Dari Tribun hingga Turun Lapangan: Cerita Antonio Conte di Balik Scudetto Historis Napoli
Sabtu, 24 Mei 2025 - 10:06 WIB
loading...
Kota Naples berubah menjadi lautan biru yang bergelora. Peluit akhir pertandingan melawan Cagliari yang memastikan gelar juara Serie A 2024-2025 bagi Napoli langsung memicu ledakan kegembiraan / Foto: Football Italia
A
A
A
Kota Naples berubah menjadi lautan biru yang bergelora. Peluit akhir pertandingan melawan Cagliari yang memastikan gelar juara Serie A 2024-2025 bagi Napoli langsung memicu ledakan kegembiraan yang luar biasa di seluruh kota, Sabtu (24/5/2025) WIB. Setelah penantian panjang dan musim yang penuh perjuangan, Partenopei akhirnya kembali merengkuh Scudetto, dan euforia yang menyelimuti kota ini benar-benar tak tertandingi.
Sejak sore hari, atmosfer di sekitar Stadio Diego Armando Maradona sudah terasa berbeda. Ribuan tifosi Napoli memadati jalanan, berpakaian serba biru, menyanyikan yel-yel kemenangan, dan mengibarkan bendera kebanggaan.
Ketika kabar kemenangan akhirnya tiba, tak ada lagi yang bisa menahan luapan emosi. Di dalam stadion, raungan puluhan ribu suporter membahana saat dua gol kemenangan Napoli yang dicetak Scott McTominay (42') dan Romelu Lukaku (51').
Baca Juga: Napoli Juara Serie A 2024/2025: Antonio Conte Raja Scudetto dengan Tiga Tim Berbeda
Peluit akhir disambut dengan pekikan histeris, air mata haru, dan pelukan erat antar sesama tifosi. Stadion bergetar oleh nyanyian dan lompatan kegembiraan. Bendera-bendera berkibar semakin liar, dan asap suar berwarna biru mengepul di udara, menciptakan pemandangan yang magis dan tak terlupakan.
Ini merupakan trofi keempat yang diraih Napoli dalam sejarah klub (1986/87, 1989/90, 2022/23 dan 2024/25). Antonio Conte tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah mengantarkan Napoli meraih gelar juara Serie A 2024-2025. Meski mengakui betapa sulitnya meraih kemenangan di Naples, Conte menyebut musim ini sebagai musim yang luar biasa dan memberikan pujian setinggi langit kepada para pemainnya.
Perayaan ini semakin istimewa setelah Napoli membukukan rekor baru dalam sejarah Serie A. Fakta menyebut tim berjuluk Partenopei menjadi tim pertama yang memenangkan gelar setelah sebelumnya finis di posisi 10 besar musim lalu.
Baca Juga: 10 Basis Penggemar Liga Inggris Paling Delusi, Siapa Saja?
Conte kini sejajar dengan Fabio Capello sebagai satu dari hanya dua pelatih yang pernah memenangkan gelar Serie A dengan tiga klub berbeda (Juventus, Inter, dan kini Napoli).
"Itu terjadi lagi, dan itu sesuatu yang luar biasa. Saat kami tiba di stadion, sejujurnya sulit untuk masuk, karena saya tidak tahu berapa banyak orang yang ada di sana. Saya sempat berpikir, jika kami mengecewakan orang-orang ini, itu akan menjadi sesuatu yang akan kami tanggung untuk waktu yang lama," ungkap Conte dalam konferensi pers pasca pertandingan.
"Para pemain ini fantastis, itu tidak mudah, karena tekanan yang kami terima sungguh gila, tetapi kami menghadapi pertandingan dengan cara terbaik. Ini adalah musim yang luar biasa dan para pemain pantas mendapatkan pujian karena ingin menantang diri mereka sendiri lagi, terutama mereka yang menang dua tahun lalu dan kemudian finis di posisi ke-10 musim lalu."
Baca Juga: Jepang Eksperimen Panggil 7 Debutan, Peluang Timnas Indonesia Curi Poin!
Conte sendiri harus menyaksikan laga penentuan gelar dari tribun karena skorsing akibat kartu merah yang diterimanya di laga sebelumnya. Namun, ia tak kuasa menahan kegembiraannya dan langsung turun ke lapangan setelah peluit akhir berbunyi untuk merayakan bersama tim dan para suporter.
Pelukan hangat dari Romelu Lukaku, pemain yang telah mencetak banyak gol dan assist di bawah asuhan Conte di berbagai klub, menjadi salah satu momen emosional dalam perayaan tersebut. "Sejujurnya, sangat sulit untuk menang di Napoli. Bagi para pemain ini, menang dua kali dalam tiga tahun berarti ada sesuatu yang istimewa di sini, jadi saya senang untuk para pemain itu.
"Lebih dari 30 tahun yang lalu, Diego Armando Maradona memenangkan gelar, sekarang Giovanni Di Lorenzo sebagai kapten kembali mengangkat trofi dengan ban kapten, itu istimewa. Saya ulangi, itu bukan situasi yang mudah, karena Anda tidak berada di klub yang secara sistematis bermain untuk menang sejak awal."
Lantas, bagaimana dengan masa depan Conte di Napoli? Sang pelatih memberikan isyarat positif terkait kelanjutan kerjasamanya.
"Kami menikmati semuanya. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Presiden. Katakanlah kami memiliki kesempatan untuk saling mengenal musim ini, kami adalah dua pemenang. Kami mungkin menjadi pemenang dengan cara yang berbeda, tetapi kami berdua adalah pemenang," pungkas Conte, menyiratkan potensi kelanjutan era sukses di bawah kepemimpinannya.
Sejak sore hari, atmosfer di sekitar Stadio Diego Armando Maradona sudah terasa berbeda. Ribuan tifosi Napoli memadati jalanan, berpakaian serba biru, menyanyikan yel-yel kemenangan, dan mengibarkan bendera kebanggaan.
Ketika kabar kemenangan akhirnya tiba, tak ada lagi yang bisa menahan luapan emosi. Di dalam stadion, raungan puluhan ribu suporter membahana saat dua gol kemenangan Napoli yang dicetak Scott McTominay (42') dan Romelu Lukaku (51').
Baca Juga: Napoli Juara Serie A 2024/2025: Antonio Conte Raja Scudetto dengan Tiga Tim Berbeda
Peluit akhir disambut dengan pekikan histeris, air mata haru, dan pelukan erat antar sesama tifosi. Stadion bergetar oleh nyanyian dan lompatan kegembiraan. Bendera-bendera berkibar semakin liar, dan asap suar berwarna biru mengepul di udara, menciptakan pemandangan yang magis dan tak terlupakan.
Ini merupakan trofi keempat yang diraih Napoli dalam sejarah klub (1986/87, 1989/90, 2022/23 dan 2024/25). Antonio Conte tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah mengantarkan Napoli meraih gelar juara Serie A 2024-2025. Meski mengakui betapa sulitnya meraih kemenangan di Naples, Conte menyebut musim ini sebagai musim yang luar biasa dan memberikan pujian setinggi langit kepada para pemainnya.
Perayaan ini semakin istimewa setelah Napoli membukukan rekor baru dalam sejarah Serie A. Fakta menyebut tim berjuluk Partenopei menjadi tim pertama yang memenangkan gelar setelah sebelumnya finis di posisi 10 besar musim lalu.
Baca Juga: 10 Basis Penggemar Liga Inggris Paling Delusi, Siapa Saja?
Conte kini sejajar dengan Fabio Capello sebagai satu dari hanya dua pelatih yang pernah memenangkan gelar Serie A dengan tiga klub berbeda (Juventus, Inter, dan kini Napoli).
"Itu terjadi lagi, dan itu sesuatu yang luar biasa. Saat kami tiba di stadion, sejujurnya sulit untuk masuk, karena saya tidak tahu berapa banyak orang yang ada di sana. Saya sempat berpikir, jika kami mengecewakan orang-orang ini, itu akan menjadi sesuatu yang akan kami tanggung untuk waktu yang lama," ungkap Conte dalam konferensi pers pasca pertandingan.
"Para pemain ini fantastis, itu tidak mudah, karena tekanan yang kami terima sungguh gila, tetapi kami menghadapi pertandingan dengan cara terbaik. Ini adalah musim yang luar biasa dan para pemain pantas mendapatkan pujian karena ingin menantang diri mereka sendiri lagi, terutama mereka yang menang dua tahun lalu dan kemudian finis di posisi ke-10 musim lalu."
Baca Juga: Jepang Eksperimen Panggil 7 Debutan, Peluang Timnas Indonesia Curi Poin!
Conte sendiri harus menyaksikan laga penentuan gelar dari tribun karena skorsing akibat kartu merah yang diterimanya di laga sebelumnya. Namun, ia tak kuasa menahan kegembiraannya dan langsung turun ke lapangan setelah peluit akhir berbunyi untuk merayakan bersama tim dan para suporter.
Pelukan hangat dari Romelu Lukaku, pemain yang telah mencetak banyak gol dan assist di bawah asuhan Conte di berbagai klub, menjadi salah satu momen emosional dalam perayaan tersebut. "Sejujurnya, sangat sulit untuk menang di Napoli. Bagi para pemain ini, menang dua kali dalam tiga tahun berarti ada sesuatu yang istimewa di sini, jadi saya senang untuk para pemain itu.
"Lebih dari 30 tahun yang lalu, Diego Armando Maradona memenangkan gelar, sekarang Giovanni Di Lorenzo sebagai kapten kembali mengangkat trofi dengan ban kapten, itu istimewa. Saya ulangi, itu bukan situasi yang mudah, karena Anda tidak berada di klub yang secara sistematis bermain untuk menang sejak awal."
Lantas, bagaimana dengan masa depan Conte di Napoli? Sang pelatih memberikan isyarat positif terkait kelanjutan kerjasamanya.
"Kami menikmati semuanya. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Presiden. Katakanlah kami memiliki kesempatan untuk saling mengenal musim ini, kami adalah dua pemenang. Kami mungkin menjadi pemenang dengan cara yang berbeda, tetapi kami berdua adalah pemenang," pungkas Conte, menyiratkan potensi kelanjutan era sukses di bawah kepemimpinannya.
(yov)
Lihat Juga :