggris: Menang 2-1, Chelsea Seret Tottenham ke Tepi Jurang Degradasi
Dari Finalis Liga Champions...
Dari Finalis Liga Champions ke Jurang Degradasi, Ada Apa dengan Tottenham?
Gol Man United Berbau...
Gol Man United Berbau Handball Tetap Disahkan, Begini Penjelasan Premier League
Manchester United Finis...
Manchester United Finis 3 Besar Liga Inggris usai Kalahkan Nottingham Forest
10 Pesepak Bola Liga...
10 Pesepak Bola Liga Inggris Paling Brutal di Lapangan: Roy Keane hingga Big Dunc
Rumah Tangga Yura Yunita...
Rumah Tangga Yura Yunita Dikira Terancam Gegara Manchester United
Erik ten Hag Dipecat...
Erik ten Hag Dipecat Usai Manchester United Dihajar West Ham
Hancurkan Southampton...
Hancurkan Southampton 0-3, Manchester United Tembus Peringkat Kedelapan
Special Bola
Kenang 1 Tahun Kepergian...
Bola Dunia
Kenang 1 Tahun Kepergian Diogo Jota, Cristiano Ronaldo Kenakan Jersey sang Sahabat Kelar Laga Timnas Portugal vs Kroasia
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo vs Luka Modric!
Ambisi Witan Sulaeman...
Liga Indonesia
Ambisi Witan Sulaeman Persembahkan Gelar Juara Super League untuk HUT Ke-500 Jakarta
Rekomendasi
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Bakti BCA Kembali Buka...
Bakti BCA Kembali Buka Teacher Tech Championship 2026
1 Polisi Gugur dan 2...
1 Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Residivis Narkoba, Bareskrim Buru Bandar
Berita Terkini
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Tambah 1 Gol
Portugal vs Spanyol...
Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ronaldo-Yamal Siapa Lebih Moncer?
Portugal Lolos ke 16...
Portugal Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Kroasia, Ronaldo Cetak Rekor Baru
Ronaldo Buntu, Portugal...
Ronaldo Buntu, Portugal vs Kroasia Tanpa Gol di Babak Pertama
Profil Marc Cucurella,...
Profil Marc Cucurella, Mesin Assist Spanyol di Piala Dunia 2026
3 Rekor Bersejarah Tercipta...
3 Rekor Bersejarah Tercipta saat Spanyol Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Infografis
Final Liga Champions...
Final Liga Champions 2026: Head to Head Arsenal vs PSG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved