Ruben Amorim Siap Dipecat usai MU Gagal Juara Liga Europa
Kamis, 22 Mei 2025 - 08:40 WIB
loading...
Ruben Amorim Siap Dipecat usai MU Gagal Juara Liga Europa
A
A
A
Ruben Amorim secara mengejutkan menawarkan diri untuk mundur dari jabatannya sebagai manajer Manchester United usai kekalahan menyakitkan dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa 2025, Rabu (21/52025) malam waktu setempat. Amorim bahkan siap angkat kaki tanpa meminta kompensasi sepeser pun jika klub dan fans merasa dirinya tak lagi layak memimpin Setan Merah.
Kekalahan 0-1 di Estadio San Mames itu menutup musim buruk United dengan catatan tanpa trofi dan tanpa tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Lebih parah lagi, United kini terpuruk di peringkat ke-16 klasemen Premier League dan berpotensi mengakhiri musim sebagai salah satu kampanye terburuk mereka dalam 51 tahun terakhir.
Baca Juga: Mohamed Salah Sindir Manchester United yang Gagal di Final Liga Europa
Amorim, yang menggantikan Erik ten Hag pada November 2024, hanya mampu membawa United meraih enam kemenangan dari 26 laga liga yang dipimpinnya. Meski begitu, pelatih asal Portugal itu bersikeras tak akan mundur secara sepihak. Ia hanya akan pergi jika klub dan fans menginginkannya.
“Saya tidak akan membela diri malam ini. Saya tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan kepada fans sebagai bukti bahwa saya bisa membawa perubahan,” kata Amorim dalam konferensi pers usai laga.
“Namun, saya selalu terbuka. Jika dewan klub dan para pendukung merasa saya bukan orang yang tepat, saya akan pergi keesokan harinya tanpa menuntut apa pun.”
“Tapi saya tidak akan berhenti begitu saja. Saya yakin dengan pekerjaan saya. Saya tidak akan mengubah pendekatan saya hanya karena hasil buruk,” tambahnya.
Musim debut Amorim di Old Trafford terasa pahit. United kalah dalam empat pertemuan dengan Tottenham musim ini—dua kali di Premier League, satu di Piala Liga, dan terakhir di partai final Liga Europa. Padahal, Amorim mengklaim timnya bermain lebih baik dalam laga terakhir di Bilbao.
“Kami bermain lebih baik, tapi sekali lagi gagal mencetak gol. Sulit menang jika tak bisa memaksimalkan peluang,” ucap Amorim.
“Para pemain sudah mencoba segalanya. Masalah kami bukan di satu individu. Kami menciptakan peluang, tapi gagal menyelesaikannya. Penjaga gawang lawan tampil luar biasa.”
Amorim juga menyinggung tantangan yang dihadapinya sejak mengambil alih tim, termasuk keterbatasan untuk melakukan perubahan signifikan pada bursa transfer Januari lalu.
Kegagalan di final ini juga membuat ambisi United merekrut pemain bintang di musim panas terancam gagal, karena absennya mereka dari Liga Champions diperkirakan akan berdampak pada daya tarik klub di mata para target transfer.
Kini, semua mata tertuju ke laga pamungkas melawan Aston Villa di Old Trafford, yang bisa menjadi pertandingan terakhir Amorim jika dewan klub memutuskan untuk melakukan perubahan besar-besaran. Dengan musim yang nyaris runtuh total, masa depan Amorim di Manchester tampaknya tinggal menunggu waktu.
Kekalahan 0-1 di Estadio San Mames itu menutup musim buruk United dengan catatan tanpa trofi dan tanpa tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Lebih parah lagi, United kini terpuruk di peringkat ke-16 klasemen Premier League dan berpotensi mengakhiri musim sebagai salah satu kampanye terburuk mereka dalam 51 tahun terakhir.
Baca Juga: Mohamed Salah Sindir Manchester United yang Gagal di Final Liga Europa
Amorim, yang menggantikan Erik ten Hag pada November 2024, hanya mampu membawa United meraih enam kemenangan dari 26 laga liga yang dipimpinnya. Meski begitu, pelatih asal Portugal itu bersikeras tak akan mundur secara sepihak. Ia hanya akan pergi jika klub dan fans menginginkannya.
“Saya tidak akan membela diri malam ini. Saya tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan kepada fans sebagai bukti bahwa saya bisa membawa perubahan,” kata Amorim dalam konferensi pers usai laga.
“Namun, saya selalu terbuka. Jika dewan klub dan para pendukung merasa saya bukan orang yang tepat, saya akan pergi keesokan harinya tanpa menuntut apa pun.”
“Tapi saya tidak akan berhenti begitu saja. Saya yakin dengan pekerjaan saya. Saya tidak akan mengubah pendekatan saya hanya karena hasil buruk,” tambahnya.
Musim debut Amorim di Old Trafford terasa pahit. United kalah dalam empat pertemuan dengan Tottenham musim ini—dua kali di Premier League, satu di Piala Liga, dan terakhir di partai final Liga Europa. Padahal, Amorim mengklaim timnya bermain lebih baik dalam laga terakhir di Bilbao.
“Kami bermain lebih baik, tapi sekali lagi gagal mencetak gol. Sulit menang jika tak bisa memaksimalkan peluang,” ucap Amorim.
“Para pemain sudah mencoba segalanya. Masalah kami bukan di satu individu. Kami menciptakan peluang, tapi gagal menyelesaikannya. Penjaga gawang lawan tampil luar biasa.”
Amorim juga menyinggung tantangan yang dihadapinya sejak mengambil alih tim, termasuk keterbatasan untuk melakukan perubahan signifikan pada bursa transfer Januari lalu.
Kegagalan di final ini juga membuat ambisi United merekrut pemain bintang di musim panas terancam gagal, karena absennya mereka dari Liga Champions diperkirakan akan berdampak pada daya tarik klub di mata para target transfer.
Kini, semua mata tertuju ke laga pamungkas melawan Aston Villa di Old Trafford, yang bisa menjadi pertandingan terakhir Amorim jika dewan klub memutuskan untuk melakukan perubahan besar-besaran. Dengan musim yang nyaris runtuh total, masa depan Amorim di Manchester tampaknya tinggal menunggu waktu.
(sto)
Lihat Juga :